Desain Rumah Niang dalam Merespon Kondisi Termal di Dataran Tinggi

Alfred D.D., Petrus Jhon (2015) Desain Rumah Niang dalam Merespon Kondisi Termal di Dataran Tinggi. Masters thesis, Institut Teknology Sepuluh Nopember.

[img] Text
3212204002-Master Thesis.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Rumah Niang adalah salah satu dari sepuluh ragam Arsitektur Tradisional di Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berada di dataran tinggi Kabupaten Manggarai (800 - 1200 dpl), yang tumbuh dari rakyat dengan segala macam tradisi serta memanfaatkan berbagai potensi-potensi lokal seperti material, teknologi dan pengetahuan yang ada. Namun potensi-potensi lokal seperti penggunaan material lokal (lightweight) tersebut menimbulkan permasalahan di daerah dataran tinggi yang cenderung dingin (To: 15°C - 25°C, RH: 85%) karena sifat termal dari material lightweight mudah lepas dan mengalir keluar sehingga dapat berpotensi menciptakan kondisi underheating dan mempengaruhi kondisi kenyamanan dalam bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh desain rumah Niang dalam merespon kondisi termal di dataran tinggi dan menganalisa perilaku material dari elemen desain yang berpengaruh terhadap kondisi termal rumah Niang. Metode penelitian ini adalah simulasi dengan bantuan software ARCHIPAK versi 5.0. Simulasi dengan software ARCHIPAK digunakan untuk mencari pengaruh variabel bebas berupa bentuk (volume dan proporsi), elemen (luas permukaan) dan material (thermal properties) terhadap variabel terikat berupa kondisi termal di dataran tinggi. Simulasi dilakukan pada 3 model desain rumah Niang dengan perbedaan tipologi bentuk, proporsi dan elemen material yang digunakan. Hasil akhir dalam penelitian ini menunjukkan bahwa desain rumah Niang belum dapat memberikan kenyamanan termal yang memadai terutama pada malam hari hingga pagi hari, dimana kondisi nyaman saat bangunan aktif digunakan hanya 7 jam di bulan terdingin dan 8 jam di bulan terpanas. Dari simulasi juga dapat diketahui bahwa lantai dan atap merupakan elemen yang paling kritis terhadap pelepasan panas. Meskipun dalam kondisi suhu udara yang cukup dingin, penghuni rumah Niang masih dapat merasakan nyaman. Untuk mengatasi kondisi tersebut penghuni melakukan adaptasi dengan menggunakan pakaian yang berlapis-lapis dengan nilai insulasi pakaian 0,96 clo hingga 1,30 clo. =========================================================================================================== Niang home is one of the ten varieties of Traditional Architecture in East Nusa Tenggara province located in the highlands of Manggarai regency (800 - 1200 above sea level), which grew out of people with all kinds of traditions and utilize a variety of local potentials such as materials, technology and knowledge which exists. But local potentials such as the use of local materials (lightweight) raises problems in upland areas that tend to be cold (To: 15 ° C - 25 ° C, RH: 85%) due to the thermal properties of lightweight material is loose and flowing out so can potentially create underheating and conditions affecting comfort conditions in buildings. This research aimed to evaluate the effect of Niang home design in response to thermal conditions in the highlands and analyze the behavior of the material of the design elements that influence the thermal conditions Niang home. This research method is simulated with the help of software ARCHIPAK version 5.0. Simulation with ARCHIPAK software used to find the influence of independent variables such as shape (volume and proportion), element (surface area) and material (thermal properties) on the dependent variable in the form of thermal conditions in the highlands. Simulations were performed on three models with different designs Niang house typology shape, proportion and material elements are used. The final results of this study indicate that design of house Niang can not provide adequate thermal comfort, especially at night until morning, where comfortable condition when active building used in coldest month only 7 hours and 8 hours of hottest months. From the simulation can also be seen that floor and roof is the most a critical element of the heat release. Although the air temperature is cold enough, occupants of the house Niang can still feel comfortable. To overcome the condition occupants adaptation using layered clothing and add a jacket, gloves, head cover and neck with clothing insulation values 0.96 - 1.30 clo.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTA 720.959 868 Pet d
Uncontrolled Keywords: desain rumah niang, kondisi termal, dataran tinggi
Subjects: N Fine Arts > NA Architecture
Divisions: Faculty of Architecture, Design, and Planning > Architecture > (S2) Master Theses
Depositing User: Mr. Tondo Indra Nyata
Date Deposited: 28 Oct 2019 02:31
Last Modified: 28 Oct 2019 02:31
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71430

Actions (login required)

View Item View Item