Analisis Teknis dan Ekonomis Metode Penyambungan Linggi Haluan-Linggi Buritan dan Kulit dengan Penguat Stainless Steel 316 pada Kapal Bambu Laminasi

Fatharani, Muhammad Firgi (2021) Analisis Teknis dan Ekonomis Metode Penyambungan Linggi Haluan-Linggi Buritan dan Kulit dengan Penguat Stainless Steel 316 pada Kapal Bambu Laminasi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04111740000036_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Proses inovasi pembangunan kapal berbahan laminasi bilah bambu mencapai titik hasil dimana telah diluncurkannya kapal berbahan laminasi bilah bambu pertama di dunia pada tahun 2018. Pada penelitian menggunakan permodelan elemen hingga (Prianggoro & Supomo, 2018) ditemukan bahwa bagian linggi haluan serta linggi buritan merupakan bagian hotspot pada kapal yang menerima beban lebih besar daripada kontruksi lainnya, sehingga bagian tersebut rawan terjadi kerusakan akibat beban gelombang ketika operasional sehingga dapat ditimbulkannya kebocoran. Ditambah lagi bagian sambungan tersebut hanya disangga oleh lem serta konstruksi linggi. Salah satu cara untuk mengurangi pengaruh beban gelombang yang terjadi pada bagian tersebut adalah menambahkan penguat berupa stainless steel tipe 316 yang memiliki ketahanan korosi baik terhadap kondisi lautan. Pemasangan pelat penguat ini dilakukan pada lapisan laminasi antar kulit bagian starboard dan portside pada desain KWTB 23m dengan variasi lebar 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, dan 30T dari ketebalan konstruksi kulit yang diujikan pada simulasi menggunakan metode elemen hingga (FEM) dan dibangun prototip model dengan skala 1:10 yang diuji kedap. Analisis teknis dilakukan dengan membandingkan tegangan ekuivalen von-Misses yang terjadi pada sambungan linggi dan kulit pada kapal non penguat dengan kapal yang diberi penguat pelat stainless steel 316. Berdasarkan hasil pengujian didapatkan tegangan yang terjadi pada model haluan dan model buritan kapal tanpa penguat beturut-turut sebesar 2,6597 MPa dan 9,6087 MPa. Terjadi penurunan tegangan pada model haluan variasi lebar pelat 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, 30T berturut menjadi 1,9951 MPa, 1,8177 MPa, 1,1829 MPa, 1,0572 MPa, 1,0332 MPa, dan 1,1546 MPa. Pada model buritan variasi lebar pelat 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, 30T berturut menjadi 4,7380 MPa, 4,4345 MPa, 4,1936 MPa, 3,7517 MPa, 3,6611 MPa, dan 3,99737 MPa, dimana kedua model memenuhi batas safety factor. Pengujian kedap menghasilkan kekedapan yang baik dengan metode sambungan dengan penguatan. Biaya yang dibutuhkan untuk pembangunan sambungan variasi 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, dan 30T berturut-turut sebesar Rp. 15.603.730, Rp. 31.336.712, Rp. 46.041.459, Rp. 62.206.430, Rp. 77.040.382, dan Rp. 91.469.638. Dimana terjadi penurunan harga kapal sebesar 0,11% pada sambungan variasi lebar 5T terhadap harga kapal keseluruhan. ===================================================================================================== The innovation of shipbuilding process made of laminated bamboo-slats has gone to a point where the world's first laminated bamboo-slats ship was launched in 2018. In a study using finite element modeling (Prianggoro & Supomo, 2018) it was found that the bow and stern sections are part of the hotspot resulted by wave loads. This particular ships that receive a greater load than other structures, so that parts are prone to damage due to wave loads during operation so that leaks can occur. In addition, the connection part is only supported by glue and stem-keel. One way to reduce the influence of wave loads that occur in this section is to add reinforcement in the form of type 316 stainless steel plate which has good corrosion resistance to ocean conditions. The installation of the reinforcing plate is carried out on the lamination layer between the starboard and portside parts of the 23m KWTB design with a width variation of 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, and 30T from the thickness of the skin construction which was tested in the simulation using the finite element method (FEM) and a prototype model was built with a scale of 1:10 which is tested for tightness. The technical analysis was carried out by comparing the von-Misses equivalent stress that occurred at the stem and skin connections on a non-reinforced vessel with a vessel with 316 stainless steel plate reinforcement, the result of the simulations found there are 2.6597 MPa and 9.6087 Mpa equvalent stress von-Misses on joint. There was a decrease in stress on the Model with variations in plate width 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, 30T respectively to 1,9951 MPa, 1.8177 MPa, 1.1829 MPa, 1.0572 MPa, 1.0332 MPa, and 1.1546 MPa. In the Model Buritan, the plate width variations of 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, 30T become respectively 4,7380 MPa, 4.4345 MPa, 4.1936 MPa, 3.7517 MPa, 3,6611 MPa, and 3.99737 MPa, where both models meet the safety factor limit. . The tightness test resulted in good tightness with the connection method with reinforcement. The cost required for the construction of connection variations of 5T, 10T, 15T, 20T, 25T, and 30T respectively is Rp. 15.603.730, Rp. 31,336,712, Rp. 46,041,459, Rp. 62,206,430, Rp. 77,040,382, and Rp. 91,469,638. Where there is a decrease in ship prices by 0.11% at the 5T wide variation stem-skin connection to the overall ship price.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: linggi, kulit kapal, equivalent stress, FEM, stainless steel 316, stem, skin
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM163 Hulls (Naval architecture)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM298.5 Shipbuilding industri. Shipyards
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Muhammad Firgi Fatharani
Date Deposited: 02 Sep 2021 03:35
Last Modified: 02 Sep 2021 03:35
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/91330

Actions (login required)

View Item View Item