Perilaku Daktail Kolom Segiempat Berlubang Yang Terkekang Pada Beton Mutu Tinggi

Tjitradi, Darmansyah (2001) Perilaku Daktail Kolom Segiempat Berlubang Yang Terkekang Pada Beton Mutu Tinggi. Masters thesis, INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA.

[img]
Preview
Text
3198202005-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (24MB) | Preview
[img]
Preview
Text
3198202005-Master_Thesis.pdf

Download (24MB) | Preview

Abstract

Dalam praktek sering dijumpai pipa pralon yang dimasukkan kedalam kolom beton bertulang untuk menyalurkan air dari lantai atas ke lantai dasar. Hal ini diijinkan oleh AC1 318-95 pasal 6.3.4 selama diameter lubang tidak lebih dari 4 persen dari penampang melintang yang dipergunakan dalam perhitungan kekuatan . Peraturan tersebut berlaku untuk beton mutu normal dan tidak menyinggung masalah daktilitasnya. Saat ini industri konstruksi mulai banyak menggunakan beton mutu tinggi oleh karena itu tujuan utama penelitian ini mencoba untuk mengetahui perilaku momen lentur dan daktilitas kolom beton bertulang dengan mutu tinggi (60 MPa ) yang berlubang. Prediksi kekuatan dan daktilitas kurvatur secara analisa analitis pada penampang kolom beton bertulang dilakukan berdasarkan pada kesesuaian hubungan tegangan -regangan beton mutu tinggi yang terkekang dari hasil penelitian Azizinamini,dkk . (1994). Hasil analitis akan dibandingkan dengan hasil uji eksperimen. Eksperimen dilakukan pada tujuh benda uji kolom pendek berukuran 200 x 200 mm dengan rasio lubang 0 %, 4,52 %, 7,07 % dan 11,04 % dengan sengkang tunggal dan sengkang rangkap yang berbeda tingkat pengekangannya. Masing-masing benda uji dibebani dengan beban aksial tetap sebesar 50 ton atau 0,21 .fc’ . Ag dan beban transversal yang secara berangsur-angsur meningkat sampai benda uji runtuh. Hasil dari pengujian laboratorium yang terbatas ini menunjukkan bahwa semakin besar persentase lubang, maka kekuatan lentur, daktilitas perpindahan dan daktilitas kurvatur kolom akan semakin rendah . Momen lentur nominal dari hasil pengujian semua kolom menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan dengan momen lentur nominal menurut peraturan AC1. Biarpun kolom yang mempunyai persentase lubang kurang dari 4 % dan juga penampang tanpa lubang dengan rasio tulangan pengekangan ps = 0,022 % nilai kapasitas daktilitas kurvatur tidak lebih dari 4 . Ini berarti bahwa kolom beton bertulang yang menggunakan beton mutu tinggi membutuhkan pengekangan yang lebih dari ps = 0,022 % untuk menghasilkan daktilitas kurvatur yang lebih tinggi . Analisa analitis menunjukkan nilai kapasitas lentur yang lebih rendah kira-kira sebesar 25% dari hasil eksperimen , sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan perbedaan tersebut =================================================================================================== rete columns for water drains from the top floor to the ground level . This is allowed by the ACI 318-95 section 6.3. 4 as long as hole diameter are not more than 4 percent of the cross section used in strength calculations. This rule is meant for Normal-Strength Concrete and does not mention the ductility requirements. Until recently, the construction industry' begin to use High-Strength Concrete, therefore, the primary objective of this research is trying to know the behavior of flexural strength and ductililty of reinforced concrete columns with the High - Strength Concrete (60 MPa) that has a hole. Analytical analysis predicting the strength and curvature ductility of the reinforced concrete column sections are performed based on compatibility of confined concrete stressstrain relations introduced by the research result of Azizinamini, et .al . (1994). These analytical results will be compared with experimental results. The experiment is done on seven short column tested specimens with the size of 200x200 mm and hole ratio 0 %, 4.52 %, 7.07 % and 11.04 % with single stirrup reinforcement and double stirrup reinforcement that has different degrees of confinement . Each tested specimen is loaded with a constant axial load of 50 tons or 0.21 fc’. Ag and a transversal load that gradually increases up to its flexural failure. Results of these limited laboratory test showed that the bigger the hole percentage, the lower the flexural strength, displacement ductility and the curvature ductility . Compared to the ACI code’s nominal flexural strength , all the tested column showed a higher flexural strength capacity. However all the columns having a hollow percentage less than 4 % as well non hollowed section with a confinement reinforcement ratio ps = 0.022 % showed a curvature ductility capacity not more than 4. This means that reinforced concrete columns using High -Strength Concrete need more confinement than ps = 0.022 % to produce higher curvature ductility. Analytical analysis show a underestimate flexural capacity of about 25 % than the experiment results, indicating that further research is needed to identify the deviations

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 620.112 5 Tji p-1 2001 no. induk 17.950/H/03
Uncontrolled Keywords: kolom segiempat berlubang, daktilitas, beton terkekang, beton mutu tinggi
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA660.C6 Columns
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 24 Dec 2021 03:02
Last Modified: 24 Dec 2021 03:12
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/92116

Actions (login required)

View Item View Item