Penilaian Aplikasi Pembebanan Terhadap Parameter Material Sedimen Di Daerah Hilir Dan Muara Sungai Bengawan Solo

Adriati, Fatin (2017) Penilaian Aplikasi Pembebanan Terhadap Parameter Material Sedimen Di Daerah Hilir Dan Muara Sungai Bengawan Solo. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3114201001-Master_Theses.pdf - Published Version

Download (6MB) | Preview

Abstract

Sungai Bengawan Solo mengalami permasalahan yang diakibatkan oleh erosi dan deposisi sedimen. Ketidakseimbangan antara erosi dan deposisi menyebabkan sedimen berlebih di atas dasar sungai dan selanjutnya mengakibatkan banjir dan pembentukan sandbar. Satu solusi usulan untuk mengatasi permasalah sedimen berlebih di sungai Bengawan Solo adalah pengerukan yang mempunyai dampak negatif bagi lingkungan. Oleh karena itu diperlukan tindakan yang penuh perhatian serta memerlukan pengetahuan tentang parameter sedimen yang terdeposisi. Pengetahuan tentang parameter sedimen yang terdeposisi, seperti parameter fisik dan kuat geser, didapatkan melalui percobaan di laboratorium yang meliputi tes parameter fisik, tes konsolidasi dan test geser langsung. Dari hasil yang diperoleh, material sedimen dikelompokkan menjadi sedimen pasir yang ditemukan di daerah hilir dan sedimen lempung yang ditemukan di daerah muara. Distribusi parameter sedimen berdasarkan kedalaman adalah bervariasi yang disebabkan oleh erosi dan deposisi yang terjadi secara berulang. Sementara itu, distribusi parameter sedimen berdasarkan lokasi adalah sesuai dengan jenis tanah yang disebabkan oleh sifat dan perilaku jenis tanah dari material sedimen itu sendiri. Erosi lebih dominan terjadi di Lokasi 1, 2 dan 4, sementara deposisi lebih dominan di Lokasi 3 dan 5. Kuat geser sedimen mengalami perubahan yang disebabkan oleh perubahan aplikasi pembebanan yang berupa beban sendiri dari lapisan sedimen itu sendiri. Sebagian besar sedimen mempunyai kuat geser yang lebih besar dari batas penggunaan metode pengerukan dengan kapasitas kecil (>20 kPa), sehingga memerlukan metode pengerukan dengan kapasitas besar (grab dredger) untuk mengeruk sedimen berlebih. Di masa depan, jika diinginkan untuk menggunakan metode pengerukan dengan kapasitas kecil seperti ploughing atau plain suction dredger, sedimen harus mempunyai kuat geser kurang dari 20 kN/m2 dengan berat volume kering berkisar antara 10 kN/m3 hingga 13 kN/m3. ========================================================= ========================================================= Bengawan Solo River undergoes river stream problems which are inflicted by erosion and deposition of sediment. Unbalance between erosion and deposition leads to excessive sediment on top of river bed and further results in flooding and sandbar formation. One proposed solution to solve excessive sediment problem at Bengawan Solo River is dredging which has negative effect on the environment. Hence, considerate action is necessary which requires knowledge of deposited sediment properties. The knowledge of deposited sediment, such as physical properties and shear strength, was obtained by doing laboratory test including physical properties test, consolidation test and direct shear test. From the results, sediment material is broadly grouped into sand sediment which found at downstream areas and clay sediment which found at estuary area. The distribution of sediment properties based on the depth is varies due to subsequent erosion and deposition over times. Meanwhile, the distribution of sediment properties based on the location of sediment sampling is appropriate with the soil type which caused by the behavior of soil type of sediment material. Erosion is more dominant at Location 1, 2 and 4, while deposition is more dominant at Location 3 and 5. Shear strength of sediment experiences alteration which is caused by the alteration of loading application in the form of self-weight of sediment layer itself. Most of sediment has shear strength greater than the limitation of utilization of small capacity dredging method (> 20 kPa) and thus, requires dredging method with large capacity (grab dredger) to remove the excessive sediment. In the future, if preferable to use dredging method with small capacity such as ploughing or plain suction dredger, the sediment should has shear strength less than 20 kN/m2 with dry unit weight range from 10 kN/m3 to 13 kN/m3.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: aplikasi pembebanan, kuat geser, pengerukan, sedimen, sungai Bengawan Solo,
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA710 Soil stabilization
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > (S2) Master Theses
Depositing User: - FATIN ADRIATI
Date Deposited: 20 Mar 2017 02:29
Last Modified: 20 Mar 2017 02:29
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/1949

Actions (login required)

View Item View Item