Studi Eksperimental Pengaruh Pre-Crack Pada Kapasitas Geser Balok Engineered Cementitious Composite Yang Terkorosi

Mooy, Merzy (2020) Studi Eksperimental Pengaruh Pre-Crack Pada Kapasitas Geser Balok Engineered Cementitious Composite Yang Terkorosi. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 03111750020002-Master_Thesis.pdf]
Preview
Text
03111750020002-Master_Thesis.pdf

Download (11MB) | Preview

Abstract

Korosi yang terjadi pada tulangan memiliki pengaruh pada kapasitas lentur maupun geser pada beton bertulang karena adanya kehilangan diameter tulangan. Salah satu penyebab terjadinya korosi adalah munculnya keretakan pada beton. Oleh karena itu dilakukan upaya untuk meminimalkan keretakan yang terjadi yaitu dengan penambahan serat pada beton. Jenis serat yang dibutuhkan adalah serat yang memiliki kuat tarik yang tinggi serta tahan terhadap korosi. Polyvynil alcohol (PVA) merupakan jenis serat memiliki sifat tersebut dan sering digunakan bahan campuran beton. ECC (engineered cementitious composite) berbahan PVA telah terbukti memiliki kapasitas regangan tarik lebih dari 3% dan lebar retakan kurang dari 100 µm, menghasilkan daktilitas tinggi, material yang ramah lingkungan, memiliki koefisien permeabilitas yang rendah, tahan terhadap cuaca panas dan memiliki ketahanan tinggi terhadap korosi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kapasitas geser pada balok tinggi (deep beam) antara lain: balok normal, balok supplementary (balok dengan penambahan fly ash sebagai bahan pengganti semen) dan balok ECC tanpa pre-crack dengan sengkang, tanpa pre-crack tanpa sengkang serta dengan sengkang dengan pre-crack; jumlah kehilangan massa pada tulangan sengkang maupun tulangan lentur pada balok normal, balok supplementary dan balok ECC setelah korosi; serta besar laju, level dan waktu korosi menggunakan metode galvanostatik. Berdasarkan pengujian geser yang dilakukan maka diketahui balok ECC dengan sengkang memiliki kapasitas beban maksimum 2,32% yang lebih besar dibandingkan balok supplementary dengan sengkang serta 13,10% lebih besar dibandingkan balok normal dengan sengkang. Sedangkan balok ECC tanpa sengkang memiliki kapasitas beban maksimum 1,95% lebih besar dibandingkan balok supplementary tanpa sengkang serta beban maksimum 11,38% lebih besar dibandingkan balok normal tanpa sengkang. Balok ECC setelah terjadi korosi mengalami penurunan kapasitas sebesar 23,72%; balok supplementary 24,59% dan balok normal 25,45%. Jumlah kehilangan massa tulangan geser ϕ8 paling sedikit terdapat pada balok ECC yaitu kurang lebih 2,5 kali lebih sedikit dari balok supplementary dan 5 kali lebih sedikit dari balok normal sedangkan jumlah kehilangan massa tulangan lentur D10 paling sedikit terdapat pada balok ECC yaitu kurang lebih 2,5 kali lebih sedikit dari balok supplementary dan 6 kali lebih sedikit dari balok normal. Selain itu, pada tulangan D10 memiliki laju dan level korosi yang lebih kecil dibandingkan tulangan geser sengkang ϕ8 disertai dengan urutan yang sama yakni balok normal yang terbesar diikuti balok supplementary dan balok ECC. Sedangkan waktu yang dibutuhkan untuk terjadi korosi adalah tulangan lentur D10 lebih lama dibandingkan tulangan geser sengkang ϕ8. Hal ini terjadi karena tebal selimut beton pada tulangan lentur lebih besar yaitu 30 mm dibandingkan dengan tebal selimut beton tulangan sengkang 15 mm.
===========================================================================================================================
The reinforcement corrosion has an influence on flexure and shear capacity due to weight loss of reinforcement diameter. One causes of the corrosion is the appearance of concrete cracks. Therefore an attempt is made to minimize concrete cracks by adding fiber. The type of fiber should has high tensile strength and corrosion resistance. Polyvynil alcohol (PVA) is a type of fiber that has these properties and used as a mixture of concrete. PVA-based ECC (engineered cementitious composite) has been proven that has tensile strain capacity more than 3% and crack widths less than 100 µm, produces high ductility, low permeability coefficient, hot weather resistance and high corrosion resistance. This research aims to determine the shear capacity of deep beam with various type of concrete such as the normal beams, the supplementary beams (the beams with fly ash as cementitious material) and the ECC beams. The shear capacity of the beam was investigated with several configuration such as without pre-crack with stirrups, without pre-crack without stirrup and with pre-crack with stirrups; the mass loss of shear and flexure reinforcements was also investigated. The rate, level and time of corrosion was conducted by galvanostatic method. The shear test result shows that the ECC beam with stirrups has maximum shear capacity 2,23% higher than the supplementary beam with stirrups and 13,10% higher than the normal beam with stirrups. Meanwhile, the ECC beam without stirrup has maximum shear capacity 1,95% higher than the supplementary beam without stirrup and 11,38% higher than the normal beam without stirrup. The ECC beam after corrosion has decreased capacity 23,72%; the supplementary beam 24,59% and the normal beam 25,45%. The least mass loss of shear reinforcement ϕ8 is produced by the ECC beam which is 2,5 times less than the supplementary beam and 5 times less than the normal beam. Meanwhile, the least mass loss of flexure reinforcement D10 is produced by the the ECC beam which is 2,5 times less than the supplementary beam and 6 times less than the normal beam. Furthermore, the flexure reinforcement D10 has the rate and level of corrosion lesser than the shear reinforcement with the same sequence i.e. the most on the normal beam followed by the supplementary beam and the ECC beam. The time of corrosion on flexure reinforcement D10 is longer than shear reinforcement ϕ8 due to concrete cover on flexure reinforcement D10 is 15 cm thicker than shear reinforcement ϕ8.

Item Type: Thesis (Masters)
Additional Information: RTS 620.118 Moo s-1
Uncontrolled Keywords: Pre-crack, Kapasitas Geser, Engineered Cementitious Composite (ECC), Korosi, Shear Capacity, Corrosion
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General)
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering
Depositing User: Merzy Mooy
Date Deposited: 10 Mar 2025 01:33
Last Modified: 10 Mar 2025 01:33
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/73014

Actions (login required)

View Item View Item