PEMODELAN NUMERIK GENANGAN AKIBAT BANJIR SUNGAI CISANGGARUNG

SJARIEF, ANJANI WULANDARI PUTRI (2020) PEMODELAN NUMERIK GENANGAN AKIBAT BANJIR SUNGAI CISANGGARUNG. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[img] Text
01 Tesis Anjani_03111850097001.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (15MB) | Request a copy

Abstract

Sungai Cisanggarung merupakan sungai utama dari DAS Cisanggarung. Sungai Cisanggarung memiliki panjang 107,44 km dengan luas DAS 1000,24 km2. Sungai Cisanggarung merupakan sungai lintas provinsi antara Jawa Barat dan Jawa Tengah. Hulu Sungai Cisanggarung berada di Kabupaten Kuningan dan hilir sungai berada di Kabupaten Cirebon. Hampir setiap tahun bagian hilir serta pertemuan sungai Cisanggarung dan sungai Cijangkelok meluap dan menyebabkan banjir. Wilayah yang sering mengalami banjir akibat luapan sungai adalah Kecamatan Ciledug dan Kecamatan Losari. Banjir yang terjadi pada tahun 2017 menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa kapasitas debit banjir maksimal pada Sungai Cisanggarung dan Sungai Cijangkelok, menghitung luas, kedalaman, dan kecepatan banjir melalui model banjir genangan serta membuat peta genangan banjir. Penelitian dilakukan dengan menggunakan model 1D2D, dengan model ini pergerakan air dapat terlihat dengan jelas serta dapat memberikan informasi detail mengenai area dataran banjir, kedalaman dan kecepatan air pada saat banjir. Informasi dapat digunakan untuk membuat peta genangan banjir sebagai dasar perencanaan pengelolaan resiko banjir. Model numerik hidrolika 1D2D dibangun dengan bantuan perangkat lunak hydraulic modelling. Output dari model 1D untuk mengetahui kondisi profil muka air pada saat banjir dan 2D model untuk mendapatkan informasi kedalaman, kecepatan dan luasan genangan akibat luapan sungai. Analisa hidrologi dilakukan guna mendapatkan hidrograf banjir rancangan periode ulang sebagai masukan pada simulasi banjir. Dari hasil simulasi banjir genangan yang telah dilakukan bahwa terdapat korelasi yang cukup kuat antara lokasi survey. Koefisien Manning (n) yang digunakan pada model untuk dasar sungai 0,03-0,06 dan dataran banjir 0,4. Hasil simulasi menunjukan luasan banjir dengan menggunakan periode ulang pada Kabupaten Cirebon ulang 5 tahun 262.2 ha, 10 tahun 309.2 ha, 25 tahun 354.9 ha, 50 tahun 254.9 ha dan 100 tahun 292.9 ha. Sedangkan luasan genangan pada Kabupaten Brebes untuk 5 tahun seluas 530.7 ha, 10 tahun 563 ha, 25 tahun 475.9 ha, 50 tahun 493.6 ha, 100 tahun 527.7 ha dengan kedalaman 0,5 – 2 m dan kecepatan 0,1 m/dtk. Hal ini selaras dengan hasil survey jejak banjir pada lokasi penelitian mencapai 0,5 m hingga 2 m terdistribusi di beberapa titik lokasi kejadian banjir. ==================================================================================================================== Cisanggarung River is one main river of the Cisanggarung watershed. Cisanggarung River has a length of 107.44 km, with a watershed area of 1000.24 km2. Cisanggarung River is a cross-provincial river between West Java and Central Java. The Upstream of the Cisanggarung River is in Kuningan Regency, and the downstream of the river is in Cirebon Regency. Almost every year downstream and the intersection between Cisanggarung and Cijangkelok rivers overflow and cause flooding. Areas that often experience flooding due to river overflows are Ciledug and Losari Districts. The floods that occurred in 2017 caused many losses and fatalities. This study aims to analyze the maximum flood discharge capacity in the Cisanggarung River and the Cijangkelok River, calculate the area, depth, and speed of the flood through a flood inundation model and create a flood inundation map. The study conducted using the 1D2D model. With this model, the water movement can see clearly and provide detailed information about the flood plain area, depth, and velocity of the water at the time of the flood. Data can use to create a flood inundation map as a basis for flood risk management planning. The 1D-2D hydraulic numerical model built with the help of hydraulic modeling software. The 1D model's output determines the condition of the water level profile during floods and the 2D model to obtain information on the depth, speed, and extent of the inundation due to river overflow. The hydrological analysis carried out to get a flood period re-design hydrograph as input to the flood simulation. From the inundation simulations results that have carried out that there is a reasonably strong correlation between survey locations—Manning coefficient (n) used in the model for river beds 0,03-0,06 and floodplains 0,4. Simulation results show the extent of flooding using the return period in Cirebon Regency 5-years 262.2 ha, 10-years 262.2 ha, 25-years 354.9 ha, 50-years 254.9 ha, and 100 years 292.9 ha. While the inundation area in Brebes Regency for a 5-year return period is 530.7, 10-years 563 ha, 25-years 475.9 ha, 50-years 493.6 ha, 100-years 527.7 ha with a depth of 0,5 - 2 meters and a velocity of 0,1 m/sec. It is in line with the flood trace survey results at the research location, reaching 0,5 meters to 2 meters distributed at several places of the flood event.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Banjir, Peta Genangan, Sungai Cisanggarung, Model Numerik
Subjects: T Technology > TA Engineering (General). Civil engineering (General) > TA357 Computational fluid dynamics.
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC530 Flood control
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Anjani Wulandari Putri Sjarief
Date Deposited: 27 Aug 2020 02:54
Last Modified: 27 Aug 2020 02:54
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/80808

Actions (login required)

View Item View Item