Studi Alinyemen dan Perkerasan Jalan di Ruas Jalan Nasional Selat Lampa - Teluk Depih - Simpang Sekunyam, Kepulauan Natuna

Ahmad, Fauzi (2022) Studi Alinyemen dan Perkerasan Jalan di Ruas Jalan Nasional Selat Lampa - Teluk Depih - Simpang Sekunyam, Kepulauan Natuna. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
6012201076-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2024.

Download (50MB) | Request a copy

Abstract

Jalan merupakan salah satu infrastruktur yang menghubungkan satu daerah ke daerah lainnya untuk mendukung perkembangan suatu daerah. Di Pulau Natuna, jalan eksisting yang menghubungkan kawasan pelabuhan Selat Lampa memiliki grade lebih dari 12% serta memiliki tikungan tajam, terjal dan hanya mampu dilalui kendaraan dengan bobot kurang lebih 5 ton sehingga tidak memungkinkan untuk angkutan berat dari pelabuhan menuju kota maupun sebaliknya. Berdasarkan kondisi tersebut, direncanakan pembangunan jalan baru Selat Lampa – Teluk Depih – Simpang Sekunyam untuk menyediakan infrastruktur jalan yang berkeselamatan serta memperpendek waktu tempuh antara Pelabuhan Selat Lampa dan kota utama di Pulau Natuna yaitu Kota Ranai. Total panjang pembangunan pada jalan Selat Lampa – Teluk Depih – Simpang Sekunyam pada TA. 2020 – 2022 adalah 7,10 km. Untuk pekerjaan pada Sta 8+375 – Sta 9+500, terdapat permasalahan pada trase jalan karena terdapat bukit yang tinggi dan curam. Pembangunan jalan melalui tepi pantai harus memotong bukit dengan struktur batuan beku, sehingga menghasilkan volume peledakan sangat besar. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi untuk memberikan evaluasi terhadap jalan baru sehingga dihasilkan jalan yang paling optimum dengan volume peledakan seminimum mungkin, termasuk kebutuhan perkerasan lentur yang sesuai dengan beban kendaraan yang melintas. Metodologi yang digunakan pada studi pemilihan alternatif trase jalan yang paling optimum baik dari alinyemen horizontal maupun alinyemen vertikal mengacu pada Peraturan Tata Cara Perencanaan Geometrik Jalan Antar Kota No. 038/TBM/1997 yang selanjutnya dilakukan pembobotan dengan matriks pairwise comparison untuk mendapatkan nilai tertinggi dari alternatif trase terpilih. Studi perkerasan lentur mengacu pada MDP 2017 dan AASHTO 1993 untuk mendapatkan kebutuhan tebal perkerasan sesuai umur rencana. Dari hasil analisa yang dilakukan pada 1 trase rencana (alt 1) dan 3 trase pembanding lainnya (alt 2, alt 3 dan alt 4), didapatkan trase paling optimum adalah trase alternatif 3 dengan lengkung horizontal sebanyak 28 dengan grade maksimum 5%. Tebal perkerasan lentur yang didapatkan pada metode MDP 2017 sebesar AC-WC 40 mm; AC-BC 60 mm; AC-Base 155 mm dan LPA kelas A 150 mm, sedangkan pada metode AASHTO 1993 sebesar AC-WC 40 mm; AC-BC 70 mm dan LPA kelas A 100 mm; LPA kelas B 150 mm. ===================================================================================================== Road is one of the infrastructure that is connecting an area to another with the aim of developing an area. On Natuna Island, existing road in Selat Lampa Port has a grade more than 12%, sharp and steep bends also can only be passed by vehicles weighing approximately 5 tons, making it impossible for heavy transportation from the port to the city or vice versa. Based on these conditions, it is planned to build a new road for the Strait of Lampa - Teluk Depih - Simpang Sekunyam to provide safe road infrastructure and shorten the travel time between Selat Lampa Port and the main city on Natuna Island, Ranai City. Total length of construction on the Selat Lampa – Teluk Depih – Simpang Sekunyam road in TA. 2020 – 2022 is 7.10 km. On Sta 8+375 – Sta 9+500, there are problems with the road alignment because there are high and steep hills. The construction of the road through the coast must cut the hill with the igneous rock structure, resulting in a very large blast volume. Therefore, it is necessary to conduct a study to provide an evaluation of the new road so that the most optimum road is produced with a minimum volume of rock blasting, including the require of flexible pavement according to the load of passing vehicles. The methodology used in the study by selecting the most optimum alternative route for both horizontal and vertical alignments refers to the Regulation on Geometric Planning Procedures for Inter-City Roads No. 038/TBM/1997 which is then weighted using a pairwise comparison matrix to get the highest value from the selected alternative route. The flexible pavement study refers to the 2017 MDP and 1993 AASHTO to obtain the pavement thickness requirements according to the design life. From the results of the analysis carried out on 1 planned alignment (alt 1) and 3 other comparison lines (alt 2, alt 3 and alt 4), it was found that the most optimum alignment was the alternative route of 3 with 28 horizontal arches with 5% maximum grade. Thickness of flexible pavement obtained in the 2017 MDP method of 40 mm AC-WC; AC-BC 60 mm; AC-Base 155 mm and LPA class A 150 mm, while in the 1993 AASHTO method AC-WC 40 mm; AC-BC 70 mm and LPA class A 100 mm; LPA class B 150 mm.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: evaluasi jalan, alinyemen, perkerasan lentur, pulau natuna evaluation of roads, alignment, flexible pavement, natuna island
Subjects: T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE175 Road and highway design
T Technology > TE Highway engineering. Roads and pavements > TE251.T74 Pavements--Design and construction
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Fauzi Ahmad
Date Deposited: 11 Feb 2022 06:53
Last Modified: 11 Feb 2022 06:53
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/93457

Actions (login required)

View Item View Item