Pembuatan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) Dari Limbah Ipal Penyamaan Kulit Di Magetan

Wisesa, Regnanta Lazuardi (2022) Pembuatan Precipitated Calcium Carbonate (PCC) Dari Limbah Ipal Penyamaan Kulit Di Magetan. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02211640000102_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 April 2024.

Download (2MB) | Request a copy
[img] Text
02211640000102_Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Di Magetan terdapat sebuah daerah yang digunakan untuk mengolah bahan kulit menjadi berbagai macam benda yang siap dipakai. Daerah tersebut terdapat di Desa Ringnagung yang terdapat di Magetan. Daerah tersebut terdapat 35 Industri Kecil Menengah (IKM) yang menlakukan pengolahan dan pembuatan produk berbahan dasar kulit yang dinamakan Lingkungan Industri Kulit (LIK). LIK memiliki badan yang dinamakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang membantu membuat workshop dan memberi kemudahan akses untuk IKM yang tidak mempunyai alat sendiri dikarenakan pada UPT melakukan peminjaman alat yang digunakan untuk pengolahan kulit tersebut. UPT juga melakukan pembuatan IPAL yang digunakan pada LIK terdapat 12 bak untuk pengolahan limbah tersebut. Dari 6 bak yang seharusnya digunakan untuk pengeringan limbah pengayaan kulit sekarang hanya tersisa 4 saja. Maka dari itu limbah dikeringkan ditanah yang luas akan tetapi tempat tersebut sudah hamper tidak memadai, maka di cari pemanfataannya. Precipitated Calcium Carbonate (PCC) biasanya terbuat dari batuan kapur yang banyak mengandung CaO dimana CaO ini juga terdapat pada limbah IPAL tersebut, karena dari proses pengayaan tersebut kulit dicampurkan dengan batu kapur yang kemudian di buang hasil airnya. Dari limbah yang menumpuk tersebut dicari penggunaan nya menjadi PCC, PCC sering digunakan untuk menjadi bahan filler plastic, obat obatan, dan lain lain. Dari banyak kegunaan tersebut. Pembuatan PCC ini dilakukan kalsinasi dengan cara memanaskan sampel didalam furnace pada suhu 950OC selama 30 menit, pemanasan ini dilakukan untuk menghilangkan senyawa organic yang terdapat pada sampel yang terbentuk dan mengoksidasi CaO. Setelah itu dilakukan pengambilan sampel 5 gr kemudian ditambahkan aquadest sebanyak 180 mL dan kemudian ditambahkan 20 mL HNO3 dengan variable yaitu 2 M, 4 M 8 M dan 12 M kemudian diaduk dengan kecepatan 700 rpm dan dilakukan pemanasan pada 65OC selama 20 menit, penambahan HNO3 bertujuan untuk mengubah CaO yang terdapat dalam sampel tersebut menjadi Ca(OH)2. Kemudian ditambahkan Na2CO3 secara berlahan lahan sebanyak 20 mL dengan suhu ruangan dan 400 rpm selama 20 menit hal ini guna untuk mendapatkan CaCO3 yang direaksikan di filtrat yang terbentuk dari reaksi sebelum nya. ================================================================================================ In Magetan there a place used to prepare skin material for any form like bag, belt, shoes and any other that used skin for. That place is located in Desa Ringinagung in Magetan. In that place there is 35 Industri Kecil Menengah (IKM) that process and making skin product that called Lingkungan Industri Kulit (LIK). LIK have a body called Unit Pelaksana Teknis (UPT) that help making workshop and giving easy access for IKM is not having any tools UPT can give that tools that used on skin making. UPT also do making IPAL that use in LIK there is 12 tub that used to waste processing. From 6 tub originally that used to drying sludge from skin matching now left with 4 tub, so now the sludge is dryed on a piece of land near IPAL so that the sludge is properly treated because in IPAL in that condition is not safe, because there will a time that piece of land is full. And government mandate that B3 waste is transported differently. That land soon enough will full, so looking for another utilization that using that waste Precipitated Calcium Carbonate (PCC) commonly can be made from lime stone that have high CaO content, in IPAL waste is have CaO content because from matching process that mixed with lime stone that mixed water get throw away to IPAL. From that waste that keep piling looking for utilization that used that waste to PCC. PCC is commonly use for filler on a plastic, medicine, and others, from that many use for PCC, making PCC started from kalsinasi, kalsinasi is when the sample is put in furnace that on 950OC for 30 minuets, this method is use because at that temperature organic matter can burned off and the CaO is on a oxidation from the high heat that used, then adding aquadest 180 mL dan adding 20 mL HNO3 for this experiment using the concentration of HNO3, the concentration is 2 M, 4 M, 8 M and 12 M then stirred at 700 rpm on 65OC for 20 minuets, adding HNO3 is use to change the structure of CaO to Ca(OH)2. After that adding Na2CO3 slowly on temperature room and 400 rpm for 60 minuets. This is to make the CaCO3 that can be sold.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: PCC, Magetan, LIK, CaO, kalsinasi
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP245.C3 Calcium carbonate.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Regnanta Lazuardi Wisesa
Date Deposited: 25 Mar 2022 05:58
Last Modified: 25 Mar 2022 05:58
URI: https://repository.its.ac.id/id/eprint/94871

Actions (login required)

View Item View Item