Analisis Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jalan Abdul Hakim Kota Medan

Tarigan, Andrey Jeremy Reano (2023) Analisis Highest and Best Use Pada Lahan Kosong Di Jalan Abdul Hakim Kota Medan. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03111840000111_Undergraduate_Thesis.pdf] Text
03111840000111_Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2025.

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Kota Medan merupakan ibu kota provinsi Sumatra Utara dengan luas sebesar 265,1 km2 yang menjadikan kota Medan menjadi kota terbesar ketiga di Indonesia setelah DKI Jakarta dan Surabaya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik, kota Medan diduduki oleh lebih dari 2 juta penduduk. Dengan demikian, kepadatan penduduk di kota Medan mencapai lebih dari 9 ribu orang per km2. Oleh karena itu, penggunaan lahan yang optimal sangat dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk kota Medan. Salah satu lahan yang belum dimanfaatkan secara maksimal di kota Medan adalah sebuah lahan kosong dengan luas sebesar 12.630 m2 yang terletak di Jalan Abdul Hakim kota Medan. Lahan kosong yang dimiliki oleh perseorangan ini terletak di pinggir jalan kolektor dan berlokasi di daerah yang menjadi pemukiman warga. Pemilik lahan berencana untuk membangun suatu properti komersial pada lahan kosong ini. Penentuan properti komersial apa yang paling menguntungkan untuk dibangun perlu dilakukan agar lahan tersebut mendapatkan kenaikan nilai potensial paling tinggi. Tugas akhir ini bertujuan untuk mengetahui alternatif properti apa yang akan memberikan penggunaan lahan yang terbaik pada lahan kosong di Jalan Abdul Hakim, Kota Medan. Untuk menetukan penggunaan lahan terbaik, dilakukan analisis dengan menggunakan metode Highest and Best Use (HBU). Analisis HBU dilakukan dengan 4 (empat) kriteria, yaitu memenuhi aspek legal, memungkinkan secara fisik, layak secara finansial, dan mampu memberikan produktivitas yang maksimal. Aspek legal mengacu pada peraturan pemerintah kota Medan; aspek fisik mengacu pada ukuran, bentuk, dan aksesibilitas lahan, serta membuat basic design; aspek finansial meliputi analisis biaya investasi, biaya utilitas, pendapatan, pengeluaran, dan Net Present Value (NPV); dan produktivitas maksimum untuk menentukan aternatif properti yang akan memberikan nilai lahan tertinggi dan terbaik. Berdasarkan hasil penelitian ini, ada tiga alternatif properti yang dimungkinkan untuk pengembangan lahan yang diteliti yaitu properti kompleks perumahan, apartemen, dan hotel. Didapatkan bahwa alternatif yang memberikan kenaikan nilai lahan terbaik dan tertinggi adalah alternatif properti apartemen dengan kenaikan nilai lahan sebesar Rp 10.445.264 dari nilai awal lahan sebesar Rp 4.462.500, yang berarti memberikan produktivitas lahan sebesar 234 %.
================================================================================================================================
Medan City is the capital city of North Sumatra province with an area of 265.1 km2 which makes Medan the third largest city in Indonesia after DKI Jakarta and Surabaya. Based on the Central Bureau of Statistics, the city of Medan is occupied by more than 2 million residents. Thus, the population density in the city of Medan reaches more than 9 thousand people per km2. Therefore, optimal land use is needed to meet the needs of Medan city residents. One of the lands that has not been used optimally in the city of Medan is an empty land with an area of 12,630 m2 which is located on Jalan Abdul Hakim, Medan city. This vacant land owned by individuals is located on the side of the collector road and is located in an area that is a residential area. The land owner plans to build a commercial property on this vacant land. It is necessary to determine what commercial properties are most profitable to build so that the land gets the highest potential increase in value. This final project aims to find out what alternative properties will provide the best land use on vacant land on Jalan Abdul Hakim, Medan City. To determine the best land use, an analysis was carried out using the Highest and Best Use (HBU) method. HBU analysis is carried out with 4 (four) criteria, namely fulfilling legal aspects, physically enabling, financially feasible, and being able to provide maximum productivity. The legal aspect refers to the regulations of the Medan city government; the physical aspect refers to the size, shape and accessibility of the land, as well as making the basic design; financial aspects include analysis of investment costs, utility costs, income, expenses, and Net Present Value (NPV); and maximum productivity to determine the property alternative that will provide the highest and best land value. Based on the results of this study, there are three possible alternative properties for the development of the studied land, namely residential complex properties, apartments and hotels. It was found that the alternative that gave the best and highest increase in land value was the apartment property alternative with an increase in land value of Rp. 10,445,264 from the initial land value of Rp. 4,462,500, which means it gave land productivity of 234%.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Highest and Best Use, Lahan, Penilaian, Produktivitas, Properti.
Subjects: Q Science > QE Geology > QE598 Land subsidence
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Andrey Jeremy Reano Tarigan
Date Deposited: 27 Jul 2023 05:09
Last Modified: 27 Jul 2023 05:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/99740

Actions (login required)

View Item View Item