Analisis Perencanaan Transportasi Pasokan Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG): Studi Kasus Kepulauan Bangka Belitung

Nurlindha, Sheila (2018) Analisis Perencanaan Transportasi Pasokan Bahan Bakar Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG): Studi Kasus Kepulauan Bangka Belitung. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04411440000033_Undergraduate_theses.pdf]
Preview
Text
04411440000033_Undergraduate_theses.pdf - Accepted Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki 2 lokasi PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) di Bangka dengan kapasitas 2 x 25 MW dan 1x 25 MW di Belitung yang dioperasikan dengan dua bahan bakar, yaitu HSD dan LNG. Tren Kenaikan HSD sebesar 9% selama tiga tahun yang menyebabkan operasi PLTMG yang masih menggunakan 100% HSD ini kurang optimal. Untuk itu, dalam penelitian ini dilakukan perhitungan menggunakan metode optimasi untuk menghitung pola operasi port to port dan multiport yang menimbulkan unit biaya total yang minimum dari pengadaan bahan bakar PLTMG. Transportasi pasokan bahan bakar PLTMG di Kepulauan Bangka Belitung yang menghasilkan biaya minimum adalah dengan pola port to port. Untuk tujuan Bangka, rasio bahan bakarnya 20% HSD yang didapat dari kilang di Plaju, Palembang diangkut dengan SPOB berkapasitas 1.120 ton, frekuensi 15 kali dalam setahun dan 80% LNG yang berasal dari Kilang LNG Bontang diangkut dengan LNG Carrier berkapasitas 4.000 m3, frekuensi 31 kali dalam setahun dengan unit biaya total 9,34 juta rupiah per ton. Untuk tujuan Belitung rasio bahan bakarnya adalah 100% HSD yang berasal dari kilang di Plaju, Palembang diangkut dengan SPOB berkapasitas 2.800 ton, frekuensi 15 kali dalam setahun dengan unit biaya total sebesar 10,07 juta rupiah per ton.
==========================================================================================================
Bangka Belitung Islands Province has 2 locations of PLTMG (Gas Engine Power Plant) in Bangka with 2 x 25 MW and 1x 25 MW capacity in Belitung operated with two fuels, HSD and LNG. Tren of 9% HSD increase over three years causing PLTMG operation that still uses 100% HSD is not optimal. Therefore in this study, the calculation using the optimization method to calculate the pattern of port to port and multiport operations to obtain the minimum total unit cost of fuel procurement for PLTMG. Transportation of PLTMG fuel supply in Bangka Belitung Islands which produces minimum cost is using port to port pattern. For Bangka, the fuel ratio of 20% HSD obtained from the refinery in Plaju, Palembang then transported with a SPOB with a capacity of 1,120 tonnes with frequency of 15 times a year and 80% of LNG from Bontang LNG Plant, transported by LNG Carrier with 4,000 m3 capacity with 31 times frequency a year resulting in a total unit cost of 9.34 million rupiah per ton. For Belitung, the fuel ratio is 100% HSD from the refinery in Plaju, Palembang and then transported with SPOB 2,800 tonnes of capacity 15 times frequency a year, resulting in a total unit cost of 10.07 million rupiah per ton.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSTrL 665.743 Nur a-1 3100018078835
Uncontrolled Keywords: Keywords: PLTMG, HSD, LNG, Fuel Ratio, LNG Carrier, Tanker, SPOB
Subjects: V Naval Science > V Naval Science (General)
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM276.A1 Fuel (Including supplies, costs, etc.)
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Transportation Engineering > 21207-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Sheila Nurlindha
Date Deposited: 05 Dec 2020 09:34
Last Modified: 18 Dec 2020 07:23
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/55800

Actions (login required)

View Item View Item