Rekonstruksi Desain Layar untuk Perahu Kuno Punjulharjo

Wicaksana, Zulfikar Bisma (2020) Rekonstruksi Desain Layar untuk Perahu Kuno Punjulharjo. Undergraduate thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
04111640000012-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (23MB) | Request a copy

Abstract

Perahu Kuno Punjulharjo merupakan salah satu kapal dengan teknologi lashed-lug yang ditemukan di Kepulauan Asia Tenggara. Perahu Kuno Punjulharjo, yang diperkirakan berasal dari abad ke-7 hingga ke-8 Masehi, diperkirakan menggunakan teknologi layar khas masyarakat Austronesia. Terdapat dua layar khas masyarakat Austronesia, yaitu layar madura dan layar tanja. Akan tetapi, pada situs temuan Perahu Kuno Punjulharjo, tidak ditemukan sisa-sisa dari layar. Maka dari itu, perlu dilakukan rekonstruksi desain layar untuk mengetahui layar yang digunakan oleh Perahu Kuno Punjulharjo serta kemampuan berlayarnya. Penentuan jenis layar dilakukan dengan metode ikonografi dan kajian pada catatan tekstual dari berbagai sumber sejarah. Ukuran layar didapatkan dengan menggunakan layar sejenis dari kapal lain sebagai data pembanding. Layar hasil rekonstruksi kemudian dianalisis untuk mendapatkan gaya yang akan menggerakkan kapal jika diaplikasikan pada Perahu Kuno Punjulharjo. Berdasarkan hasil rekonstruksi, jenis layar yang digunakan adalah layar tanja. Sail plan hasil rekonstruksi yang paling cocok digunakan oleh Perahu Kuno Punjulharjo adalah model Peledang dua layar, dengan ukuran main sail 8 × 4 m dan mizzen sail 5,016 × 2,508 m. Dengan sail plan tersebut, pada kecepatan angin rata-rata 16 knot, Perahu Kuno Punjulharjo memiliki kecepatan antara 2,5 knot hingga 6,5 knot, bergantung pada arah berlayarnya. ======================== Punjulharjo Boat is one of the boats that soared within Insular Southeast Asia that used lashed-lug technology. Dated around 7th to 8th CE, Punjulharjo Boat is predicted to had used Austronesian sail technology. There are two known types of Austronesian sails: madurese rig and tanja sail. But, there was no remains of its sail on the site where Punjulharjo Boat was found. Therefore, the reconstuction of its sail design is necessary to know the shape and its sailing performacne. Sail type is determined by examining of various historical records and iconography method. The dimension of the sail is obtained by comparing sails that have similar form from other ship. Then, the reconstructed sail is analysed to calculate its force, which will be used to propel the boat. Based on the reconstruction result, the sail type is tanja sail. The most suitable reconstructed sail plan for Punjulharjo Boat is two-masted Peledang, with the dimension of 8 × 4 m for its main sail and 5,016 × 2,508 m for its mizzen sail. With an average true wind speed of 16 knots, the sail plan gives Punjulharjo Boat a service speed that ranges between 2,5 knots and 6,5 knots, depending on its point of sail.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: experimental archaeology, punjulharjo boat, reconstruction, sailing ship, experimental archaeology, kapal layar, perahu kuno punjulharjo, rekonstruksi
Subjects: C Auxiliary Sciences of History > CC Archaeology
H Social Sciences > HE Transportation and Communications > HE566.S3 Sailing ships
V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM297 Ships Designs and drawings
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Naval Architecture and Shipbuilding Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Zulfikar Bisma Wicaksana
Date Deposited: 26 Aug 2020 07:48
Last Modified: 26 Aug 2020 07:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/78979

Actions (login required)

View Item View Item