Pengaruh Kadar Air Dan Suhu Reaksi Terhadap Yield Metil Ester Pada In Situ Esterifikasi Dedak Padi

Lestari M, Dyah and Setiawati, Ita (2006) Pengaruh Kadar Air Dan Suhu Reaksi Terhadap Yield Metil Ester Pada In Situ Esterifikasi Dedak Padi. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 2302100050_2302100083-Undergraduate_Thesis.pdf]
Preview
Text
2302100050_2302100083-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (13MB) | Preview

Abstract

Biodiesel dapat dibuat dari berbagai jenis bahan sayuran,
diantaranya adalah dedak padi. Dedak merupakan produk samping
penggilingan gabah menjadi beras. Indonesia sebagai penghasil gabah
terbesar ketiga di dunia memproduksi dedak dalam jumlah besar.
Esterifikasi telah menjadi suatu reaksi yang sangat berguna dalam
penyiapan kimia organik. In situ esterifikasi, proses ekstraksi minyak
dan reaksi esterifikasi berkatalis asam dilaksanakan secara simultan.
Secara garis besar prosedur penelitian dibagi dalam tiga
tahap. Tahap pertarna yaitu insitu esterifikasi dedak padi, dimana
dedak dengan kadar air sesuai variabel di-esterifikasi dengan
menggunakan pelarut metanol pro analitik (p.a) dan methanol teknis,
katalis asam sulfat, dalam labu leher tiga dengan suhu 35°C, 45°C, 55°C
dan 60°C. Tahap kedua yakni tahap pemisahan, filtrat dan residual bran
dipisahkan kemudian residu dedak padi dikeringkan pada suhu kamar
dan selanjutnya diekstraksi soxhlet dengan n-hexana. Tahap ketiga
adalah tahap analisa, dimana dilakukan analisa bilangan asam.
Dari hasil penelitian dapat ditarik kesimpulan bahwa kadar
air yang terbesar akan memberikan yield crude FAME yang terbesar
pula. Begitu juga dengan suhu reaksi yang terbesar akan memberikan
yield crude FAME yang besar, hal ini dikarenakan suhu reaksi yang
semakin tinggi akan menggeser kesetimbangan ke arah produk.
Konversi FAME terbesar yaitu 96.3 % diperoleh pada suhu 60°C, kadar
air 12.683 % dengan solvent methanol p. a
==============================================================================================
Biodiesel can be made from vegetables, such as rice bran. Bran
is a side product in drilling rice. Indonesia is the third biggest rice bran
producer in the world. One of the most useful reactions in preparing
organicchemistry’ is esterification. In situ esterification or oil extraction
process and acid catalyzed esterification reaction is done
simultaneously.
Generally, research procedures are divided into three steps.
The first is rice bran in situ esterification, in this step, the rice bran with
certain water content is esterified using pro analyst methanol and
technical methanol as the solvent, catalyzed by sulphuric acid and
heated in the three-neck round-bottom flask. The temperature variables
are 35°C, 45°G, 55°C and 6(fC. Second step is separation, filtrate and
residual bran is separated, than residual bran is dried over night in the
room temperature and then extracted in soxhlet using n-hexane as
solvent. The last step is analyzing, done to determine the acid value.
From the research result, concluded that the highest water
content gives the highest crude FAME yield, and so do the reaction
temperature. Increasing reaction temperature will switch the reaction
equilibrium to product side. The highest FAME conversion is 96.3%,
reached when the esterification temperature is 6(f’C, 12% of water
content and methanol pro analyst as the solvent.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSK 662.669 2 Dya p
Uncontrolled Keywords: In situ esterifikasi, metil ester, dedak padi, FAME
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP359.B46 Biodiesel fuels.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 04 Feb 2022 07:16
Last Modified: 04 Feb 2022 07:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/92848

Actions (login required)

View Item View Item