Pembuatan Biobriket Dari Bottom Ash Dan Limbah Karbon Aktif Dengan Kalium Permanganat (Kmno4) Sebagai Bahan Additif

Eban, Fajar Ama and Rewa, Hamzah (2008) Pembuatan Biobriket Dari Bottom Ash Dan Limbah Karbon Aktif Dengan Kalium Permanganat (Kmno4) Sebagai Bahan Additif. Diploma thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.

[thumbnail of 2305030012 _2305030082-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
2305030012 _2305030082-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version

Download (8MB)

Abstract

Biobriket dapat dibuat dari campuran biomassa seperti ampas tebu sekam padi, blotong dan lain-lain dengan batubara. Bottom ash merupakan limbah padat sisa pembakaran batubara yang tidak sempurna, dimana masih ada kandungan karbon yang belum terbakar sehingga masih mempunyai nilai kalori yang dapat dimanfaatkan kembali dengan mencampurkan dengan biomassa (limbah karbon aktif ) yang juga mempunyai nilai kalori untuk menjadi biobriket. Tujuan dari penelitian iniy untuk mengetahui pengaruh variasi KMn04 terhadap waktu pembakaran biobriket, mengetahui pengaruh variasi komposisi bahan baku biobriket terhadap nilai kalor serta mengetahui pengaruh variasi komposisi bahan baku biobriket terhadap laju pengurangan massa. Sehingga dari penelitian ini diharapkan dapat menghasilkan produk berupa biobriket yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk keperluan rumah tangga. Penelitian yang dilakukan meliputi tahap persiapan dan tahap percobaan. Tahap persiapan meliputi menghaluskan limbah karbon aktif dan bottom ash kemudian dilakukan uji proximate terhadap bahan baku yang meliputi kadar airy kadar abuy fixed carbon, volatile matter serta nilai kalor. Tahap percobaan meliputi mencampur semua bahan baku (limbah karbon aktif bottom ashy perekat dan bahan additif ) dengan komposisi tertentu, kemudian memasukkan bahan dalam cetakan untuk dipresy kemudian mengeringkan biobriket dibawah sinar matahari selama 3-4 hariyselanjutnya menganalisa produk yang telah dihasilkan diantaranya analisa kadar air, kadar abujaju pengurangan massa dan nilai kalor .Kesimpulan dari penelitian ini adalah , pertama penambahan KMn( )4 tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penyalaan biobriket, tetapi dengan bertambahnya konsentrasi KMn04 yang ditambahkan maka waktu pembakaran biobriket semakin cepat, hal ini dikarenakan konsentrasi bahan additif KMnOA didalam biobriket. Semakin banyak konsentrasi bahan additif dalam biobriket, semakin cepat biobriket untuk terbakar. Dikarenakan sifat dari KMn04 yang merupakan oksidator kuat, yaitu sangat mudah untuk terbakar jika terkena ap. Pengaruh komposisi bahan baku pada laju pengurangan massa yaitu, dari hasil penelitian menunjukan pembakaran paling cepat terjadi pada biobriket komposisi bottom ash 15% dan limbah karbon aktif 80% dengan laju pengurangan 0.003220612 gr/det, hal ini dipengaruhi oleh kandungan volatile matter didalam biobriket pada (limbah karbon aktif ), dimana semakin banyak kandungan volatile matter maka semakin mudah dan cepat untuk terbakar. Ketiga nilai kalor tertinggi dari biobriket ini adalah biobriket dengan komposisi bottom ash 50 %, limbah karbon aktif 40%, Kmn04 3% dan starch 7% dengan nilai kalor 2115 kal/kg
====================================================================================================================================
Biobriquettes can be made from a mixture of biomass such as rice husk bagasse, filter cake and others with coal. Bottom ash is solid waste left over from incomplete combustion of coal, where there is still unburned carbon content so it still has calorific value which can be reused by mixing it with biomass (active carbon waste) which also has calorific value to become biobriquettes. The aim of this research is to determine the effect of variations in KMn04 on the burning time of biobriquettes, determine the effect of variations in the composition of biobriquette raw materials on calorific value and determine the effect of variations in the composition of biobriquette raw materials on the rate of mass reduction. So it is hoped that this research can produce a product in the form of biobriquettes that can be used by the community for household purposes. The research carried out included the preparation stage and the experimental stage. The preparation stage includes grinding the activated carbon and bottom ash waste, then carrying out a proximate test on the raw materials which includes the water content, fixed carbon ash content, volatile matter and calorific value. The experimental stage includes mixing all the raw materials (active carbon waste bottom ash adhesive and additives) with a certain composition, then placing the materials in a mold to be pressed, then drying the biobriquettes in the sun for 3-4 days, then analyzing the product that has been produced, including analyzing the water content, Abujaju content reduces mass and calorific value. The conclusion of this research is, firstly, the addition of KMn( )4 does not have a significant effect on the ignition of biobriquettes, but with increasing concentration of KMn04 added, the burning time of biobriquettes becomes faster, this is due to the concentration of the additive KMnOA in biobriquettes. The greater the concentration of additives in the biobriquette, the faster the biobriquette will burn. Due to the nature of KMn04 which is a strong oxidizer, it is very easy to burn if exposed to fire. The influence of raw material composition on the rate of mass reduction, namely, the research results show that the fastest combustion occurs in biobriquettes with a composition of 15% bottom ash and 80% activated carbon waste with a reduction rate of 0.003220612 gr/sec. This is influenced by the volatile matter content in the biobriquettes at ( activated carbon waste), where the more volatile matter content, the easier and faster it is to burn. The three highest calorific values of these biobriquettes are biobriquettes with a composition of 50% bottom ash, 40% activated carbon waste, 3% Kmn04 and 7% starch with a calorific value of 2115 cal/kg

Item Type: Thesis (Diploma)
Additional Information: RSK 662.6 Eba p-1 2008
Uncontrolled Keywords: Limbah karbon aktif, bottom ash, pembuatan biobriket; Activated Carbon Waste, Bottom Ash, Making Of Biobriquete
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD195.B56 Biomass energy
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24401-(D3) Diploma 3
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 21 Dec 2023 01:39
Last Modified: 21 Dec 2023 01:39
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/105299

Actions (login required)

View Item View Item