Enhancing Acne Care Through Design Thinking: UX/ UX Design For Dermist, Teledermatology Applications

Nugroho, Elsana Bekti (2025) Enhancing Acne Care Through Design Thinking: UX/ UX Design For Dermist, Teledermatology Applications. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6047222030-Master_Thesis.pdf] Text
6047222030-Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only until 1 April 2027.

Download (11MB) | Request a copy

Abstract

Di Indonesia saat ini, perempuan berusia 20-35 tahun menghadapi kesulitan dalam menavigasi banyaknya produk perawatan kulit yang tersedia untuk mengatasi masalah jerawat mereka. Pendekatan yang umum digunakan sering kali melibatkan serangkaian percobaan dan kesalahan dengan berbagai merek perawatan kulit, yang membuat individu merasa bingung dan kecewa. Meskipun mereka mempercayai rekomendasi dokter kulit, akses ke saran profesional tetap terbatas karena kurangnya layanan daring. Permintaan akan layanan on-demand tanpa perlu kunjungan langsung ke klinik sangat terasa di kalangan demografi ini. Pada saat yang sama, industri perawatan kulit berkembang pesat, yang tercermin dalam meningkatnya pasar dan pentingnya rutinitas perawatan kulit saat ini. Dalam konteks ini, penelitian ini mengusulkan solusi yang berfokus pada pemberdayaan perawatan jerawat melalui prinsip-prinsip design thinking. Hipotesis yang diajukan menyatakan bahwa pengembangan platform telemedis yang berspesialisasi dalam dermatologi dan disesuaikan untuk menangani masalah jerawat dapat menjadi solusi yang layak. Platform telemedis ini bertujuan untuk menyediakan konsultasi dermatologis on-demand yang dapat diakses, melampaui batasan geografis dan waktu. Tahap awal penelitian, yaitu Empathize, dilakukan melalui wawancara mendalam dengan pengguna target. Wawancara ini menggali pengalaman, tantangan, dan preferensi perempuan berusia 20-35 tahun yang menghadapi masalah jerawat. Dengan memahami perspektif, kekhawatiran, dan perilaku mereka terkait konsultasi dermatologis dan perawatan kulit, wawasan berharga diperoleh untuk membentuk tahap-tahap desain berikutnya. Menggunakan pendekatan desain yang berpusat pada pengguna, metodologi penelitian ini berputar di sekitar lima tahap iteratif: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Testing. Dengan mendalami pengalaman pengguna, mendefinisikan area masalah, mencetuskan solusi inovatif, membuat prototipe, dan mengujinya secara iteratif, penelitian ini berupaya mengembangkan desain UI/UX yang komprehensif untuk "Dermist," sebuah aplikasi teledermatologi. Desain ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengalaman dan kepuasan pengguna, sehingga pada akhirnya menawarkan platform yang lancar dan efektif dalam menangani masalah jerawat pada perempuan Indonesia berusia 20-35 tahun.
===================================================================================================================================
In contemporary Indonesia, women aged 20-35 grapple in navigating the plethora of skincare products available to address their acne concerns. The prevailing approach often involves a series of trial-and-error experiments with various skincare brands, leaving individuals disoriented and disillusioned. While they place trust in dermatologists' recommendations, accessing professional advice remains constrained by the lack of online availability. The demand for on-demand services without the need for physical clinic visits is palpable among this demographic. Simultaneously, the skincare industry burgeons, reflected by the increasing market and the importance placed on skincare regimens nowadays. In this context, this research proposes a solution focused on empowering acne care through the lens of design thinking principles. The hypothesis posits that the development of a telemedicine platform, specialized in dermatology and tailored to address acne concerns, offers a viable solution. This telemedicine platform aims to provide accessible and on-demand dermatological consultations, transcending geographical constraints and temporal limitations. The initial stage of the research, Empathize, is conducted through in-depth interviews with target users. These interviews delve into the lived experiences, challenges, and preferences of women aged 20-35 facing acne issues. By understanding their perspectives, concerns, and behaviors regarding skincare and dermatological consultations, valuable insights are gleaned to inform subsequent stages of the design process. Employing a user-centered design approach, the research methodology revolves around five iterative stages: Empathize, Define, Ideate, Prototype, and Testing. By delving into users' experiences, defining problem areas, brainstorming innovative solutions, creating prototypes, and testing them iteratively, the study endeavors to develop a comprehensive UI/UX design for "Dermist," a teledermatology application. This design aims to optimize user experience and satisfaction, ultimately offering a seamless and effective platform for addressing acne concerns in Indonesian women aged 20-35.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: user centricity, adaptive user interface, telemedicine, teledermatology, and design thinking
Subjects: T Technology > T Technology (General) > T57.62 Simulation
Divisions: Interdisciplinary School of Management and Technology (SIMT) > 78201-System And Technology Innovation
Depositing User: Elsana Bekti Nugroho
Date Deposited: 02 Feb 2025 06:57
Last Modified: 02 Feb 2025 06:57
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/117613

Actions (login required)

View Item View Item