Pengaruh Kemiringan dan Jenis Tanaman pada Hydroseeding untuk Mencegah Erosi pada Lahan Bekas Tambang

Parasayu, Dianggi Izza (2026) Pengaruh Kemiringan dan Jenis Tanaman pada Hydroseeding untuk Mencegah Erosi pada Lahan Bekas Tambang. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 5014221048-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
5014221048-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (7MB) | Request a copy

Abstract

Upaya pencegahan erosi pada lahan bekas tambang memiliki tantangan besar karena memiliki topografi yang tidak merata, struktur tanah yang rusak, serta kesuburan tanah yang rendah. Hydroseeding menjadi metode efektif dalam mencegah erosi pada lahan bekas tambang. Tanaman yang populer digunakan untuk hydroseeding antara lain adalah rumput dan legum karena memiliki pola pertumbuhan merambat dan sistem perakaran yang kuat. Tanaman dengan famili Portulaca memiliki pola pertumbuhan rendah dan membentuk karpet yang dapat menahan tanah dari pergerakan air dan angin. Namun belum banyak dilakukan penelitian mengenai penggunaan tanaman dari famili Portulaca untuk hydroseeding. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh kemiringan terhadap hydroseeding dan memberikan rekomendasi tanaman yang tepat untuk hydroseeding. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan pembuatan reaktor di Laboratorium. Variabel yang digunakan adalah kemiringan 45° dan 70° dengan jenis tanaman rumput bermuda (Cynodon dactylon) dan krokot mawar (Portulaca grandiflora). Parameter yang diamati adalah laju perkecambahan, laju pertumbuhan tanaman, tutupan lahan, laju aliran air, dan konsentrasi Total Suspended Solid (TSS). Kemudian dilakukan analisis korelasi berbasis SPSS (Statistical Package for the Social Sciences) untuk menentukan dependensi statistik antar parameter yang bersifat dinamis terhadap waktu. Kemiringan dan jenis tanaman secara signifikan mempengaruhi rangkaian parameter dalam menentukan keberhasilan pengendalian erosi. Laju perkecambahan sebagai parameter awal menunjukkan tingkat keberhasilkan lebih tinggi pada kemiringan 45° daripada 70°. Hasil ini berimplikasi pada keberhasilan parameter lainnya. Tutupan lahan maksimal pada kemiringan 45° yaitu sebesar 100% sementara pada 70° sebesar 24%. Nilai TSS pada minggu ke-8 di kemiringan 45° berada pada rentang 40-70 mg/L, sementara pada kemiringan 70° berada pada rentang 133-315 mg/L. Kedua tanaman memiliki potensi yang baik dalam mencegah erosi pada lahan bekas tambang. Krokot mawar memiliki performa yang baik dalam mencegah erosi pada kemiringan 45°. Disisi lain, rumput bermuda lebih unggul pada lahan dengan kemiringan curam seperti 70° karena meemiliki sistem perakaran kuat dan pertumbuhan lebih cepat. Implikasi pada penelitian ini adalah rekomendasi penggunaan tanaman rumput bermuda dan krokot mawar untuk pencegahan erosi pada lereng dengan kemiringan bervariasi.
=================================================================================================================================
Erosion prevention in post mining soil poses a significant challenge due to uneven topography, structular degradation, and low fertility. Hydroseeding can be an effective method for preventing erotion. Grasses and legumes are frequently used for hydroseeding because grow horizontally in the soil and have strong root systems. However, other plant species have the potential to be used for hydroseeding. Plants from Portulaca family grows low and spreads like a carpet. This growth pattern can hold the topsoil to against water and wind movement. The objective of this ressearch is to to evaluate the influence of slope gradient on hydroseeding and to provide recommendations for the most suitable plant species. This research used an experimental method, creating a reactor in the laboratory. The variables used were slopes of 45° and 70°, with Bermuda grass (Cynodon dactylon) and rose moss (Portulaca grandiflora) as the plant species. The observed parameters were germination rate, plant growth rate, land cover, water flow rate, and Total Suspended Solids (TSS) content. Correlation analysis was performed in SPSS to identify relationships between parameters over time. This helps show how the variables are connected throughout the study period. Research shows that slope and plant type significantly affects the hydroseeding results. Germination rate, as an initial parameter, shows a higher success rate at a slope of 70° than at a slope of 45°. This result has implications for the success of other parameters. The maximum land cover on the 45° slope is 100%, while on the 70° slope is 24%. TSS value in the 8th week on the 45° slope was in the range of 40-70 mg/L, while at a 70° slope it was in the range of 133-315 mg/L. Both plants have good potential in preventing erosion on post-mining land. ortulaca grandiflora have good performance in preventing erosion on 45° slopes. Cynodon dactylon exhibits superior performance on 70° slopes by providing robust root reinforcement and rapid land stabilization, which effectively mitigates erosion in post-mining areas. The implication of this research is the recommendation to use Cynodon dactylon and Portulaca grandiflora for erosion prevention on slopes with varying gradients.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Hydroseeding, Erosi, Kemiringan lereng, Rumput bermuda, Krokot mawar, Hydroseeding, Erotion, Slope gradient, Cynodon dactylon, Portulaca grandiflora
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD171.75 Climate change mitigation
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Dianggi Izza Parasayu
Date Deposited: 21 Jan 2026 07:38
Last Modified: 21 Jan 2026 07:38
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/129890

Actions (login required)

View Item View Item