Analisa Hidraulik Aliran Pada Uji Model Fisik Eksperimental Kolam Olak Berpenampang Majemuk

Pattiraja, Agustinus Haryanto (2015) Analisa Hidraulik Aliran Pada Uji Model Fisik Eksperimental Kolam Olak Berpenampang Majemuk. Masters thesis, Institut Technology Sepuluh Nopember.

[img] Text
3113205004-Master Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kolam olak merupakan bangunan peredam energi yang berbentuk kolam, yang prinsip peredaman energinya sebagian besar terjadi akibat proses pergesekan di antara molekul-molekul air, sehingga timbul olakan-olakan di dalam kolam tersebut. Tipe kolam olak yang paling sering digunakan adalah tipe USBR, namun pada beberapa kondisi alam tipe ini mengalami kendala dalam penerapannya sehingga dimodifikasi yaitu dengan membuat elevasi lantai kolam olak yang tidak sama antara dasar tepi dan tengah kolam olak sehingga menjadi kolam olak berpenampang ganda atau majemuk. Model kolam olak tipe ini dianggap cukup efektif dalam melakukan peredaman energi karena air tidak hanya mengalir ke arah longitudinal (arah utama) saluran, tetapi terjadi juga aliran sekunder yang arahnya tranversal ke dalam kolam olak utama. Untuk mengetahui lebih dalam tentang pengaruh model kolam olak tipe majemuk terhadap proses peredaman energi maka dilakukan analisa hidraulik aliran terhadap model tersebut. Model kolam olak dibuat dalam 4 skenario percobaan dan diuji dalam 3 kondisi hilir yaitu tanpa sekat, sekat 5 cm, dan sekat 10 cm. Skenario percobaan beberapa variasi yaitu dengan model tipe datar atau skenario 1, model dengan ketinggian elevasi salah satu tepi yang naikkan setinggi 0,1 m atau skenario 2, 0,2 m atau skenario 3, dan 0,3 m atau skenario 4. Hasil pengujian yang dilakukan pada uji model fisik menujukan semakin tinggi sisi tepi kolam olam semakin baik performa model dalam meredam energi aliran. Namun pada beberapa kondisi performa model tidak cukup baik meredam energi aliran dibandingkan dengan model kolam olak tipe datar. Sedangkan pada uji model matematik performa peredaman semakin baik terjadi hanya pada kondisi hilir dengan sekat setinggi 5 cm dan kondisi hilir setinggi 10 cm. Sehingga untuk korelasi ke 2 model uji tersebut secara keseluruhan tidak memiliki korelasi, sehingga model matematik yang telah dibuat perlu dilakukan penyempurnaan. ======================================================================================================= Stilling Basin is an energy absorbers building with a basin shaped which has a principle of energy reduction that mostly occurs as a result of the friction between molecules of the water. Consequently, it can be seen that fluctuation will occur into the basin. The most usable Stilling Basin is USBR type, even though in the wide variety of nature condition this type tends to have several problems when it is applied. Therefore, it has been modified by making a different elevasions between base and middle edge of the basin. These modification make basin as a compound or doubele section stilling basin. This type of stilling basin is considered as an effective form to reduce energy because water does not flow to longitudinal direction (main channel), however, the other secondary flow also occurs and its flows are transversal to the main stilling basin. To deep understand the effect of compound stilling basin regarding its proses of absorbing energy, then hydraulic flow is being analyzed to this model. The model of stilling basin is made into four scenarios, and it is tested into three downstream conditions without partition, 5 cm partition, and 10 cm partition. Testing scenarios have several variations, such as flat type model or scenario 1, height elevation from one edge that leveled up 0,1m of scenario2, 0,2m for scenario 3, and the last is 0,3m for scenario 4. The result of physical model shown higher edge of basin will enhance model perform to absorb flowing energy. Even, in several condition its perform is not really good to absorb flowing energy compare to flat type stilling basin. On the other hand, mathematical model test of absorbing shown better result only in downstream condition with 5cm partition and 10 cm of downstream condition. Hence, to correlate both of two model test, generally, do not have any correlation, further, mathematical model that have been made is necessary need to improve.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 627 Pat a
Uncontrolled Keywords: Kolam olak, Kolam Olak Berpenampang Majemuk, Analisa Hidraulik, Korelasi model.
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 26 Jun 2019 04:18
Last Modified: 26 Jun 2019 04:18
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/63276

Actions (login required)

View Item View Item