Pra Desain Pabrik Olein Dari Crude Palm Oil (CPO)

Pujanintyas, Lestari and Cahyati, Erni Dwi (2019) Pra Desain Pabrik Olein Dari Crude Palm Oil (CPO). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02211745000023_02211745000011-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02211745000023_02211745000011-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi utama yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Industri pengolahannya memberikan kontribusi yang penting dalam menghasilkan devisa dan lapangan pekerjaan. Hal tersebut dikarenakan minyak kelapa sawit merupakan industri hulu yang sangat penting bagi berbagai industri lainnya, seperti: makanan, kosmetik, sabun dan cat. Bahkan akhir-akhir ini ada upaya penggunaan minyak kelapa sawit sebagai bahan baku pembuatan bahan bakar alternatif. Kondisi ini memacu perkembangan industri pengolahan kelapa sawit, baik kebutuhan dalam negeri maupun ekspor. Dan perkembangan industri sejalan dengan semakin meningkatnya luas areal perkebunan kelapa sawit. Hal ini juga sejalan dengan berkembangnya produksi Crude Palm Oil (CPO). Setiap tahunnya produksi CPO semakin meningkat. Hal ini dikarenakan kebutuhan CPO baik dalam negeri maupun luar negeri semakin besar. Indonesia merupakan negara penghasil Crude Palm Oil (CPO) terbesar kedua setelah Malaysia. Produksinya mencapai 22,5 juta ton (CPO & CPKO) dan pada tahun 2020 ditargetkan akan mencapai 40 juta ton. Sehingga bisnis kelapa sawit memiliki prospek yang cerah untuk beberapa tahun kedepan dengan meninjau bahan baku yang cukup melimpah di negara Indonesia.
Kelapa sawit merupakan salah satu bahan baku yang memiliki kandungan olein & stearin tinggi dan juga harganya lebih murah dibandingkan jenis bahan baku penghasil minyak (olein) yang lain. Sehingga kelapa sawit kerap dipilih menjadi salah satu bahan baku untuk memproduksi olein dan stearin. Berbagai produk hasil pengolahan kelapa sawit adalah minyak goreng, margarin, shortening, dan masih banyak lagi. Adapun di bidang non pangan yaitu oleochemical (fatty acid, fatty alcohol, glycerin) dan biodiesel. Produk dari proses pemurnian CPO (Crude Palm Oil) dan CPKO (Crude Palm Kernel Oil) diantaranya adalah olein dan stearin (Refined Palm Oil). Olein adalah minyak dari hasil fraksinasi dalam bentuk cair, sedangkan stearin adalah minyak dari hasil fraksinasi dalam bentuk padat. Olein kelapa sawit dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak goreng (coking oil) yang biasanya digunakan oleh pabrik makanan, restoran dan penggunaan di rumah tangga untuk memasak. Sementara stearin kelapa sawit (minyak padat) merupakan lemak khusus (Specialty Fats) yang biasanya diolah menjadi margarin.
Pabrik Olein akan didirikan dan siap beroperasi pada tahun 2023, dengan pembelian peralatan pada tahun 2021 dan masa konstruksi selama 2 tahun (2021-2023). Lokasi pabrik direncanakan di wilayah Palaran, Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Pemilihan lokasi pabrik ini berkaitan dengan ketersediaan bahan baku utama berupa Crude Palm Oil (CPO) yang dapat memenuhi kebutuhan pabrik Olein yang akan didirikan.
Bahan baku utama dalam proses pembuatan Olein yaitu Crude Palm Oil (CPO) yang memiliki komposisi sebesar 90% Trigliserida (TGA), 4,661% Digliserida (DGA), 0.2% Monogliserida (MGA), 4.9% Free Fatty Acid (FFA), 0.1580% Fosfolipid, 0.080% Karoten, dan 0.001% Tochoperols. Adapun bahan baku tambahan berupa Asam Phospat dan Bleaching Earth. Dosis yang digunakan yaitu sebesar 0.05% dari feed yang masuk untuk asam phospat. Sedangkan untuk Bleaching Earth dosis yang digunakan yaitu 1.4% dari feed yang masuk. Kebutuhan tersebut bergantung pada kualitas CPO yang digunakan untuk proses produksi.
Kapasitas produksi Olein direncanakan sebesar 500000 ton olein/tahun. Perencanaan ini berdasarkan jumlah lahan yang dimiliki oleh pabrik dan jumlah raw material yang tersedia untuk proses produksi. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 8 jam per hari selama 330 hari. Untuk memproduksi Olein sebesar 500000 ton olein/tahun diperlukan bahan baku CPO sebesar 104310,907 kg CPO/jam. Selain produk utama Olein, pabrik ini juga dapat memproduksi produk berupa stearin. Produk olein diolah menjadi minyak goreng dengan penambahan antioksidan, sementara produk stearin dapat diolah menjadi mentega. Selain itu hasil Palm Fatty Acid Distillated (PFAD) dapat diolah menjadi biodiesel.
Proses pembuatan Olein dapat diuraikan menjadi 2 tahapan proses, yaitu Proses Refinery dan Proses Fraksinasi. Proses Refinery dapat dibagi menjadi 4 tahapan proses yaitu tahap Degumming, Bleaching, Filtrasi, dan Deodorisasi. Dari tahap ini akan diperoleh produk berupa Refined Bleach Deodorized Palm Oil (RBDPO). Selanjutnya dilanjutkan proses Fraksinasi yang dibagi menjadi dua tahapan proses yaitu kristalisasi dan filtrasi. Pada tahap ini akan diperoleh produk Olein dan Stearin.
Proses awal dimulai dengan pretreatment bahan baku yaitu dengan memanaskan CPO hingga suhu mencapai 60oC. Kemudian dilanjutkan dengan proses Degumming dengan penambahan asam phospat sebesar 0.05% dari feed yang masuk. Pada tahap ini berguna untuk menetralisir gum (mengikat phospholipid non hidrat) dengan menggunakan tangki pengaduk. Selanjutnya proses Bleaching dengan penambahan Bleaching earth sebesar 1.4% dari feed yang masuk. Kebutuhan asam phospat dan Bleaching earth ini didasarkan atas kualitas dari bahan baku (CPO). Semakin tinggi kualitas bahan baku, maka kebutuhan asam phospat dan bleaching earth yang digunakan dalam proses semakin kecil. Penambahan bleaching earth dilakukan untuk mengadsorbsi impurities dan gum dari proses Degumming. Setelah itu dilanjutkan proses filtrasi untuk memisahkan bleaching earth dan impurities lain dengan minyak menggunakan Filter. Setelah itu masuk proses Deodorasi dengan menggunakan distilasi tray. Tahap ini berguna dalam penghilangan bau dan warna, serta menurunkan kadar FFA dengan proses vakum. Pada tahap deodorisasi didapatkan produk distilat berupa PFAD dan produk bottom berupa RBDPO. Hasil PFAD dapat diolah menjadi biodiesel, sedangkan produk RBDPO dilanjutkan ke proses selanjutnya.
Proses kedua yaitu Fraksinasi yang dibagi menjadi dua tahapan proses. Diawali dengan kristalisasi dengan menggunakan coil pendingin dari air cooling water. Proses kristalisasi dapat berlangsung kurang lebih 8 jam hingga terbentuk slurry beruapa olein (fraksi cair) dan stearin (fraksi padat). Selanjutnya dilanjutkan pada proses Filtrasi dengan menggunakan Filter press. Alat tersebut menggunakan prinsip constant flowrate, sehingga membutuhakan tekanan secara bertahap untuk memisahkan cake stearin dengan olein cair. Dari proses ini telah didapatkan olein dalam bentuk cair. Dengan penambahan antioksidan, olein dapat diolah menjadi minyak goreng yang dapat dijual di pasaran.
Untuk mengetahui kelayakan Pra Desain Pabrik ini dari segi ekonomi telah dilakukan analisa ekonomi yang meliputi perhitungan Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), Pay Out Time (POT), Break Even Point (BEP), dan Analisa Kepekaan. Internal Rate of Return (IRR) pabrik ini adalah 44,78% Angka ini lebih besar dari bunga bank yaitu 9,95%. Modal pabrik akan kembali setelah pabrik beroperasi selama 5,22 tahun. Waktu ini relatif singkat jika dibandingkan dengan perkiraan umur pabrik 10 tahun. Break Even Point yang didapat sebesar 36,38.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Crude Palm Oil, Olein, seleksi proses, refinery, fractination
Subjects: T Technology > TP Chemical technology
T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Erni Dwi Cahyati
Date Deposited: 22 Jul 2026 01:03
Last Modified: 22 Jul 2026 01:03
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/65975

Actions (login required)

View Item View Item