Effect Geometry of Courtyard Building on Cooling EnergyCase of High Rise Apartments in Surabaya

Dewi, Putri Melati (2019) Effect Geometry of Courtyard Building on Cooling EnergyCase of High Rise Apartments in Surabaya. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 08111750040001 - PUTRI MELATI DEWI.pdf]
Preview
Text
08111750040001 - PUTRI MELATI DEWI.pdf

Download (40MB) | Preview

Abstract

Most of the electricity produced in Indonesia are consumed by residential sectors. Rapid development of high rise apartments, which rely heavily on mechanical cooling, are expected to increase the electricity consumption. Cooling energy can be reduced by minimizing solar heat gain generated by building envelope. Self-shading by building form is one of design strategy to reduce exposed area from direct solar radiation. Nowadays, there are unlimited design of different building shape in tropical cities, such as Surabaya. High rise apartments with courtyard is one of dominant building geometry of multi storey residential building. These kind of apartment existed in different geometries, including H, U, Double U, Double L, and Quadruple L. These various building geometries create different shading area, and influence buildings thermal performance. The aim of this study is to identify the impact geometries on high rise apartment with courtyard towards cooling energy consumption. Research methodology in this research are experimental research with simulation as tactic. Variable studied in this research are building geometries, courtyard aspect ratio, and building orientation. Design Builder by Energy Plus version 5.0 is the simulation tool used in this research. The result of this study showed that the impact of building geometry with courtyard could reduce annual cooling energy up to 4.35%. Annual cooling energy reduction up to 6.46% is obtained as the impact of three different variables: building geometries, courtyard aspect ratio, and building orientation. Building geometries which generate the lowest annual cooling energy, is building geometries which has higher percentage of windows facing the courtyard area than windows located in the perimeter area, due to the result of layout arrangement. Among five different building geometries studied, Double L geometries generate the lowest annual cooling energy with courtyard aspect ratio of 1:1, and U geometries generate the lowest annual cooling energy with courtyard aspect ratio of 1:2.
=====================================================================================================================================
Sebagian besar energi listrik diproduksi di Indonesia digunakan untuk konsumsi rumah tangga. Perkembangan pesat apartemen bertingkat tinggi, yang bergantung pada penghawaan buatan, akan meningkatkan pertumbuhan konsumsi listrik. Energi pendingin pada bangunan dapat diminimalisir dengan mengurangi paparan sinar matahari yang mengenai selubung bangunan. Pembayangan oleh bentuk bangunan itu sendiri adalah salah satu cara untuk mengurangi paparan radiasi matahari secara langsung. Saat ini terdapat berbagai macam bentuk bangunan di kota-kota tropis, salah satunya Surabaya. Apartemen bertingkat tinggi dengan courtyard adalah salah satu bentuk bangunan yang sering ditemui pada hunian bertingkat. Terdapat berbagai macam bentuk apartemen dengan courtyard, yaitu H, U, Double U, Double L, dan Quadruple L. Berbagai macam bentuk apartemen ini, menciptakan pembayangan bangunan yang berbeda-beda. Tujuan dari studi ini adalah mengidentifikasi perngaruh berbagai macam geometri apartemen dengan courtyard terhadap konsumsi energi pendingin apartemen. Metode yang digunakan pada riset ini adalah riset eksperimen menggunakan simulasi sebagai taktik. Variabel independen dalam studi ini adalah geometri bangunan, aspek rasio courtyard, dan orientasi bangunan. Design Builder oleh Energy Plus versi 5.0 adalah perangkat yang digunakan untuk simulasi pada riset ini. Hasil dari studi menunjukkan pemilihan geometri bangunan dengan courtyard dapat menghemat konsumsi energi tahunan sebesar 4.35%. Reduksi energi pendingin tahunan sebesar 6.46% dapat didapatkan dengan mengkombinasikan efek dari geometri bangunan, aspek rasio courtyard, dan orientasi bangunan. Geometri bangunan yang menghasilkan konsumsi energi pendingin terendah adalah geometri yang mempunyai persentase luas jendela yang lebih tinggi menghadap courtyard, daripada luas jendela yang terletak pada sisi perimeter bangunan. Geometri Double L menghasilkan energi pendingin paling rendah ketika aspek rasio courtyard adalah 1:1, sedangkan Geometri U menghasilkan energi pendingin paling rendah ketika aspek rasio courtyard 1:2

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Apartment, Cooling Energy, Courtyard, High Rise Residential Building, Shape
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
N Fine Arts > NA Architecture > NA2542.36 Sustainable architecture
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Architecture > 23101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Dewi Putri Melati
Date Deposited: 06 Aug 2026 01:11
Last Modified: 06 Aug 2026 01:11
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/69501

Actions (login required)

View Item View Item