PRA DESAIN PABRIK PENGOLAHAN GARAM RAKYAT MENJADI GARAM INDUSTRI

velentin, adelia dwi and rachmawati, aini PRA DESAIN PABRIK PENGOLAHAN GARAM RAKYAT MENJADI GARAM INDUSTRI. PRA DESAIN PABRIK PENGOLAHAN GARAM RAKYAT MENJADI GARAM INDUSTRI. (Unpublished)

[thumbnail of 02211646000023_02211646000031-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02211646000023_02211646000031-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Garam dapat didefinisikan sebagai kumpulan senyawa kimia yang komposisi utamanya adalah Natrium Klorida (NaCl) dengan zat-zat pengotor terdiri dari CaSO4, MgSO4, MgCl2 dan lain-lain. Garam dapat diperoleh dengan beberapa cara yaitu penguapan air laut dengan sinar matahari, penambangan batuan garam (rock salt) serta dari sumur air garam (brine).
Berdasarkan pemanfaatannya, garam dibagi menjadi dua kelompok yaitu garam konsumsi dan garam industri. Garam konsumsi berdasarkan Permenprin no. 84 tahun 2014 memiliki kandungan NaCl minimal 94%. Untuk garam industri, dibutuhkan kandungan NaCl lebih tinggi, sebagai contoh industri perminyakan, tekstil dan penyamakan kulit membutuhkan kandungan NaCl diatas 97,5%, industri petrokimia dengan kadar NaCl diatas 96% dan industri farmasi dengan kadar NaCl diatas 99,8%.
Pabrik direncanakan mulai beroperasi tahun 2022 dengan kapasitas produksi sebesar 160.000 ton/ tahun. Lokasi pendirian pabrik pengolahan garam rakyat menjadi garam industri ini direncanakan di Kawasan Industri Plered, Cirebon, Jawa Barat. Kota Cirebon dipilih ketersediaan bahan baku yang paling tinggi di Kota Cirebon yaitu sebesar 435,4 ribu ton dengan luas lahan 3858 Ha. Lokasi pemasaran di daerah Jawa Barat dimana terdapat PT Asahimas Chemical, PT Sulfindo Adiusaha, PT Pabrik Kertas Noore dan PT Eco Paper yang memerlukan garam industri sebagai bahan baku.
Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari dari bahan baku sebesar 23.722,569 kg/jam, dapat dihasilkan produk garam industri sebesar 20.171,794 kg/jam. Proses pembuatan garam rakyat menjadi garam industri dapat diuraikan menjadi 3 tahapan proses, yaitu Tahap Persiapan (Pre-Treatment) bahan baku, Tahap Pencucian dan Pemisahan dan Tahap Pengeringan dan Pengemasan.
Pada tahap persiapan, garam rakyat dari gudang bahan baku diangkut meggunakan Belt Conveyor I menuju ke Roll Crusher untuk dilakukan proses size reduction agar ukurannya menjadi lebih kecil. Selain untuk melakukan pengecilan ukuran, roll crusher berfungsi memecah inti kristal dari garam lalu garam rakyat di Screener. Kemudian garam rakyat ditampung di Silo sebagai tempat penyimpanan sementara sebelum dilakukan pencucian garam tahap pertama.
Pada tahap kedua yaitu proses washing atau pencucian garam mengunakan larutan brine atau larutan NaCl jenuh untuk meghilangkan pengotor seperti NaOH, Na2CO3 dan Ca(OH)2. Proses tersebut dilakukan secara 2 tahap. Pencucian pertama menggunkan mixer tank, sedangkan pecucian kedua menggunakan screw washer. Pada pencucian bahan baku garam rakyat tahap I Garam rakyat dari Silo kemudian dikirimkan ke tangki pencuci garam tahap 1. Mesin pencuci tahap 1 berbentuk tangki berpengaduk. Selanjutnya garam rakyat yang telah tercuci dikirimkan ke mesin pencuci tahap 2 yang berbentuk screw washer dengan model berupa tangki yang disambungan dengan screw conveyor. Pencucian tahap garam rakyat tahap 2 ini dimaksudkan untuk menyempurnakan proses pencucian di tahap 1 mengingat kadar kadar rakyat yang berasal dari lahan pegaraman berkadar NaCl 80-90 %. Garam hasil pencucian di screw washer selanjutnya dikirimkan ke peralatan centrifuge. Fungsi centrifugee ini memisahkan kristal garam dengan larutan garam. Dimana kristal garam akan menempel pada dinding centrifuge sedangkan larutan akan keluar dari centrifuge. Selanjutnya garam akan melalui proses drying dimana proses ini bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam garam agar kemurnian garam dapat meningkat sesuai dengan standar SNI.
Pada tahap akhir, garam dari rotary dryer akan memasuki rotary cooler untuk mengurangi suhu dari garam agar tidak terlalu panas. Setelah suhu garam turun, garam akan masuk pada Roll Crusher dimana pada proses ini, bertujuan untuk mengecilkan ukuran garam. Setelah di giling, garam kemudian disortir pada alat screener untuk memisahkan garam dengan ukuran yang telah sesuai standar dengan yang tidak sesuai standar. Garam yang tidak sesai standar akan dikembalikan ke Roll Crusher. Selanjutnya garam akan dimasukkan ke dalam Silo akan ditampung sebelum dikemas. Garam industri yang keluar akan langsung menuju proses packing.
Pabrik garam industri ini merupakan perusahaan yang berbadan hukum Perseroan Terbatas (PT) dengan sistem organisasi garis dan staff. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas 160.000 ton/tahun diperlukan total modal investasi sebesar Rp 264.886.985.376,- dan total biaya produksi sebesar Rp. 395.069.278.248,- dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp. 480.000.000.000,- per tahun. Dengan estimasi umur pabrik 10 tahun, dapat diketahui internal rate of return (IRR) sebesar 20%, pay out time (POT) 6,0 tahun dan break even point (BEP) sebesar 41,09 %.

Item Type: Article
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP370 Food processing and manufacture
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: rachmawati aini
Date Deposited: 21 Jul 2026 06:13
Last Modified: 21 Jul 2026 06:13
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/67111

Actions (login required)

View Item View Item