Analisis Persebaran Seismisitas Wilayah Sumatera Selatan Periode 2010-2015 Dengan Menggunakan Metode Double Difference

Maulidah, Dewi Fajriyyatul (2016) Analisis Persebaran Seismisitas Wilayah Sumatera Selatan Periode 2010-2015 Dengan Menggunakan Metode Double Difference. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img]
Preview
Text
1112100005-undergraduate theses.pdf - Accepted Version

Download (1MB) | Preview
[img]
Preview
Text
1112100005-presentationpdf.pdf - Presentation

Download (2MB) | Preview
[img]
Preview
Text
1112100005-paperpdf.pdf - Accepted Version

Download (896kB) | Preview

Abstract

Sumatera Selatan merupakan salah satu pulau yang sering mengalami bencana gempa bumi. Pertemuan antara dua lempeng tektonik, yaitu lempeng tektonik Indo-Australia yang bergerak dari arah barat daya dan menunjam ke dalam lempeng Eurasia menyebabkan Pulau Sumatera mengalami pembelokan yang mengakibatkan terbentuknya patahan aktif di Sumatera. Zona patahan Sumatera ini mempunyai potensi tinggi sebagai penyebab terjadinya gempa. Sebagai upaya mitigasi bencana gempa bumi, diperlukan studi kegempaan untuk menentukan pusat gempa dengan presisi yang tinggi. Salah satu teknik yang digunakan untuk merelokasi gempa bumi adalah algoritma double difference. Wilayah yang direlokasi adalah Sumatera Selatan pada 1°-4° LS dan 102°-106° BT. Jumlah gempa bumi yang digunakan sebanyak 106 event. Stasiun pencatat yang digunakan sebanyak 9 stasiun. Hasil relokasi dapat memberikan informasi tentang koordinat episenter yang lebih akurat. Tidak hanya koordinat episenter yang telah terelokasi dengan baik tetapi juga nilai kedalaman hiposenter. Pergeseran hiposenter menyebar ke segala arah dan tidak memiliki kecenderungan ke arah tertentu, namun demikian perubahan hiposenter terbanyak ke arah timur laut. Relokasi menggunakan hypoDD menunjukkan adanya peningkatan kualitas relokasi apabila dilihat dari hasil residual. =========== South Sumatra is one of the island experienced frequent earthquakes. The meeting between two tectonic plates, the Indo- Australian tectonic plates that move from the southwest and subducting into the Eurasian plate causing Sumatra Island suffered deflection resulting in the active faults in Sumatra. Sumatra fault zone has a high potential to cause an earthquake. As the mitigation of earthquakes, seismic studies are necessary to determine the epicenter with high precision. One technique used for the relocation of the earthquake are double-difference algorithm. A region which relocated was in South Sumatra at 1°- 4° S and 102° -106° E. The number of earthquakes that used as many as 106 events. Recording station being used as much as 9 station. The results can provide information about the relocation of the epicenter coordinates more accurately. Not only the coordinates of the epicenter of which was relocated well but also the value of the depth of the hypocenter. Friction hypocenter spread in all directions and do not have a tendency to a certain direction, but nevertheless most hypocenter changes to the northeast. Relocation use hypoDD showed improved quality of relocating when seen from the results of residual.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSFi 622.159 2 Mau a 3100016066762
Uncontrolled Keywords: Double Difference, gempa bumi, zona patahan Sumatera, Double Difference, earthquake, Sumatra Fault Zone
Subjects: Q Science > QE Geology > QE539.2.S4 Seismic models
Divisions: Faculty of Mathematics and Science > Physics > 45201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 13 Nov 2019 01:57
Last Modified: 13 Nov 2019 01:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71706

Actions (login required)

View Item View Item