Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR)dengan Pre-treatment Kimiawi untuk Menurunkan Konsentrasi Organik dan Nitrogen

Imania, Arina Wida (2018) Pengolahan Lindi Menggunakan Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR)dengan Pre-treatment Kimiawi untuk Menurunkan Konsentrasi Organik dan Nitrogen. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
3314100083-Undergraduate_Theses.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Lindi menjadi salah satu permasalahan utama di TPA Ngipik Gresik karena belum adanya fasilitas pengolahan yang memadai. Lindi mengandung polutan senyawa organik dan nitrogen hasil penguraian sampah dengan konsentrasi tinggi. Lindi berpotensi mencemari lingkungan apabila tidak diolah. Salah satu cara efektif mengolah lindi adalah pengolahan biologis seperti Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR). MBBR mampu menurunkan jumlah senyawa organik dan nitrogen melalui proses aerobik-anoksik. MBBR bekerja dengan prinsip proses activated sludge dan menggunakan media sebagai tempat perkembangbiakkan mikroorganisme. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penurunan nitrogen dan zat organik pada lindi melalui pengolahan MBBR dengan variasi pre-treatment kimiawi menggunakan ozon dan durasi proses aerobik-anoksik. Pada penelitian ini digunakan sampel lindi yang berasal dari TPA Ngipik Gresik dan lumpur dari return activated sludge unit clarifier IPLT Keputih sebagai sumber biomassa. Penelitian dilakukan secara batch dengan kapasitas reaktor masing-masing sebesar 5 L. Reaktor dilengkapi dengan aerator dan pompa submersible untuk memudahkan pengkondisian proses aerobik-anoksik dalam MBBR. Untuk menciptakan kondisi aerobik, aerator dan pompa submersible akan dinyalakan, sedangkan untuk menciptakan kondisi anoksik, aerator dimatikan dengan membiarkan pompa submersible menyala. Dalam pengoperasiannya, MBBR membutuhkan media sebagai tempat mikroorganisme membentuk biofilm. Media yang digunakan adalah media Kaldnes tipe 1 (media K1) sebanyak 1 L (20% volume reaktor). Penelitian diawali dengan tahap analisis karakteristik awal, seeding dan aklimatisasi. Pada penelitian utama digunakan variasi pre-treatment menggunakan ozon dengan variasi waktu operasi 24 jam, 48 jam dan tanpa pre-treatment (kontrol). Variasi untuk durasi proses aerobik-anoksik digunakan waktu 45 jam untuk tiap siklus dengan variasi (dalam jam) 22,5 jam-22,5 jam (50%-50%), 31,5 jam-13,5 jam (70%-30%), dan 36 jam-9 jam (80%-20%). Pengolahan aerobik-anoksik dilakukan secara bertahap dalam reaktor yang sama. Dalam sekali pengolahan dilakukan 5 kali siklus sehingga membutuhkan waktu 10 hari. Pada penelitian ini dilakukan tiga kali analisis parameter utama yaitu sebelum proses aerobik, setelah aerobik dan setelah anoksik. Parameter utama yang digunakan adalah analisis organik (COD), amonium-nitrogen, nitrat-nitrogen dan nitrit-nitrogen. Parameter tambahan yang digunakan adalah TKN, DO, BOD, pH, dan salinitas. Analisis parameter tambahan dilakukan pada saat awal siklus (hari ke-0) dan akhir siklus ke-5 (hari ke-10). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pre-treatment dengan ozon dan MBBR optimum dalam mengoksidasi zat organik dan nitrogen. Pre-treatment dengan ozon optimum pada variasi waktu operasi 48 jam dengan penyisihan COD dan amonium-nitrogen mencapai 53,85% dan 52,1%. Sedangkan, pengolahan lindi dengan MBBR optimum menurunkan jumlah COD, amonium-nitrogen, dan nitrat-nitrogen pada durasi proses aerobik-anosik 36-9 jam dengan besar penyisihan masing-masing masing 92%, 65,98% dan 13,05%. ========== Leachate is one of the main problems in Ngipik, Gresik Landfill, as a result of no decent treatment facility. Leachate contains matter compound pollutants and nitrogen from decomposition of high concentration waste. Leachate potentially pollute environment if adequate treatment is not provided. One effective way to treat leachate is using biological treatment such as Moving Bed Biofilm Reactor. MBBR has the ability to reduce organic matter and nitrogen through aerobic-anoxic process. MBBR works with the pri nciple of activated sludge process, using a media as a breeding ground for microorganisms. This study aims to determine the effectiveness of nitrogen reduction and organic matter in leachate through MBBR treatment with chemical pre-treatment variation using ozone and the duration of aerobic-anoxic process. This research uses leachate samples obtained in Ngipik, Gresik Landfill and sludge samples from clarifier unit’s return activated sludge in Keputih Domestic Waste Water Treatment Plant as biomass source. The research conducted with batch method using reactors with capacity of 5 L each. Reactors were equipped with aerator and submersible pump to facilitate the conditioning of anoxic-anoxic processes in MBBR. To create aerobic condition, the aerator and submersible pumps will be turned on, while to create anoxic condition, the aerator will be switched off by keeping the submersible pump on. In its operation, MBBR requires a media where microorganisms can form biofilms. The media used is Kaldnes media type 1 (media K1) of 1 L (20% by volume of reactor). The research begins with the initial characteristic analysis stage, seeding, and acclimatization. During main research, pretreatment variation with ozone of 24 hours, 48 hours, and without pretreatment are used. While variation for duration of aerobic-anoxic process of 45 hours for each cycle with variation (in hours) 22.5 hours -22.5 hours (50% -50%), 31.5 hours-13.5 hours (70% - 30%), and 36 hours-9 hours (80% - 20%) are used. Aerobic-anoxic treatment is carried out gradually in the same reactor. In one-time processing 5 cycles are done, so it takes up to 10 days. This research conducts three times of main parameters analysis; before aerobic process, after aerobic, and after anoxic. The main parameters used were organic analysis (COD), ammonium-nitrogen, nitrate -nitrogen and nitrite-nitrogen. Additional parameters used are TKN, DO, BOD, pH, and salinity. Additional parameter analysis is performed at the beginning of the cycle (day 0) and by the end of the fifth cycle (10th day). The result showed that pre-treatment with ozone and MBBR is optimum in oxidizing oranic matter and nitrogen. Pre -treatment with ozone is optimum on 48 hours operating time with COD and ammonium-nitrogen removal up to 53.85% and 52.1 %. Optimum MBBR removes COD, ammonium-nitrogen, and nitrate -nitrogen on aerobic-anoxic process during 36-9 hours operating time with removal of 92%, 65,98% and 13,05%

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Lindi; Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR); Nitrogen; Pre-treatment; Senyawa organik; Leachate; Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR); Nitrogen; Pre-treatment; Organic matters
Subjects: Q Science > QR Microbiology
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD767.7 Sewage sludge treatment and disposal
T Technology > TP Chemical technology
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Arina Wida Imania
Date Deposited: 14 Mar 2018 07:04
Last Modified: 14 Mar 2018 07:04
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/50276

Actions (login required)

View Item View Item