Desain Fasilitas Pelabuhan Perikanan Apung Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pelarangan Transhipment Di Indonesia

Fajri, Imran Ibnu (2016) Desain Fasilitas Pelabuhan Perikanan Apung Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Pelarangan Transhipment Di Indonesia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
4111100087-Undergraduate_Theses.pdf

Download (5MB) | Preview

Abstract

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti mengeluarkan peraturan pelarangan transhipment melalui Peraturan Menteri no. 57 Tahun 2014. Peraturan ini menunjukan komitmennya melawan Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU) di Indonesia yang merugikan negara hingga 110 Triliun Rupiah per tahun. Namun demikian, peraturan ini mendapatkan respon negatif dari para pelaku usaha perikanan dan para nelayan. Oleh karena itu dibutuhkan solusi untuk menjembatani dua kepentingan tersebut; pemerintah yang menginginkan pengawasan yang ketat demi menghindari praktik illegal fishing dan juga para pelaku industri yang menghendaki efisiensi biaya operasional. Pelabuhan Perikanan Apung (PPA) merupakan salah satu alternatif solusi yang cukup efektif. Karena meningkatkan pengawasan pada wilayah tertentu dan sekaligus menjadi pengganti transhipment bagi para pelaku bisnis perikanan. Isu harvest-losses pun dapat ditanggulangi. Accomodation Barge digunakan sebagai referensi desain. Dengan menggunakan metode desain kapal, didapatkan ukuran utama PPA dengan Lpp: 74 m, B: 21 m, H: 6 m, T: 4.2 m dan daya tampung ikan selama 10 hari sebesar 1645 ton. Fasilitas ini mampu meningkatkan kehadiran pemerintah di laut dalam menegakan regulasinya. =================================================================================================== Susi Pudjiastuti, The Minister of Kelautan dan Perikanan Indonesia have just announced her new regulation for banning transhipment process through Peraturan Menteri no. 57 Tahun 2014. This regulation have existed to show her commitment againts Illegal, Unreported and Unregulated Fishing (IUU) in Indonesia that made national tax losses above 110 billion Rupiah a year. Somehow, this regulation had negative responses from fisheries and industries. Base on that situation, the alternative solutions were needed to unite the differences interest between the government and fisheries. Floating Fishery Port (PPA) is one of effective solution for. Its can improve the effective supervision of government on the sea and allow the fisheries and industries press their oprational cost with transhipment subtituted by PPA . The harvest losses issues can be solved as well. Accomodation Barge is imitated for making PPA. Using design method of ship, obtained the main dimensions of PPA. Lpp: 74 m, B: 21m, H: 6 m, T: 4.2 m and can store 1645 Ton of fish about 10 days.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: IUU, Harvest-Losses, Pelabuhan Perikanan Apung, Transhipment, Accomodation
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology > Ocean Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Fajri Imran Ibnu
Date Deposited: 20 Feb 2018 02:02
Last Modified: 26 Dec 2018 07:55
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49279

Actions (login required)

View Item View Item