Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Framework Balanced Scorecard pada Bisnis Klub Sepakbola di Indonesia

Ilmansyah, Muhammad Noorridho (2018) Perancangan Sistem Pengukuran Kinerja dengan Framework Balanced Scorecard pada Bisnis Klub Sepakbola di Indonesia. Undergraduate thesis, Insrtitut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
02411440000103-Undergraduate_Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Sepakbola merupakan olahraga yang paling populer di dunia. Pada era globalisasi seperti sekarang ini sepakbola bukan hanya soal menang atau kalah. Sepakbola kini sudah menjadi sebuah industri. Setiap klub sepakbola saat ini tidak hanya mengejar kemenangan saja, melainkan juga mengejar keuntungan dari bisnis sepakbola. Saat ini sepakbola Indonesia juga sudah memasuki era industri. Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 22 tahun 2011 yang menyatakan bahwa klub olahraga profesional dilarang menggunakan APBD dalam pendanannya membuat setiap klub sepakbola profesional di Indonesia mandiri dalam pendanaannya. Selain dituntut untuk mandiri dalam pendaannya, klub sepakbola di Indonesia juga harus lolos standarisasi AFC Club Licensing sebagai syarat sebuah klub telah dianggap benar-benar profesional. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk membentuk suatu sistem pengukuran kinerja terintegrasi dengan metode Balance Scorecard (BSC). Balanced Scorecard dianggap cocok untuk manajemen olahraga karena mampu menampilkan tidak hanya perspektif finansial namun juga visi dan strategi yang sangat krusial dalam bidang olahraga. Dengan target nilai yang terhubung ke perspektif non finansial seperti pelanggan, proses bisnis internal serta pembelajaran dan pertumbuhan. Perancangan sistem pengukuran kinerja dengan menggunakan balance scorecard didasarkan pada visi, misi, proses bisnis dari klub sepakbola, dan standarisasi AFC Club Licensing. Berdasarkan hal-hal tersebut didapatkan 15 strategi objektif dengan 2 strategi objektif pada perspektif finansial, 2 strategi objektif pada perspektif pelanggan, 6 strategi objektif pada perspektif proses bisnis internal, dan 5 strategi objektif pada perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Setelah didapatkan strategi objektif lalu dirumuskan menjadi KPI. KPI yang didapat berjumlah 31 dengan rincian 5 KPI dari perspektif finansial, 4 KPI dari perspektif pelanggan, 12 KPI dari perspektif proses bisnis internal dan 10 perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Setelah didapatkan KPI kemudian dilakukan pembobotan yang dilakukan oleh 10 expert di bidang sepakbola Indonesia. Berdasarkan pembobotan oleh expert diketahui bahwa perspektif dengan pembobotan tertinggi adalah perspektif finansial dengan bobot 0,438. Hal ini sesuai dengan tujuan klub sepakbola yang mengutamakan sisi finansial yang lancar agar dapat menopang proses bisnisnya. ================== most popular sports in the world. In the globalization era like nowadays football is not only about win and lose. Now, football is an industry. Every football club today is not only pursuing the victory, but also pursuing the profit from football industry. Indonesia football now is currently entered the industrial era of football. Based on the Minister of Internal Affairs Regulation no 22 year 2011 stating that every professional sports club are prohibited using APBD for sources of funding. That regulation makes every football club in Indonesia must be independent for its sources of funding. Besides being independent in funding, every football club in Indonesia must passed the AFC Club Licensing standardization as a condition of a club has been a clearly professional. Therefore, this study was conducted with the aim to establish an integrated performance measurement system with Balance Scorecard (BSC) method. Balanced scorecard is suitable for sport businesses because it is capable of presenting not only the financial processes but also the elements of vision and strategy so crucial in sports. With the designation of a target value connected to non-financial perspectives, the customer, learning and growth, and internal structural perspectives connected to organisational performance can also become quantifiable and through the assigned indicators the development tendency can be measured and controlled. The design of performance measurement system using balance scorecard is based on vision, mission, business process from football club, and AFC Club Licensing standardization. Based on those objectives, there are 15 objective strategies with 2 objective strategies in the financial perspective, 2 objective strategies on customer perspective, 6 objective strategies on the internal business process perspective, and 5 objective strategies on the learning and growth perspective. After obtained the objective strategy and then formulated into KPI. KPI obtained amounted to 31 with details of 5 KPI from financial perspective, 4 KPI from customer perspective, 12 KPI from internal business process perspective and 10 learning and growth perspective. After obtaining KPI then performed the weighting done by 10 experts in the field of Indonesian football. Based on the weighting by the expert is known that the perspective with the highest weighting is the financial perspective with a weight of 0.438. This is in accordance with the goals of football clubs that prioritize the smooth financial side in order to sustain the business process

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sport Management, Balance Scorecard, Manajemen Kinerja, Key Performance Indicator, Performance Management
Subjects: H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor > HD28 Management. Industrial Management
H Social Sciences > HF Commerce > HF5549.5.P35 Performance standards
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Industrial Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: Ilmansyah Muhammad Noorridho
Date Deposited: 21 Jan 2019 05:13
Last Modified: 21 Jan 2019 05:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/53443

Actions (login required)

View Item View Item