Pemodelan Numerik Tegangan Sisa Pengelasan Pada Sambungan Bracket Bangunan Apung Lepas Pantai

., Suheri (2016) Pemodelan Numerik Tegangan Sisa Pengelasan Pada Sambungan Bracket Bangunan Apung Lepas Pantai. Masters thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 4114201004-Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
4114201004-Master_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (4MB) | Preview

Abstract

Struktur bangunan apung lepas pantai seperti kapal, jacket dan Floating Production Storage
and Offloading (FPSO) banyak didominasi dengan menggunakan metode pengelasan dalam proses
penyambungan antar struktur bangunan tersebut. Permasalahan utama yang pada proses
pengelasan adalah terjadinya tegangan sisa. Tegangan sisa adalah tegangan yang timbul akibat
pengaruh panas dan pendinginan setempat sehingga terjadi deformasi plastis yang tidak seragam.
Penelitian ini melakukan pemodelan numerik untuk mengetahui nilai distribusi tegangan sisa pada
spesimen sambungan bracket yang terdapat pada struktur FPSO dengan 2 (dua) skenario. Skenario
pertama dilakukan pada jalur pengelasan dari sisi tengah, skenario kedua dilakukan pada jalur
pengelasan dari sisi tepi. Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian eksperimen yang
telah dilakukan oleh Syahroni (2014) pada spesimen pelat berpenegar memanjang dan
mendapatkan besarnya nilai distribusi tegangan sisa yang terjadi pada arah transversal dan
longitudinal. Parameter pengelasan dan data material yang dilakukan pada pemodelan numerik
mengacu pada penelitian eksperimen sehingga validasi pemodelan berdasarkan penelitian
ekspermen. Hasil optimal yang diperoleh pada masing-masing skenario merupakan hasil
pemodelan yang telah dilakukan pada spesimen sambungan bracket dengan ukuran meshing 6 mm
dan nilai efisiensi pengelasan 70 % sehingga nilai heat flux yang diberikan sebesar 138 MW / m2.
Hasil nilai maksimum tegangan sisa pada arah longitudinal untuk skenario pertama diperoleh 0,9
yield stress dan skenario kedua 0,8 yield stress (YS). Sedangkan hasil nilai maksimum tegangan
sisa arah transversal pada jarak 2 mm dari kaki lasan diperoleh 0,85 YS untuk skenario pertama
dan 0,65 YS untuk skenario kedua. Pada 2,5 mm dari kaki lasan diperoleh 0,8 YS untuk skenario
1 dan 0,6 YS untuk skenario 2.
Besarnya distorsi yang terjadi pada pemodelan sambungan bracket pada skenario pertama
mendekati dengan hasil pemodelan numerik specimen pelat berpenegar memanjang, tetapi distorsi
hasil pengukuran eksperimen lebih besar. Dengan demikian skenario 1 menghasilkan nilai distorsi
lebih besar daripada skenario 2.
===========================================================================================================
Building structure of floating offshore such as ships, jacket, and Floating Production
Storage and Offloading (FPSO) a lot of dominated by the welding method in the process of
conecting between building structures. The main problem that the welding process is the
occurrence of residual stress. Residual stress is the voltage resulting from the effect of heat
treatment during the welding process and cooling rate fluctuations so that changes are not perfect
plastic deformation. This can reduce the strength of the material and cause failure of the structure.
This research numerical modeling to determine the value of the residual stress distribution on the
specimen contained in the bracket connection FPSO structure with two scenarios. The first by the
welding groove of the middle, the second scenario by the welding lines of the side edges. This
research is development of experimental research has been done by Syahroni (2014) on the
specimens gusset fillet welded connection and get the value of the distribution of residual stress
that occur in transverse and longitudinal directions. Welding parameters and material data are
carried out on numerical modeling base on research experiment. Each scenario used the specimen
bracket connection with meshing size 6 mm and the welding efficiency values of 70% so that the
value of heat flux in the amount of 138 242 667 watts / m2. The results show the maximum value
of the residual stress in the longitudinal direction for the first and the second scenario yield stress
(YS) were obtained 0.9 and 0.8. While the residual stress and transverse directions for the first and
second scenario YS at a distance of 2 mm from the weld toe YS were obtained 0.85 and 0.65, and
for distance 2.5 mm from the weld toe YS were obtained 0.8 and 0.6. Meanwhile, at a distance of
6 mm from the weld toe YS gained 0.7 and 0.4. Thus the results obtained indicate that the first
scenario better than the second scenario.
The amount of distortion that occurs in connection modeling bracket in the first scenario approach
with the results of numerical modeling of experimental research. While the experimental results is greater
than the connection bracket modeling and numerical modeling results of the experiment. So as to the value
of scenario 1 with order distortion welding lines of the center side is better than scenario 2 with a sequence
of side edge welding lines.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTPe 671.52 Suh p
Uncontrolled Keywords: distorsi, pemodelan numerik, sambungan bracket, tegangan sisa
Subjects: T Technology > TN Mining engineering. Metallurgy > TN879.6 Welding
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Ocean Engineering > 38101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 13 Jan 2020 01:44
Last Modified: 13 Jan 2020 01:44
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/72635

Actions (login required)

View Item View Item