Penentuan Skala Prioritas Pemeliharaan Jembatan Di Jalan Pantura Jawa Timur

Ompusunggu, Antony (2009) Penentuan Skala Prioritas Pemeliharaan Jembatan Di Jalan Pantura Jawa Timur. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 9103202401-Master_thesis.pdf] Text
9103202401-Master_thesis.pdf

Download (68MB)

Abstract

Kerusakan jembatan lazim terjadi saat masa layannya, di mana tingkat kerusakan harus diidentifikasi terlebih dahulu sebelum menentukan penanganan lebih lanjut. Sistem Manajemen Informasi Jembatan merupakan sistem identifikasi kerusakan yang telah diterapkan oleh Bina Marga. Salah satu penanganan terhadap kerusakan jembatan adalah dengan pemeliharaan, yaitu jembatan dengan nilai kondisi 4 dan nilai kondisi lalu lintas 0. Akan tetapi, banyaknya jembatan yang membutuhkan pemeliharaan dan keterbatasan anggaran yang ada membuat Bina Marga harus mempunyai prioritas dalam penentuan pelaksanaan program pemeliharaan. Penelitian ini berjenis studi kasus, di mana wilayah penelitiannya adalah tiga jembatan di Jalan Pantura Jawa Timur. Penelitian ini dimulai dari penentuan variabel/kriteria yang berpengaruh dalam penentuan skala prioritas pemeliharaan jembatan berdasarkan sintesis kajian yang dipertegas oleh responden ahli. Kemudian dilakukan pemilihan alternatif jembatan berdasarkan kriteria-kriteria tersebut dengan menggunakan alat analisis multivariat, yaitu AHP. Tahap selanjutnya dilakukan analisis sensitivitas untuk mengetahui kemapanan kriteria yang digunakan dalam penelitian ini guna menentukan alternatif jembatan dalam program pemeliharaan. Didapatkan urutan prioritas pemeliharaan jembatan, yaitu Jembatan Sabrang merupakan urutan pertama dengan persentase sebesar 54,7%, Jembatan Klompret urutan kedua yaitu 26,3%, dan Jembatan Sangrahan menempati urutan ketiga dengan 19%.
=================================================================================================================================
Deterioration of bridges commonly occurs during their service life, where the degree of deterioration needs to be identified before determining further treatment. The Bridge Management System is a system for identifying bridge deterioration that has been implemented by Bina Marga. One of the treatments for bridge deterioration is maintenance, particularly for bridges with a condition rating of 4 and a traffic condition rating of 0. However, the large number of bridges requiring maintenance and the limited available budget require Bina Marga to establish priorities in determining the implementation of maintenance programs. This priority-setting requires a comprehensive plan for determining the maintenance priority scale. The first stage involves determining the variables based on theoretical studies and expert assessments. The analytical technique used is the Analytical Hierarchy Process (AHP), which is commonly used by academics and professionals to determine priority scales. Sensitivity analysis is then conducted to determine the robustness of the criteria established for selecting bridge alternatives for maintenance. This research uses a case study approach, with the research area consisting of three bridges along the Pantura road in East Java. The resulting priority sequence for bridge maintenance places Sabrang Bridge as the first priority, with 54.47%, followed by Klompret Bridge in second place with 26.3%, and Sanggrahan Bridge in third place with 19%.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTMT 658.403 Omp p
Uncontrolled Keywords: metode AHP , pemeliharaan jembatan, AHP method, bridge maintenance
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD30.23 Decision making. Business requirements analysis.
Divisions: Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 61101-Master of Technology Management (MMT)
Depositing User: magang .
Date Deposited: 16 Sep 2026 06:15
Last Modified: 16 Sep 2026 06:15
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/144552

Actions (login required)

View Item View Item