Studi Pemodelan Tiga Dimensi Bangunan Bersejarah Menggunakan Low-Cost LiDAR dan Terrestrial Laser Scanner (Studi Kasus: Candi Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan)

Ramadhan, Alfi Syahril (2024) Studi Pemodelan Tiga Dimensi Bangunan Bersejarah Menggunakan Low-Cost LiDAR dan Terrestrial Laser Scanner (Studi Kasus: Candi Gunung Gangsir, Kecamatan Beji, Kabupaten Pasuruan). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5016201011-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5016201011-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2026.

Download (10MB) | Request a copy

Abstract

Candi Gunung Gangsir merupakan salah satu warisan bangunan cagar budaya berupa benda yang memiliki nilai budaya dan ilmu pengetahuan yang penting karena bangunan ini merupakan candi bata berbentuk persegi yang tertua di Jawa Timur. Candi ini perlu dilestarikan dengan cara dirawat dan dipelihara keberadaannya, salah satu caranya adalah dengan pendokumentasian. Perkembangan teknologi saat ini telah memungkinkan pendokumentasian dalam bentuk pemodelan 3D menggunakan sensor atau alat pemindai berupa LiDAR. Pada dasarnya, untuk melakukan pengambilan data menggunakan LiDAR membutuhkan biaya yang tinggi dan membutuhkan operator alat terlatih agar mendapatkan hasil yang akurat dan sesuai. Seiring berkembangnya zaman, telah dibuat sebuah teknologi canggih berupa smartphone dengan tambahan built-in sensor LiDAR, yaitu smartphone iPhone 12 Pro Max. Sensor LiDAR pada iPhone tersebut tentunya lebih murah jika dibandingkan dengan alat TLS. Akuisisi data di lapangan melibatkan iPhone 12 Pro Max sebagai Low-Cost LiDAR dan Leica RTC360 sebagai TLS. Low-Cost LiDAR menggunakan pemindaian bergerak sehingga menghasilkan 8.234.112 titik, sementara TLS menggunakan pemindaian statis sehingga menghasilkan 1.359.463.159 titik. Hasil akuisisi data kemudian diolah untuk mendapatkan visualisasi bentuk 3D model dari data Low-Cost LiDAR dan TLS. Secara visual model 3D yang dihasilkan oleh TLS menampilkan detail yang lebih baik daripada hasil dari Low-Cost LiDAR. Diperoleh RMS Error pada georeferencing dimana untuk Low-Cost LiDAR memiliki nilai RMS Error sebesar 19,3 cm dan nilai RMS Error untuk TLS sebesar 0,5 cm, sehingga hanya TLS yang memenuhi batas toleransi yang telah ditetapkan. Pengujian akurasi point cloud menggunakan metode uji t-student dengan 3 parameter eigen value based menghasilkan nilai t-hitung yaitu planarity (0,190), linearity (1,911) dan sphericity (0,729). Hasil ini menunjukkan bahwa data yang dihasilkan oleh Low-Cost LiDAR tidak memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan data yang dihasilkan oleh TLS menurut uji statistik
======================================================================================================================================
Gunung Gangsir Temple is one of the cultural heritage buildings in the form of objects that have important cultural and scientific value because this building is the oldest square-shaped brick temple in East Java. This temple needs to be preserved by caring for and maintaining its existence, one way is by documenting it. Current technological developments have made it possible to document in the form of 3D modeling using sensors or scanning tools in the form of LiDAR. Basically, collecting data using LiDAR requires high costs and requires trained equipment operators to get accurate and appropriate results. As time goes by, advanced technology has been created in the form of a smartphone with the addition of a built-in LiDAR sensor, namely the iPhone 12 Pro Max smartphone. The LiDAR sensor on the iPhone is certainly cheaper compared to the TLS device. Data acquisition in the field involves the iPhone 12 Pro Max as Low-Cost LiDAR and the Leica RTC360 as TLS. Low-Cost LiDAR uses moving scanning to produce 8,234,112 points, while TLS uses static scanning to produce 1,359,463,159 points. The data acquisition results are then processed to obtain a visualization of the 3D model shape of the Low-Cost LiDAR and TLS data. Visually, the 3D model produced by TLS displays better detail than the results from Low-Cost LiDAR. The RMS Error was obtained in georeferencing where for Low-Cost LiDAR the RMS Error value was 19.3 cm and the RMS Error value for TLS was 0.5 cm, so that only TLS met the predetermined tolerance limits. Point cloud accuracy testing uses the t-student test method with 3 eigen value based parameters to produce t-calculated values, namely planarity (0.190), linearity (1.911) and sphericity (0.729). These results indicate that the data produced by Low-Cost LiDAR has no significant differences compared to the data produced by TLS according to statistical tests

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: 3D Model, Candi Gunung Gangsir, Low-Cost LiDAR, Terrestrial Laser Scanner
Subjects: G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G155.A55 Tourism and city planning
G Geography. Anthropology. Recreation > G Geography (General) > G70.5.I4 Remote sensing
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Geomatics Engineering > 29202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Alfi Syahril Ramadhan
Date Deposited: 22 Jul 2024 02:16
Last Modified: 22 Jul 2024 02:16
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/108590

Actions (login required)

View Item View Item