Variasi Ketinggian Gelombang Signifikan Ekstrem di Laut Sekitar Banyuwangi dan Bali Selama Beberapa Dekade Terakhir

I.D. Bagus, JBS (2024) Variasi Ketinggian Gelombang Signifikan Ekstrem di Laut Sekitar Banyuwangi dan Bali Selama Beberapa Dekade Terakhir. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6012222013-Master_Thesis.pdf] Text
6012222013-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only until 1 October 2026.

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan iklim yang berpotensi mempengaruhi perubahan tinggi gelombang dapat mempengaruhi sektor pantai dan kelautan di Banyuwangi dan Bali seperti pengoperasian destinasi wisata pantai dan pelabuhan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka dilakukan penelitian terkait variasi ketinggian gelombang signifikan ekstrem di laut sekitar Banyuwangi dan Bali secara statistik dengan melakukan Extreme Value Analysis (EVA) menggunakan pendekatan GEV dan GP. Sebelumnya dilakukan downscaling tinggi gelombang dengan domain yang luas meliputi seluruh lingkup penelitian di laut sekitar Banyuwangi dan Bali. Penelitian ini menggunakan model spektral 3rd generation of Simulating Wave Nearshore (SWAN) yang dibangkitkan dari data angin dan gelombang hasil ERA5-Reanalysis. Kalibrasi model dilakukan di daerah offshore dan nearshore. Hasil gelombang offshore divalidasi dengan menggunakan data altimeter, sedangkan hasil gelombang dekat pantai dibandingkan dengan hasil pengukuran di Pantai Kuta dan Pantai Nusa Dua. Dari hasil analisis, hasil model memberikan kesesuaian yang baik dengan data altimeter. Faktor pengali angin (alfawind) dapat digunakan sebagai salah satu parameter kalibrasi dalam model gelombang. Perbandingan dengan data terukur menunjukkan kesesuaian yang baik di Pantai Kuta, dimana model dapat memprediksi transformasi gelombang dekat pantai dari lepas pantai. Meskipun demikian, di Pantai Nusa Dua, transformasi gelombang dekat pantai hasil model menunjukkan lebih banyak disipasi jika dibandingkan dengan pengukuran gelombang. Dari hasil analisis nilai ekstrem dengan pendekatan GEV dan GP stasioner dan non-stasioner, variasi tinggi gelombang ekstrem signifikan untuk periode ulang tertentu di lokasi-lokasi strategis di laut sekitar Banyuwangi dan Bali memiliki nilai yang bervariasi. Model non-stasioner memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil model GP yang stasioner, namun memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap hasil model GEV yang tidak stasioner. Berdasarkan pendekatan GEV, return level Hs dengan periode ulang 100 tahun menunjukkan tren yang meningkat dalam 10 tahun terakhir (2013-2022) di semua lokasi pengujian. Peningkatan tinggi gelombang signifikan ekstrem ini memberikan dampak pada area pantai, misalnya bangunan pantai khususnya breakwater di Pelabuhan Perikanan Muncar dengan wave run-up mencapai 0,78 m.
=================================================================================================================================
Climate change that has the potential to affect wave height changes can affect the coastal and marine sectors in Banyuwangi and Bali such as the operation of beach and port tourism destinations. To answer these problems, a study was conducted related to the variation of extreme significant wave height in the sea around Banyuwangi and Bali statistically by conducting Extreme Value Analysis (EVA) using GEV and GP approach. Previously, downscaling of wave height was carried out with a wide domain covering the entire scope of research in the sea around Banyuwangi and Bali. It utilizes 3rd generation Simulating Wave Nearshore (SWAN) spectral model forced by ERA-5 Reanalysis data of wind and wave. Model calibration conducted in the offshore and nearshore areas. The offshore wave results are validated using altimeter data, while the nearshore wave results are compared with site measurement in Kuta Beach and Nusa Dua Beach. From the analysis, the model result gives good agreement with altimeter data. Indeed, the wind multiplier factor can be used as one calibration parameter in the wave model. The comparison with measured data shows good agreement in Kuta Beach, where the model can predict the nearshore wave transformation from offshore. Although, in Nusa Dua Beach the model nearshore wave transformation shows more dissipation if compared with wave measurement. From the extreme value analysis with stationary and non-stationary GEV and GP approaches, the variation of significant extreme wave height for a certain return period at strategic locations in the sea around Banyuwangi and Bali has varied values. Non-stationary model gives significant effect on the result of the stationary GP model, but gives insignificant on the result of the non-stationary GEV model. Based on the GEV approach, the return level of Hs with a return period of 100 years shows an increasing trend in the last 10 years (2013 -2022) in all test locations. The increasing of extreme significant wave height gives impact to the coastal area, for example coastal building, especially breakwater in the Muncar Fishing Port that the wave-run up reach to 0.78 m.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: wave height changes, SWAN, trend of extreme significant wave height, impact to the coastal area perubahan tinggi gelombang, SWAN, extreme value analysis, tren tinggi gelombang signifikan ekstrem, dampak pada area pantai
Subjects: T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering
T Technology > TC Hydraulic engineering. Ocean engineering > TC203.5 Coastal engineering
T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD171.75 Climate change mitigation
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Civil Engineering > 22101-(S2) Master Thesis
Depositing User: I.D. Bagus JBS
Date Deposited: 26 Jul 2024 07:06
Last Modified: 26 Jul 2024 07:06
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/109312

Actions (login required)

View Item View Item