Efektivitas Kebijakan Rusunawa sebagai Solusi Kebutuhan Bermukim Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat

Kasih, Nur Arning Tengara (2019) Efektivitas Kebijakan Rusunawa sebagai Solusi Kebutuhan Bermukim Masyarakat Berpenghasilan Rendah di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08211540000031-Undergraduate_Theses.pdf]
Preview
Text
08211540000031-Undergraduate_Theses.pdf

Download (3MB) | Preview

Abstract

Pada tahun 2017 di Kota Mataram jumlah rumah tangga MBR mencapai 36.376 dari 6 Kecamatan. Terjadi backlog di Kota Mataram pada tahun 2017 sebesar 81.869. Kebutuhan rumah di Kota Mataram ± 27.930 unit/tahun atau sebesar 20% per tahun. Daya tampung kota Mataram dengan luas perumahan 551,05 Ha sudah tidak dapat mencukupi. Sehingga untuk mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim MBR, pemerintah Kota Mataram mengeluarkan kebijakan salah satunya penyediaan rumah susun sewa bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Namun, pada tahun 2018 Kota Mataram diguncang gempa selama 2 (dua) bulan yang berdampak pada kerusakan beberapa bagian pada bangunan Rusunawa di Kota Mataram. Dikarenakan adanya dampak gempa yang menyebabkan kerusakan di beberapa bagian bangunan rusunawa, tingkat okupansi ketiga Rusunawa yang telah disediakan pemerintah tersebut menurun. Angka backlog yang seharusnya menurun namun ternyata kebutuhan rumah sampai dengan tahun 2018 meningkat 59,16 % atau 221.519 unit. Penelitian ini bertujuan untuk menilai tingkat efektivitas kebijakan rusunawa dalam mengurangi angka backlog dan memenuhi kebutuhan bermukim sesuai dengan arahan tata ruang kota. Penelitian ini melalui tiga tahap analisis. Tahap pertama yakni mengidentifikasi kebutuhan bermukim MBR di Kota Mataram. Teknik analisis yang digunakan yakni scoring dan service quality. Tahap kedua dilakukan analisis kebijakan pemerintah daerah kota Mataram. Teknik analisis yang dilakukan adalah literature review. Setelah dilakukannya literature review, hasil dari identifikasi kebutuhan bermukim MBR dan kebijakan rusunawa di kota Mataram baik tertulis maupun respon pemerintah dalam implementasi disandingkan dengan kondisi ideal berupa peraturan/kebijakan pusat/penelitian. Tahap yang ketiga adalah penilaian tingkat efektivitas kebijakan rusunawa, indikator penilaian dilihat dari tujuan kebijakan rusunawa yakni ketercapaian memenuhi kebutuhan bermukim MBR hasil dari input sasaran 1 dan 2, ketercapaian mengurangi angka backlog dengan literature review, dan kesesuaian dengan arahan tata ruang dengan overlay. Hasil penelitian ini adalah penilaian tingkat efektivitas kebijakan rusunawa di Kota Mataram. Didapatkan data berdasarkan penilaian tiga indikator yang telah ditentukan bahwa kebijakan rusunawa dalam memenuhi kebutuhan bermukim kurang efektif. Lokasi rusunawa belum sesuai dengan lahan peruntukkan yang tertulis dalam RTRW Kota Matararam 2011-2031, kebijakan rusunawa belum berhasil mengurangi angka backlog, dalam implementasi kebijakan bermukim MBR, jumlah kebutuhan bermukim yang belum terpenuhi lebih besar dari jumlah kebutuhan bermukim yang sudah terpenuhi
======================================================================================================================================
In 2017 at Mataram City the population that categorized as of low income people from 6 district is 36.766. The housing backlog in Mataram City in the year of 2017 about 81.869. The housing needs of Mataram City is about 27.930 units a year or about 20% a year. The capacity of Mataram City with the settlement area around 551,05 Ha is not sufficient. In order to reduce the housing backlog and to fulfill the housing needs of low income people, the government release the policies, one of them consists of the provision of Rusunawa for the low income people. The housing backlog should be decrease, but the housing needs in 2018 increase 59,16% or 221.519 units. This research has a goal to evaluate the policy effectiveness of Rusunawa to reducing the housing backlog and fulfill the needs of housing that compatible with the city planning of Mataram. The research has three steps of analysist. The first step is identify the needs of low income people housing in Mataram City with scoring and service quality. The second step is analyze the Mataram government policy of housing needs with literature review. The third step is scoring the Rusunawa policy effectiveness as a solution of housing needs for low income people in Mataram City with overlay, literature review, input from the first and second step. From the analisyst result, it represents that the housing needs is less effective. The location of the Rusunawa is not match with the landuse of settlements that shows in the document of RTRW of Mataram City 2011-2031. The policy of the Rusunawa has been not optimalizing its function or its contribution to reduce the housing backlog. In the implementation of low income people housing policy, the amount of unfulfilled housing needs that is more than the fulfilled housing needs.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Masyarakat Berpenghasilan Rendah, Rusunawa, Backlog, Kebijakan Permukiman
Subjects: H Social Sciences > H Social Sciences (General)
H Social Sciences > HV Social pathology. Social and public welfare
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Nur Arning Tengara Kasih
Date Deposited: 06 Aug 2026 04:42
Last Modified: 06 Aug 2026 04:42
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/66895

Actions (login required)

View Item View Item