Desain Floating Club House Untuk Kawasan Wisata Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara

Frederick, Jesse Tulus (2021) Desain Floating Club House Untuk Kawasan Wisata Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04111640000041-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2023.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Taman Nasional Bunaken merupakan salah satu kawasan wisata yang terletak di Sulawesi Utara, Indonesia. Keindahan bawah laut merupakan alasan utama bagi wisatawan untuk memilih berwisata ke Taman Nasional Bunaken. Oleh karena itu, faktor cuaca (terutama Matahari) sangatlah mempengaruhi dari ketersediaan pilihan wisata di Taman Nasional Bunaken ini. Hal itu dibuktikan dengan sedikitnya pilihan wisata yang ada di Taman Nasional Bunaken pada malam hari. Oleh karena itu dirasa perlu diadakannya inovasi di mana keindahan bawah laut masih dapat dinikmati meski di malam hari atau tidak bergantung pada faktor cuaca (Matahari), yaitu Bunaken Bottom Club (BBC), yakni club house terapung yang di mana area kelab untuk pengunjung terletak di bawah sarat kapal, sehingga pengunjung akan disajikan keindahan bawah laut Taman Nasional Bunaken di malam hari. Payload dari floating club house ini merupakan berat dari jumlah pengunjung untuk setiap harinya, serta luasan dari fasilitas yang akan disediakan untuk pengunjung itu sendiri. Sebagai club house, operasional dari BBC ini juga dapat menjadi venue untuk kegiatan pegelaran event. Setelah didapatkan jumlah payload. Selanjutnya dicari ukuran utama didapat berdasarkan luasan payload maka didapatkan LoA = 40 m, B = 40 m, H = 11 m, T = 8 m dengan pengunjung per-harinya sebanyak 250 pengunjung dan 36 crew. Sementara untuk kapasitas maksimal pengunjung pada pegelaran event, dilakukan perbandingan luasan area kelab dengan kapasitas maksimal dari club house yang telah ada yakni Colosseum Club di Jakarta yang memiliki kapasitas maksimal dari BBC sebanyak 900 pengunjung. Analisis teknis yang dilakukan meliputi perhitungan berat, perhitungan stabilitas, perhitungan trim, serta perhitungan freeboard. Selanjutnya akan dilanjutkan dengan desain Rencana Garis, Rencana Umum, Safety Plan, serta model 3 dimensi. Garbage management yang digunakan adalah garbage container, sewage management yang digunakan adalah sewage holding tank, material jendela bawah air yang dipilih adalah akrilik, serta mooring system yang digunakan adalah spread mooring system. Biaya total pembangunan adalah sebesar Rp 35.944.558.329, dengan NPV sebesar Rp 7.959.937.900, IRR sebesar 15,25%, serta Payback Period selama 10 Tahun 5 Bulan 22 Hari. ================================================================================================ Bunaken National Park is a tourist area located in North Sulawesi, Indonesia. The beauty of the underwater is the main reason for tourists to choose a trip to Bunaken National Park. Therefore, weather factors (especially The Sun) greatly affect the availability of tourist options in Bunaken National Park. This is proven by the lack of tourist options in Bunaken National Park at night. Therefore, it is necessary to invent an innovation where the underwater beauty of Bunaken can still be enjoyed even at night or doesn’t depends on weather factors (The Sun), it is Bunaken Bottom Club (BBC), which is a floating club house where the club area is located under the draught of the ship, so that visitors will be served underwater beauty of Bunaken National Park at night. The payload of this floating club house is the weight of the number of visitors for each day, as well as the extent of the facilities that will be provided for the visitors. As a club house, the operation of the BBC can also become a venue for event holding activities. After that main dimension is obtained based on payload area, and the result is LoA = 40 m, B = 40 m, H = 11 m, T = 8 m with 250 persons per day and 36 crew. Meanwhile, for the maximum capacity of visitors at the event, a comparison of the area of the club with the maximum capacity of the existing club house on land, Colosseum Club in Jakarta, the maximum capacity is 900 persons. The technical analysis includes weight calculations, stability calculations, trim calculations, and freeboard calculations. After that will be continued with Lines Plan, General Arrangement, Safety Plan, and 3-dimensional models. Garbage management uses garbage container, sewage management uses sewage holding tank, the selected material for underwater window is acrylic, and mooring system uses spread mooring system. Total amount of the cost of shipbuilding is Rp 35,944,558,329, with NPV of Rp 7,959,937,900, IRR of 15.25%, and Payback Period of 10 years, 5 months, and 22 days.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Acrylic, Floating Club House, Jendela Bawah Air, Taman Nasional Bunaken
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS170 New products. Product Development
V Naval Science > VC Naval Maintenance > VC 270-279 Equipment of vessels, supplier,allowances,etc
V Naval Science > VK > VK1258 Ships--Fires and fire prevention
V Naval Science > VK > VK361 Mooring of ships. Dry docks
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Jesse Tulus Frederick
Date Deposited: 31 Aug 2021 18:04
Last Modified: 31 Aug 2021 18:04
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/91445

Actions (login required)

View Item View Item