Analisis Kebocoran Sambungan Coupling Pipa GRP (Glass Reinforced Plastics) Akibat Daya Dukung Tanah Dengan Metode Elemen Hingga

Putra, Anugerah Derinava (2022) Analisis Kebocoran Sambungan Coupling Pipa GRP (Glass Reinforced Plastics) Akibat Daya Dukung Tanah Dengan Metode Elemen Hingga. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02111640000145-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2024.

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pipeline Engineering atau teknik transmisi pipa merupakan suatu rekayasa teknik tentang sebuah struktur pipa yang sering digunakan sebagai sistem pendistribusian air, minyak dan gas bumi. Pada pendistribusian air, pipa logam merupakan jenis pipa yang paling banyak digunakan. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, pipa berbahan komposit dengan resin epoxy mulai digunakan salah satunya adalah pipa GRP (Glass Reinforced Plastics). Transmisi perpipaan pipa GRP pada umumnya menggunakan sambungan untuk mengalirkan kebutuhan air dari tempat satu ke tempat lainnya. Sambungan coupling adalah salah satu sambungan yang sering digunakan untuk menyambung pipa GRP di beberapa kondisi instalasi seperti instalasi perpipaan bawah tanah. Namun tidak semua jenis tanah dapat menopang transmisi pipa GRP dengan baik yang mengakibatkan pada pada sambungan coupling mengalami kebocoran. Pada penelitian ini akan dianalisa kebocoran sambungan coupling pada pipa GRP akibat daya dukung tanah menggunakan metode elemen hingga. Dengan memvariasikan tiga jenis tanah yaitu soft clay, sand, dan gravel dan juga menambah memvariasiakan jenis sambungan coupling yang lain yaitu sambungan adhesive bonded coupling. Karakteristik kebocoran sambungan coupling dilihat dengan mencari nilai offset akibat ketidakmampuan daya dukung tanah untuk menopang sambungan coupling dan pipa GRP lalu membandingkan nilai offset yang dihasilkan dengan nilai offset yang diizinkan. Nilai offset maksimal yang diizinkan adalah sebesar 197 mm yang mengacu pada standarisasi dari produsen transmisi pipa GRP. Dari hasil simulasi diamati nilai deformasi yang dihasilkan akibat pembebanan yang terjadi. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa sambungan coupling mengalami kebocoran pada daya saat dukung tanah soft clay dengan nilai offset sebesar 219 mm yang mana melebihi batas yang diizinkan. Namun saat sambungan coupling dengan daya dukung tanah sand dan gravel tidak mengalami kebocoran karena nilai offset yang dihasilkan masih di bawah batas maksimal offset yang diizinkan. Selain itu pada variasi jenis sambungan adhesive bonded coupling tidak mengalami kebocoran pada saat daya dukung tanah soft clay, sand, maupun gravel. ================================================================================================ Pipeline engineering, also known as pipe transmission engineering, is the technical engineering of a pipe structure that is commonly employed in the distribution of water, oil, and gas. Metal pipes are the most common type of pipe used in water distribution. Pipes composed of composites using epoxy resin, such as GRP (Glass Reinforced Plastics) pipes, have begun to be employed as a result of technological advancements. Connections are commonly used in the transmission of GRP pipelines to transport water from one location to another. The coupling connection is one of the most used ways to link GRP pipes in a variety of situations, including subterranean pipeline installations. However, not all types of soil can adequately support the transmission of the GRP pipe, resulting in a leaky coupling connection. Using the finite element approach, we will investigate the leakage of the coupling connection on the GRP pipe due to the soil carrying capacity. By altering the three types of soil (soft clay, sand, and gravel), as well as the type of coupling connection (adhesive bonded coupling connection), Looking for the offset value owing to the soil carrying capacity's failure to support the coupling connection and the GRP pipe, and then comparing the resulting offset value with the permissible offset value, the leaking characteristics of the coupling connection can be seen. The maximum offset value allowed is 197 mm, which adheres to the GRP pipe transmission manufacturer's standardized. The ensuing deformation value owing to the loading that happens is detected from the simulation results. The finding of this research demonstrate that the coupling connection leaks at the soft clay soil's bearing capacity, with an offset value of 219 mm, exceeding the allowable limit. However, because the offset value is still below the maximum permitted offset, the coupling connection with the carrying capacity of sand and gravel soil does not leak. Furthermore, when the bearing capacity of the soil is soft clay, sand, or gravel, the various forms of adhesive bonded coupling connections do not leak.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: kebocoran, sambungan coupling, daya dukung tanah, offset. leakage, coupling connection, soil bearing capacity, offset.
Subjects: T Technology > TJ Mechanical engineering and machinery > TJ930 Pipelines (General). Underwater pipelines.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Mechanical Engineering > 21201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Anugerah Derinava Putra
Date Deposited: 17 Feb 2022 08:29
Last Modified: 17 Feb 2022 08:29
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/94386

Actions (login required)

View Item View Item