Perencanaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kelurahan Sememi, Surabaya

Oktaviya, Vani (2022) Perencanaan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik di Kelurahan Sememi, Surabaya. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
03211740000070-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2024.

Download (9MB) | Request a copy

Abstract

Air limbah yang tidak dikelola dengan baik meningkatkan risiko sanitasi dan menyebabkan berbagai masalah lingkungan. Kelurahan Sememi adalah salah satu kelurahan yang ada di Kecamatan Benowo yang memiliki urgensi dalam pembangunan sistem pengelolaan air limbah. Urgensi ini dikarenakan padatnya permukiman di Kelurahan Sememi yang tidak diiringi dengan adanya sistem pengelolaan limbah terpusat. Selain itu adanya eksistensi jamban tidak sehat di Kelurahan Sememi berpotensi menimbulkan terjadinya pencemaran lingkungan. Sistem pengelolaan yang direncanakan di Kelurahan Sememi adalah sistem pengelolaan terpusat dengan sistem penyaluran air limbah menggunakan prinsip gravitasi. Hal ini didasari oleh padatnya penduduk di Kelurahan Sememi, dengan kepadatan penduduk pada tahun 2019 adalah ±167 jiwa/Ha. Perencanaan dimulai dengan melakukan identifikasi masalah, ide penelitian, studi literatur, pengumpulan data, perencanaan sistem pengelolaan, dan penyusunan laporan. Perencanaan dilakukan berdasarkan teori yang diperoleh dari studi literasi dan data yang diperoleh dari pengumpulan data. Langkah perencanaan yang dilakukan terdiri dari 2 tahap yaitu tahap pengumpulan data awal dan tahap detail engineering design. Pada tahap pengumpulan data awal dihitung proyeksi penduduk dan menentukan kuantitas air limbah yang digunakan dalam perencanaan. Tahap detail engineering design terdiri dari 2 bagian yaitu bagian penyaluran air limbah dan pengolahan air limbah. Masalah pengolahan air limbah di Kelurahan Sememi timbul akibat tidak idealnya sistem yang ada. Kondisi yang terkini menunjukkan kurang sesuainya sistem pengolahan limbah dengan kondisi yang diharapkan menurut peraturan pemerintah yang berlaku. Oleh karena itu perlu direncanakan sistem pengelolaan air limbah yang sesuai agar memenuhi kondisi ideal sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kesimpulan yang diperoleh adalah, debit total air limbah rata-rata daerah perencanaan sebesar 387 m3/jam dengan menggunakan penyaluran sistem terpisah. Unit yang terpilih untuk digunakan adalah bar screen, bak ekualisasi, bak pengendap I, RBC, dan bak pengendap II. Kualitas air limbah setelah mengalami proses pengolahan, diperkirakan TSS 22,0 mg/L, COD 13,9 mg/L, BOD 8,0 mg/L, dan Amonia (NH3) 8,5 mg/L. Luas lahan yang diperlukan untuk lokasi IPAL adalah 3.000 m2. Total biaya yang dibutuhkan adalah sebesar Rp7.335.506.770. ================================================================================================== Wastewater that is not managed properly increases the risk of sanitation and causes various environmental problems. Sememi Village is one of the villages in Benowo District which has urgency in the development of a wastewater management system. This urgency is due to the density of settlements in Sememi Village which is not accompanied by a centralized waste management system. In addition, the existence of unhealthy latrines in Sememi Village has the potential to cause environmental pollution. The management system planned in Sememi Village is a centralized management system with a waste water distribution system using the principle of gravity. This is based on the dense population in Sememi Village, with a population density in 2019 of ± 167 people/ha. Planning begins with problem identification, research ideas, literature study, data collection, management system planning, and report preparation. Planning is carried out based on theory obtained from literacy studies and data obtained from data collection. The planning step consists of 2 stages, namely the initial data collection stage and the detailed engineering design stage. At the initial data collection stage, population projections are calculated and determine the quantity of wastewater used in planning. The detailed engineering design stage consists of 2 parts, namely the distribution of waste water and waste water treatment. The problem of wastewater treatment in Sememi Village arises because the existing system is not ideal. Recent conditions indicate that the waste treatment system is not compatible with the expected conditions. Therefore, it is necessary to plan an appropriate waste water management system in order to meet the ideal conditions in accordance with applicable regulations. The conclusion obtained is, the average total wastewater discharge in the planning area is 387 m3/hour using a separate distribution system. The units selected to be used are bar screen, equalization basin, settling basin I, RBC, and settling basin II. The quality of wastewater after undergoing treatment is estimated to be TSS 22.0 mg/L, COD 13.9 mg/L, BOD 8.0 mg/L, and Ammonia (NH3) 8.5 mg/L. The land area required for the WWTP location is 3,000 m2. The total cost required is Rp7.335.506.770.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Air limbah domestik, Domestic wastewater, IPAL, Kelurahan Sememi, Kota Surabaya, SPAL, Sememi Village, Surabaya City, WWTP
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD195.S47 Sewage disposal plants--Environmental aspects
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD433 Water treatment plants
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Vani Oktaviya
Date Deposited: 15 Feb 2022 01:13
Last Modified: 15 Feb 2022 01:13
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/93789

Actions (login required)

View Item View Item