Defamiliarization Of Tradition: Museum Tambang Pasir Sungai Brantas

Septi, Triana (2016) Defamiliarization Of Tradition: Museum Tambang Pasir Sungai Brantas. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
3212100005-undergraduate-theses.pdf - Published Version

Download (3MB) | Preview

Abstract

Kegiatan penambangan pasir tradisional di sekitar daerah aliran sungai Brantas semakin jarang ditemukan, karena telah tergantikan oleh teknologi penambangan pasir modern dengan menggunakan mesin penyedot pasir. Namun hal ini menimbulkan beberapa permasalahan seperti kesenjangan ekonomi dan sosial antara masyarakat penambang pasir, hingga hilangnya karakteristik kawasan sekitar Sungai Brantas. Oleh karena itu kegiatan penambangan pasir tradisional yang sempat ditinggalkan, kini kembali dihidupkan. Melalui pendekatan Regionalisme Kritis, respon arsitektural yang diusulkan adalah sebuah fasilitas berupa museum yang mampu merepresentasikan kehidupan masyarakat penambang pasir tradisional. Sebuah tradisi penambangan pasir yang telah dikenal akrab oleh masyarakat sekitar akan diperkenalkan kembali dalam wujud yang baru dan berbeda. Obyek rancang museum ini bertujuan untuk mengingatkan kembali tentang tradisi tersebut, sekaligus mengedukasi masyarakat luas tentang teknik penambangan pasir yang berwawasan lingkungan. Obyek rancang ini diharapkan juga dapat membentuk sebuah identitas baru bagi kawasan di sekitar aliran Sungai Brantas yang memiliki keterikatan sejarah dengan kota Kediri. Konsep utama Defamiliarisasi Tradisi ini mencoba untuk menghadirkan kualitas arsitektur yang memiliki identitas, dinamis dan mengacu ke depan. Konsep ini diwujudkan dengan metoda Precedent dari buku Basic Design Methods, Kari Jormakka. Preseden yang digunakan adalah “proses penambangan pasir tradisional” yang telah dikenal oleh masyarakat penambang pasir. ============================================================ The tradition of sand mining in Sungai Brantas has been replaced with the modern one by using mechanical tools. It causes some issues such as enviromental damages, economic and social gap between the traditional and modern sand mining communities, and loss of regional characteristics in the area of Sungai Brantas. Therefore, the sand mining activities in Sungai Brantas is reinstated by using the traditional method. Through critical regionalism approach, the architecural object that has been proposed to respond this issue is a museum. This museum must be able to represent the life of traditional sand mining community. It will reintroduce the traditional sand mining method in a new and different from. This museum aims to remind people about sand mining tradition, as well as educate them about the enviromentally safesand mining techniques. It is also expected to create a new identity in the area of Sungai Brantas, which has a historical attachment with the region of Kediri. The main concept, Defamiliarization of Tradition tries to bring the qualities of architecture contains identity, a dinamycs, and forward-looking concept. This concept is embodied with a design method called Precedent according to the book, Basic Design Methods written by Kari Jormakka. The precedent that is used in this methods is “the process of traditional sand mining” which has been recognized by sand mining community in Sungai Brantas.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSA 727.8 Tri d
Uncontrolled Keywords: defamiliarisasi, identitas, museum, regionalisme kritis, tambang pasir
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture > NA6600 Education buildings
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > 23201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: EKO BUDI RAHARJO
Date Deposited: 22 Oct 2019 05:16
Last Modified: 22 Oct 2019 05:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71344

Actions (login required)

View Item View Item