Penilaian Risiko Wilayah Terkena Dampak Penularan Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Malang Menggunakan Fuzzy Modeling

Yulianengtias, Andira (2025) Penilaian Risiko Wilayah Terkena Dampak Penularan Demam Berdarah (DBD) di Kabupaten Malang Menggunakan Fuzzy Modeling. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5026211038-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5026211038-Undergraduate_Thesis.pdf

Download (3MB)

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk aedes aegypti. Penyakit ini masih menjadi masalah yang krusial karena jumlah kasusnya yang tinggi, terutama di musim hujan. Berdasarkan data WHO, kasus DBD global meningkat, termasuk di Indonesia yang tercatat memiliki 16.000 kasus dan 124 kematian per 1 Maret 2024. Banyak upaya pencegahan telah dilakukan oleh pemerintah, namun sayangnya upaya ini belum optimal dan tepat sasaran. Seperti yang terjadi di Desa Pringu, Malang, dimana masyarakat harus melakukan tindakan pencegahan secara mandiri karena tidak ada upaya dari pemerintah meskipun jumlah kasus demam berdarah di Desa Pringu merebak. Sehingga dilakukan penyusunan Tugas Akhir ini untuk menilai risiko penularan demam berdarah di Kabupaten Malang menggunakan fuzzy model. Penilaian risiko ini dilakukan dengan memperhatikan kondisi spesifik daerah Malang yang diimplementasikan dalam peta wilayah menggunakan perangkat lunak Power BI. Hasilnya menunjukkan bahwa model fuzzy mampu memetakan risiko wilayah, dimana wilayah berisiko tinggi memiliki Angka Bebas Jentik rendah yaitu dibawah 76.2% dengan kepadatan penduduk tunggu sedang hingga tinggi yaitu 960.21 – 2850.26 jiwa/km². Namun, model ini belum bisa menangani data outlier dengan baik dan validasinya masih dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan bias. Tugas Akhir ini diharapkan mampu membantu pemerintah untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang rentan terhadap penyebaran demam berdarah dan mengalokasikan sumber daya secara optimal untuk pencegahan demam berdarah di masa yang akan datang.
===============================================================================================================================
Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease spread by the Aedes aegypti mosquito and remains a significant concern due to its high prevalence, especially during the rainy season. Globally, DHF cases are on the rise, with Indonesia reporting 16,000 cases and 124 deaths as of March 1, 2024. Although the government has implemented various preventive measures, they have not been effective or targeted enough. For example, in Pringu Village, Malang, the community had to take independent preventive actions due to the lack of government intervention during DHF outbreak. This study aims to assess the risk of dengue transmission in Malang Regency using a fuzzy model. The risk assessment considers the specific conditions of the Malang region and is visualized through spatial mapping using Power BI software. The
results indicate that the fuzzy model effectively maps regional risk, identifying high-risk areas as those with a Larvae-Free Index below 76.2% and medium to high population densities ranging from 960.21 to 2,850.26 people/km². However, the model struggles to handle outlier data and relies on manual validation, which may introduce bias. It is hoped that this study will help the government identify areas at risk of dengue transmission and allocate resources more effectively for future prevention efforts.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Fuzzy, Demam Berdarah Dengue, Penilaian Risiko, Peta Risiko Fuzzy, Dengue Hemorrhagic Fever, Risk Assessment, Risk Map
Subjects: R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions: Faculty of Information Technology > Information System > 57201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Andira Yulianengtias
Date Deposited: 01 Feb 2025 04:40
Last Modified: 01 Feb 2025 04:40
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/117394

Actions (login required)

View Item View Item