Pengendalian Waktu Proyek Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi - Parapat (Ruas Serbelawan - Pematangsiantar) dengan Metode Earned Value Analysis

Aaron, Christopher (2023) Pengendalian Waktu Proyek Pembangunan Jalan Tol Tebing Tinggi - Parapat (Ruas Serbelawan - Pematangsiantar) dengan Metode Earned Value Analysis. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03111940000083-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
03111940000083-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 September 2025.

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Proyek Jalan Tol Tebing Tinggi – Parapat merupakan proyek jalan tol yang termasuk bagian pengembangan Jalan Tol Trans Sumatera. Ruas yang akan diangkat sebagai obyek dalam tugas akhir ini adalah ruas Serbelawan – Pematangsiantar yang memiliki panjang sejauh 28 km. Proyek dimulai semenjak 27 Agustus 2019 lalu tetapi terjadi keterlambatan yang memaksa ditetapkannya beberapa addendum yang memperpanjang durasi proyek hingga akhir bulan Juni 2023. Selama masa peninjauan dari minggu ke-180 (27 Januari 2023 – 2 Februari 2023) hingga minggu ke-188 (24 Maret 2023 – 30 Maret 2023), kondisi proyek sudah berjalan terlambat jika dibandingkan dengan action plan addendum terbaru. Pengendalian waktu perlu dilakukan agar proyek mendapat perkiraan seberapa besar proyek berjalan terlambat dari jadwal dan mengambil langkah selanjutnya agar proyek dapat berjalan dengan lancar. Metode pengendalian yang digunakan adalah analisis nilai hasil/Earned Value Analysis disertai analisis penyebab keterlambatan pada proyek dengan kuesioner yang ditujukan kepada staff pada proyek (quantity surveyor) dimana penyebab keterlambatan proyek akan dipaparkan melalui salah satu metode analisis grafis yaitu fishbone diagram. Metode Earned Value Analysis menggunakan indikator-indikator yang dihitung sesuai dengan data penjadwalan di proyek. Akan didapatkan data planned value (PV) yang didapatkan dari data penjadwalan dari action plan proyek terkait, data earned value (EV) bersumber dari laporan mingguan proyek. Data-data tersebut digunakan untuk menghitung nilai schedule performance index (SPI) sehingga dapat diketahui bagaimana kinerja/performa proyek dari segi waktu, dimana nilai SPI di atas 1 menandakan kinerja waktu proyek yang baik dan begitu pula sebaiknya. Dalam tugas akhir ini forecasting/perkiraan juga dilakukan untuk mendapatkan perkiraan waktu yang dibutuhkan hingga proyek berakhir/time estimate (TE). Hasil perhitungan pada akhir masa peninjauan yaitu minggu ke-188, didapatkan nilai SPI dibawah 1 yaitu sebesar 0.736 yang mengindikasikan bahwa proyek berjalan terlambat. Didapatkan pula estimasi waktu yang dibutuhkan untuk penyelesaian proyek yaitu selama 1904 hari, lebih lambat 501 hari dari rencana awal (1403 hari). Beberapa penyebab utama keterlambatan proyek selama masa peninjauan adalah permasalahan pembebasan lahan, terbatasnya ketersediaan bahan pada batching plant, dan curah hujan yang tinggi.
======================================================================================================================================
Tebing Tinggi – Parapat Toll Road Project is a toll road project that is part of the development of the Trans Sumatra Toll Road. The object of this final project is Serbelawan – Pematangsiantar section which has a length of 28 km. The project started on 27th August 2019 but there were delays which forced the stipulation of several addendums that extended the duration of the project until the end of June 2023. During the analysis period from the 180th week (27th January 2023 – 2nd February 2023) to the 188th week (24th March 2023 – 30th March 2023), the project is already running late compared to the latest action plan addendum. Time control needs to be done so we can calculate an estimate of how much the project is running behind schedule and the correct step to be taken next to ensure the project can run smoothly. The control method used is Earned Value Analysis with analysis of the causes of project delays through a questionnaire addressed to project staff (quantity surveyor). The Earned Value Analysis method uses indicators that are calculated according to real scheduling data in the project. Planned value (PV) data will be obtained from the project’s action plans, earned value (EV) data will be obtained from project weekly reports. These data are used to calculate the schedule performance index (SPI) value, where SPI value above 1 indicates good project time performance and SPI value below 1 indicates bad project time performance. In this final project forecasting is also carried out to obtain an estimate of time needed until the project ends (time estimate/TE). The results of the calculation at the last analysis period (188th week), obtained an SPI value below 1 (0,736) which indicated that the project is running late. The estimated time needed to complete the project is 1904 days, 501 days slower from the initial plan (1403 days). Some of the main causes of project delays during the analysis period were land acquisition issues, limited availability of concrete from batching plant, and high rainfall.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Analisis Nilai Hasil, Analisis Tulang Ikan, Pengendalian Waktu, Earned Value Analysis, Fishbone Analysis, Schedule Control
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T56.8 Project Management
T Technology > TH Building construction > TH438 Construction industry--Management. Project management.
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Christopher Aaron
Date Deposited: 03 Aug 2023 07:19
Last Modified: 03 Aug 2023 07:19
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/100411

Actions (login required)

View Item View Item