Perbandingan Metode Ekstraksi Capsaicinoid pada Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum annuum) dan Aktivitas Analgesik

Hasanah, Nur (2021) Perbandingan Metode Ekstraksi Capsaicinoid pada Ekstrak Cabai Rawit (Capsicum annuum) dan Aktivitas Analgesik. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
01211950010004-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2024.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Cabai rawit (Capsicum annuum) merupakan tanaman yang berasal dari Amerika Tengah dan Selatan. Tanaman capsicum jenis ini banyak menghasilkan turunan senyawa capsaicinoid. Capsaicin merupakan senyawa capsaicinoid utama pada cabai rawit yang menghasilkan sensasi panas. Sensasi panas ini dapat dimanfaatkan untuk meredakan nyeri pada tubuh sehingga capsaicin ini banyak diaplikasikan sebagai obat analgesik atau penghilang rasa sakit di bidang farmasi. Pada penelitian ini, cabai rawit telah diekstraksi dengan metode maserasi dan sokletasi yang bertujuan untuk mendapatkan metode ekstraksi optimal. Dari tahap ini, sokletasi terpilih sebagai metode ekstraksi yang paling optimal dengan rendemen sebesar 30,79% yang diikuti oleh maserasi (26,69%). Ekstrak cabai rawit dari sokletasi juga memiliki kandungan capsaicinoid terbesar dibandingkan dengan metode maserasi. Pada pengujian analgesik, kedua ekstrak cabai rawit menunjukkan aktivitas analgesik yang baik terhadap rangsangan panas dan asam asetat. Selain itu, kedua ekstrak tidak menimbulkan efek toksik dan kematian hingga dosis 13.000 mg/kg berat badan mencit dengan LD50 diatas dosis 13.000 mg/kg pada uji toksisitas akut oral dan hanya menimbulkan kemerahan ringan dengan level iritasi rata-rata sekitar ≤ 1 pada 4 jam setelah pemakaian pada uji iritasi kulit secara topikal. ===================================================================================================== Bird’s eye chili (Capsicum annuum) is a herbaceous plant from Central and South America. This type of capsicum plant produces many derivatives of capsaicinoids compounds. Capsaicin is the main capsaicinoids compound in bird’s eye chili which produces a sensation of heat. This hot sensation can be used to relieve pain in the body so that capsaicin is widely used as a painkiller or analgesic drug in pharmacology. In this study, bird’s eye chili was extracted by maceration and soxhletation methods in order obtain the optimal extraction method. From this stage, soxhletation was chosen as the most optimal extraction method with a yield of 30.79% followed by maceration (26.69%). Bird’s eye chili extract from soxhletation also had the largest capsaicinoid content compared to maceration methods. In the analgesic test, both extracts of bird’s eye chili showed good analgesic activity against heat and acetic acid stimuli. In addition, both extracts did not cause toxic effects and death up to a dose of 13.000 mg/kg body weight of mice with an LD50 above a dose of 13,000 mg/kg in the acute oral toxicity test and only caused mild redness with an average irritation level ≤ 1 in 4 hours after use in a topical skin irritation test.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Bird’s eye chili, capsaiciniods, extraction method, analgesic, Cabai rawit, capsaicinoid, metode ekstraksi, analgesik
Subjects: Q Science > QD Chemistry
Q Science > QD Chemistry > QD251.2 Chemistry, Organic. Biochemistry
Q Science > QD Chemistry > QD471 Chemical compounds - Structure and formulas
Q Science > QD Chemistry > QD63 Extraction
Q Science > QK Botany > QK14.5 Botanical literature (Including works on herbals)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
Divisions: Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Chemistry > 47101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Nur Hasanah
Date Deposited: 04 Feb 2022 07:08
Last Modified: 04 Feb 2022 07:08
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/92788

Actions (login required)

View Item View Item