Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Balance Scorecard pada PT Jala Lautan Mulia

Wijaya, Dariant Deo (2018) Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Menggunakan Balance Scorecard pada PT Jala Lautan Mulia. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
TugasAkhir_DariantDeo_02411440000012.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Di era dimana persaingan global sangatlah terasa semakin ketat ini, suatu pengukuran kinerja merupakan hal yang sangat penting dan harus dimiliki oleh sebuah perusahaan. Apalagi ditengah ramainya persaingan di industri pengolahan ikan dengan didorong oleh adanya peluang yang tinggi membuat PT. Jala Lautan Mulia harus berbenah diri. PT. Jala Lautan Mulia yang merupakan perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan ikan ini belum memiliki sebuah sistem pengukuran kinerja perusahaan secara terintegrasi. Perusahaan hanya mengukur kinerjanya melalui laporan ketercapaian laba dan penjualan saja. Hal tersebut mengakibatkan performasi perusahaan secara menyeluruh belum terkontrol. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk suatu sistem pengukuran kinerja terintegrasi dengan metode Balance Scorecard (BSC). Balance Scorecard dinilai sesuai untuk diterapkan pada perusahaan profit oriented dimana tidak hanya fokus pada pengukuran aspek finansial saja melainkan aspek non finansial juga. Perancangan sistem pengukuran kinerja denga menggunakan balance scorecard didasarkan pada visi, misi, strategi dan proses bisnis dari perusahaan. Dikarenakan perusahaan belum memiliki strategi untuk itu dilakukan perancangan strategi dengan menggunakan analisis SWOT. Setelah dibentuknya strategi perusahaan, perancangan sistem pengukuran kinerja dapat dilakukan. Terdapat 11 strategi objektif dan 17 KPI yang didapatkan dari proses diskusi dengan pihak perusahaan. Dalam hal pembobotan, metode yang digunakan adalah Analytical Network Process (ANP) dengan menggunakan software super decisions. Dari hasil scoring system yang telah dibuat, terdapat 2 KPI yang berada pada zona merah, 7 KPI yang berada pada zona kuning dan 8 KPI pada zona hijau. Zona hijau menandakan KPI telah mencapai target namun tetap harus dilakukan pemantauan dan zona kuning menandakan bawah KPI hampir mencapai target dan harus dilakukan perbaikan. Untuk KPI yang berada pada zona merah memiliki arti bahwa KPI tersebut masih jauh dari target sehingga harus dilakukan penanganan dan perbaikan terlebih dahulu daripada KPI di zona lainnya. Adapun KPI yang berada pada zona merah adalah kelengkapan informasi yang tersedia dan kecepatan dalam pembuatan laporan. Total ketercapaian keseluruhan dari perusahaan adalah 0.7317 yang berarti saat ini perusahaan telah cukup baik dalam menjalankan proses bisnisnya. Sebuah dashboard pengukuran kinerja juga dirancang untuk dapat memudahkan pihak perusahaan dalam proses pemantauan hingga pengisian nilai dari tiap ketercapaian. =========================================================================================================== In an era where global competition is increasingly tight, a performance measurement is very important thing and must be owned by a company. Especially the rush of competition in the fish processing industry driven by the high opportunities make PT. Jala Lautan Mulia should improve their performance. PT. Jala Lautan Mulia which is a company engaged in the field of fish processing does not have an integrated company performance measurement system. Thus company only measure their performance through earnings and sales achievements only. This resulted in the overall performance of the company has not been controlled. Therefore, this study was conducted with the aim to establish an integrated performance measurement system with Balance Scorecard (BSC) method. Balance Scorecard is considered appropriate to apply to profit-oriented companies where not only focus on measuring financial aspects but also non-financial aspects as well. The design of performance measurement systems using the balance scorecard is based on the company's vision, mission, strategy and business processes. Because this company does not have a strategy, this study is doing strategy design using SWOT analysis. After the establishment of corporate strategy, the design of performance measurement system can be done. There are 11 objective strategies and 17 KPIs obtained from the discussion process with the company. In terms of weighting, the method used is Analytical Network Process (ANP) using super decisions software. From the scoring system that has been made, there are 2 KPIs located in the red zone, 7 KPI located in the yellow zone and 8 KPI in the green zone. The green zone indicates that the KPI has reached the target but it should be controlled and the yellow zone indicates that the KPI is nearing the target and should be improved. For KPI located in the red zone means that the KPI is still far from the target so it must be handled and repaired first instead of KPI in other zones. The KPI located in the red zone are the completeness of the available information and the speed in making the report. The total overall achievement of the company is 0.7317, which means that the company is now doing well in running its business processes. A performance measurement dashboard is also designed to make it easier for the company in the monitoring process or fill in the value of each achievement. Keyword: Performance Measurement System, Balance Scorecard, Key Performance Indicator, Analytical Network Process

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sistem Pengukuran Kinerja, Balance Scorecard, Key Performance Indicator, Analytical Network Process
Subjects: T Technology > T Technology (General)
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Dariant Deo Wijaya
Date Deposited: 27 Feb 2018 07:11
Last Modified: 27 Feb 2018 07:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/49486

Actions (login required)

View Item View Item