Pengaruh Penambahan Chill Dan Ketebalan Cope Cetakan Pasir Terhadap Terbentuknya Butir Kolumnar Dan Sifat Kekerasan Pada Proses Pegecoran Paduan Cu-Zn

Pradana, Soni Aji (2016) Pengaruh Penambahan Chill Dan Ketebalan Cope Cetakan Pasir Terhadap Terbentuknya Butir Kolumnar Dan Sifat Kekerasan Pada Proses Pegecoran Paduan Cu-Zn. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
2712100126-undergraduate theses.pdf - Accepted Version

Download (1MB)
[img] Text
2712100126-paperpdf.pdf - Accepted Version

Download (881kB)
[img] Text
2712100126-presentationpdf.pdf - Presentation

Download (1MB)

Abstract

Paduan tembaga-seng atau dikenal dengan kuningan memiliki sifat mampu cor yang baik. Penelitian ini menggunakan paduan Cu- 17Zn (red brass). Paduan ini banyak digunakan sebagai material dalam membuat pipa air tanpa sambungan (red brass seamless pipe). Secara umum terdapat tiga daerah struktur butir yang terbentuk dari hasil pengecoran, chill zone, columnar zone, dan equi-axed zone. Terbentuknya ketiga zona tersebut disebabkan oleh komposisi dan laju pendinginan selama proses pembekuan. Penelitian ini memvariasikan ketebalan cope cetakan dari 3 cm, 5 cm, 7 cm, dan 9 cm. Setiap cetakan divariasiakn menjadi 2 jenis, cetakan dengan menggunakan chill dan cetakan tanpa chill. Butir kolumnar yang terbentuk dianalisa dengan menggunakan mikroskop optik (metalografi), X-Ray Diffraction, Optical Emission Spectroscopy, dan melalui pengujian kekerasan. Studi ini menunjukan adanya penambahan chill pada cetakan pasir akan meningkatkan butir kolumnar yang terbentuk. Sedangkan perbedaan ketebalan cope cetakan pasir tidak memberikan pengaruh terhadap terbentuknya butir kolumnar. Cope 7 cm dengan chill menghasilkan paduan Cu-Zn dengan nilai kekerasan tertinggi sebesar 66.76 BHN. ========== Copper-zinc alloy or brass is alloy that has good formability. This study using Cu-17Zn (red brass). This alloy is widely used as water pipes (red brass seamless pipe). There are three regions of the grain structure formed on the metal casting, chill zone, columnar zone, and equi-axed zone. The formation of the three zones are caused by the composition and the cooling rate during the freezing process. This study varying the cope thickness of 3 cm, 5 cm, 7 cm and 9 cm. Each thick of mold varying into two types, using and without the chill. Columnar grains were formed and analyzed using optical microscopy (metallographic), X-Ray Diffraction, Optical Emission Spectroscopy, and through hardness testing. This study shows the adding of chill will increase the columnar grains were formed. While the difference in the thickness of the cope sand mold does not give effect to the formation of columnar grains. Cu-Zn alloy produce by 7 cm cope sand mold with adding chill give the highest hardness value of 66.76 BHN.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Additional Information: RSMt 620.186 Pra p 3100016066385
Uncontrolled Keywords: Paduan Cu-17Zn, Kolumnar, Ketebalan Cope, Chill, Cu-17Zn, Columnar, Cope Thickness
Subjects: T Technology > TP Chemical technology > TP1151 Special molding and casting processes
Divisions: Faculty of Industrial Technology > Material & Metallurgical Engineering > (S1) Undergraduate Theses
Depositing User: - Davi Wah
Date Deposited: 18 Nov 2019 02:46
Last Modified: 18 Nov 2019 02:46
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/71716

Actions (login required)

View Item View Item