Studi Reduksi CO2 Udara Ambien Oleh Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Permukiman Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya

Jullanar, Balqis Rana Taqi (2019) Studi Reduksi CO2 Udara Ambien Oleh Ruang Terbuka Hijau Pada Kawasan Permukiman Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03211540000015-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
03211540000015-Undergraduate_Theses.pdf

Download (7MB) | Preview

Abstract

Laju pertumbuhan penduduk Kota Surabaya mencapai 0,63% per tahun menyebabkan peningkatan aktivitas perkotaan. Hal ini menyebabkan tingginya intensitas penggunaan lahan yang berdampak pengalihfungsian lahan bervegetasi menjadi area terbangun. Konversi lahan terbesar terjadi pada sektor permukiman yang menyebabkan produksi karbon dioksida (CO2) meningkat. Dampak yang ditimbulkan adalah pemanasan global. Emisi CO2 yang ditimbulkan secara langsung dari sektor permukiman berasal dari bahan bakar memasak (primer) dan energi listrik (sekunder). Total emisi CO2 di Kecamatan Gunung Anyar mencapai 91.458,42 ton CO2/tahun. Ruang Terbuka Hijau (RTH) merupakan suatu mitigasi untuk menjaga keseimbangan struktur kota karena mampu menyerap emisi CO2 dari segala aktivitas. Keberadaan luasan mangrove sebagai RTH di Kecamatan Gunung Anyar mengalami penurunan luasan sebesar 52% akibat pembangunan permukiman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh proporsi unsur ruang (RTH dan non RTH) terhadap nilai reduksi CO2 udara ambien (Net_CO2-Con) pada kawasan permukiman Kecamatan Gunung Anyar sehingga dihasilkan model penetapan RTH. Penentuan titik sampling menggunakan model box. Jumlah populasi (box) dan unit analisis (box sampel) ditetapkan berdasarkan luas kawasan dan kecepatan angin rata-rata. Metode yang digunakan adalah perhitungan integrasi deferensiasi. Penelitian dilakukan dengan pengukuran konsentrasi CO2 udara ambien selama 12 jam (06.00 hingga 18.00 WIB) pada 24 titik lokasi yang terbagi menjadi 3 cluster. Pengukuran dilakukan selama 7 hari (Senin-Minggu) dengan 5 kali pengulangan untuk hari kerja dan 2 kali untuk hari libur. Data pengukuran konsentrasi CO2 akan diplotkan dalam grafik (Ct). Persamaan konsentrasi (Ct) dideferensiasi untuk mendapatkan persamaan laju konsentrasi CO2 (dC/dt). Selanjutnya, dilakukan integrasi untuk mendapatkan nilai reduksi CO2 (Net-CO2-Con). Uji korelasi dan regresi digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis hubungan antar variabel dan parameter serta perumusan persamaan model RTH yang ideal. Hasil penelitian menunjukkan pola konsentrasi CO2 yang cenderung tinggi terjadi pada pagi hari (06.00), sedangkan terendah terjadi saat siang hari (12.00). Konsentrasi CO2 rata – rata pada Kecamatan Gunung Anyar berada di bawah kategori udara bersih WHO (310-330 ppm). Nilai Net_CO2_Con rata – rata di 24 unit analisis bernilai negatif (-) yang artinya terjadi reduksi yang lebih besar daripada emisi CO2. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa proporsi luasan RTH, permukiman, dan jalan/tanah berpengaruh signifikan terhadap nilai reduksi CO2 (Net_CO2) ditunjukkan dengan nilai P-value < 5%. Sedangkan badan air tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai reduksi CO2 (Net_CO2) karena nilai P-value > 5%. Model matematis penetapan ruang terbuka hijau untuk reduksi CO2 adalah Net_CO2 = -192,214 - 170,815 %RTH.
================================================================================================================================
The population growth rate of Surabaya is reaching 0,63% every year and it increases the urban activities. This explains the high intensity of land usage which impacted into the alteration of vegetative land into built-area. The largest land conversion is taken place in residential area which increases the carbon dioxide (CO2) production. Global warming is impacted by this phenomenon. The CO2 emission generated around residential area is originally produced from cooking fuel (primary) and electricity (secondary). The total CO2 emission of Gunung Anyar District is reaching 91.4852,42 ton CO2/year. Green Open Space is a mitigation to maintain the sustainability of the city structure because it can absorb CO2 emission from all activities. The existence of mangrove area as one of Gunung Anyar’s green space area is narrowing about 52% due to residential area establishment. The purpose of this analysis is to understand the impact for elemental proportions of space (Green Space Area and non-Green Space Area) with the reduction of CO2 value in ambient (Net_CO2-Con) in Gunung Anyar Residential Area, therefore the Green Space Area establishment model can be developed. The determination of the sampling point is using the box model. The amount of population (box) and analysis unit (sample box) is determined based on the region area and the average wind speed. This analysis is using integration differentiation calculations method. The analysis is conducted with measuring the CO2 concentration in ambient air for 12 hours (from 6 AM till 6 PM) in 24 location points which divided into 3 clusters. This procedure is conducted for 7 days (From Monday to Sunday) with 5 times repetition on the weekday and twice on the weekend. The CO2 concentration measurement data will be plotted into graphic (Ct). The equation of concentration (Ct) is differentiated to achieve CO2 reduction value (Net-CO2-Con). The correlation and regression test is used on this analysis to analyze the correlation between variables and parameters, also to formulate the ideal equation of Green Space Area model. The analysis result is showing the quite high CO2 concentration pattern is occurring in morning time (6 AM), meanwhile the lowest concentration is occurring in the day time (12 PM). The average CO2 concentration in Gunung Anyar district below the quality standard of WHO (310-330 ppm). The Net- _CO2_Con average value in 24 analysis units is negative (-), which means the higher reduction was occurred rather than the CO2 emission. The correlation test result is showing Green Space Area proportion, residential area, and road are significantly affected the reduction of CO2 value (Net_CO2) which showed with P-value < 5%. In the other hand, the water body has no significant impact with CO2 reduction value (Net_CO2) due to P-value > 5%. The mathematic model of determining the green space area for CO2 reduction is Net_CO2 = -192,214-170,815 %GOS.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSL 628.53 Jul s-1 2019
Uncontrolled Keywords: emisi CO2, model box, Net_CO2-Con, permukiman, ruang terbuka hijau
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD171.75 Climate change mitigation
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD192.5 Bioremediation
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD883.5 Air--Pollution
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Balqis Rana Taqi Jullanar
Date Deposited: 04 Mar 2024 03:08
Last Modified: 04 Mar 2024 03:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/66627

Actions (login required)

View Item View Item