PRA DESAIN PABRIK “PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) MENGGUNAKAN PROSES KERING DENGAN PENAMBAHAN GRANULATED BLAST FURNACE SLAG”

Ningrum, Rifa and Ardiansyah, Vicky (2019) PRA DESAIN PABRIK “PORTLAND COMPOSITE CEMENT (PCC) MENGGUNAKAN PROSES KERING DENGAN PENAMBAHAN GRANULATED BLAST FURNACE SLAG”. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02211540000075_02211540000127-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02211540000075_02211540000127-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Semen adalah zat perekat (adhesive) yang mampu menyatukan atau merekatkan zat padat satu dengan yang lain menjadi kesatuan yang kokoh (Blezard, 2006). Semen juga merupakan perekat hidraulis, yang artinya ketika dicampur dengan air akan membentuk pasta dan mengeras melalui reaksi hidrasi yang kemudian akan mempertahankan kekuatannya serta stabil di dalam air, salah satu contohnya adalah semen portland (Jackson, 2006). Semen Portland merupakan semen hidrolis yang dihasilkan dengan cara menggiling klinker (terak) dengan bahan tambahan (aditif) lain. Perkembangan Semen Portland sudah dimulai sejak pada tahun 1850 dimana pada saat itu Semen Portland berhasil menggantikan Roman-Cement (Blezard, 2006). Laju pertumbuhan penduduk di Indonesia setiap tahun terus meningkat. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk maka kebutuhan akan bangunan untuk perumahan, pusat perbelanjaan, gedung bertingkat serta pabrik-pabrik akan meningkat pula. Proyek infrastruktur dan pembangunan properti yang terus meningkat di Indonesia berdampak langsung terhadap konsumsi semen nasional. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kementrian Perindustrian pada tahun 2013 hingga 2018, permintaan semen di Indonesia cenderung terus meningkat seiring dengan pertumbuhan property dan program pembangunan infrastruktur yang terus didorong pemerintah hingga beberapa tahun kedepan. Berdasarkan data kapasitas pabrik semen yang sudah berdiri saat ini tidak mengalami kenaikan, hal ini berbanding terbalik dengan jumlah permintaan semen yang terus meningkat setiap tahunnya. Dengan latar belakang seperti itu, pendirian pabrik semen di rasa masih perlu dilakukan. Dalam proses pembuatan semen terdapat empat teknologi, yaitu proses basah (Wet Processs) yaitu proses pembuatan semen dengan penambahan air pada proses penggilingan dan pencampuran bahan, dan yang kedua adalah proses kering (Dry proccess), yaitu proses penggilingan dan pencampuran bahan baku dalam keadaan kering, yang ketiga adalah proses semi basah (Semi wet proccess) dan yang terakhir adalah proses semi kering (Semi dry process). Dari keempat proses ini dipilih proses kering (Dry Process) karena di nilai lebih efisien dalam energi yang dibutuhkan untuk membuat semen. Adapun tahapan dry process adalah sebagai berikut: (1) Proses persiapan bahan baku, meliputi penambangan batu kapur, tanah liat dan proses pencampuran awal dengan bahan pengkoreksi berupa pasir silica dan pasir besi sebelum masuk ke dalam proses pengeringan dan penggilingan di vertical roller mill. Setelah melalui proses di dalam vertical roller mill, material yang telah dihaluskan dan dikeringkan (raw meal) akan ditingkatkan homogenitasnya di dalam blending silo sebelum masuk kedalam rotary kiln. (2) Pada proses pemanasan dan pembakaran terjadi di sepanjang cyclone pre-heater dan kiln. Reaksi yang terjadi adalah reaksi kalsinasi dan klinkerisasi. Reaksi yang terjadi adalah 4C + A + F  C4AF, 3C + A C3A, 2C + S C2S, C + C2S  C3S. Produk dari pembakaran di rotary kiln berupa klinker. (3) Proses finishing, pencampuran akhir antara klinker dan filler akan dilakukan di finish mill. Filler terdiri dari bahan aditif dan gypsum. Bahan aditif yang digunakan untuk pembuatan PCC adalah fly ash, slag dan limestone yang ditambahkan untuk tujuan meningkatkan kuat tekan dari semen itu sendiri. Pada finish mill selain proses pencampuran juga adanya proses penggilingan menjadi semen dengan ukuran partikel yang halus 45 µm. Proses akhirya itu penjualan yang dapat dilakukan dengan melalui proses pengepakan semen di packing plant atau dijual dalam bentuk curah. Penjualan dalam bentuk cement sack untuk setiap 50 kg/cement sack. Pendirian pabrik direncanakanakan berlangsung selama 2 tahun dari tahun 2019 dan akan mulai beroperasi mulai tahun 2021. Pabrik semen ini direncanakan akan didirikan di Desa Santu’un, Kecamatan Muara Uya Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Pemilihan lokasi pabrik dikarenakan ketersediaan bahan baku yang memadai dan jalur transportasi yang baik. Pabrik semen ini diperkirakan dapat memproduksi semen sebanyak 3.700.000 ton/tahun. Untuk memenuhi kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi secara kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Adapun bahan baku yang dibutuhkan dalam pabrik PCC ini adalah: (1) Batu kapur (limestone) sebanyak 2.911.446 ton/tahun, (2) Tanah liat sebanyak 388.810 ton/tahun, (3) Pasir silika sebanyak 179.408 ton/tahun, (4) Pasir besi sebanyak 31.441 ton/tahun. Selain itu untuk filler yang dibutuhkan: (1) Gypsum sebanyak 185.174 ton/tahun, (2) Fly Ash sebanyak 499.970 ton/tahun, (3) Limestone sebanyak 111.104 ton/tahun, (4) Slag sebanyak 499.970 ton/tahun. Dan juga dibutuhkan batu bara sebanyak 328.193 ton/tahun sebagai bahan bakar untuk alat seperti rotary kiln. Dari perhitungan analisa ekonomi, dengan harga jual semen ini sebesar Rp 65.000 per sack, dimana 1 sack berisi 50 kg semen, diperoleh nilai Internal Rate of Return (IRR) sebesar 32,93 %. Nilai IRR tersebut lebih besar dari bunga pinjaman sebesar 11.20 % per tahun, sehingga dari perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pabrik ini layak untuk didirikan. Waktu pengembalian modal (Pay Out Time) untuk pabrik PCC ini selama 3 tahun 7 bulan. Modal untuk pendirian pabrik menggunakan rasio 40% modal sendiri dan 60% modal pinjaman. Modal Tetap (Fixed Capital Investment / FCI) yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 2.021.700.838.580 dan juga Modal Kerja (Working Capital Invesment / WCI) yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 356.770.736.220 Sedangkan Break Event Point (BEP) yang diperoleh adalah sebesar 36,62 %. Hal ini menunjukkan bahwa pabrik PCC ini layak untuk didirikan.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Break Event Point, semen PCC, Slag, Pay Out Time
Subjects: Q Science
Q Science > QD Chemistry > QD251.2 Chemistry, Organic. Biochemistry
T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Rifa Fatma Ningrum
Date Deposited: 21 Jul 2026 01:10
Last Modified: 21 Jul 2026 01:10
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/65331

Actions (login required)

View Item View Item