Performa Dan Ketahanan Mesin Diesel Menggunakan B100 Minyak Jelantah Dengan Dan Tanpa Penambahan Aditif G57

Sasamira, Van Radhinal (2026) Performa Dan Ketahanan Mesin Diesel Menggunakan B100 Minyak Jelantah Dengan Dan Tanpa Penambahan Aditif G57. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6019222003 -Master_Thesis.pdf] Text
6019222003 -Master_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (58MB) | Request a copy

Abstract

Biodiesel dari minyak goreng bekas (WCO) merupakan bahan baker terbarukan yang menjanjikan untuk mesin pembakaran kompresi; namun, penerapan jangka panjangnya dibatasi oleh masalah ketidakstabilan oksidasi, viskositas tinggi, dan pembentukan endapan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan ketahanan mesin diesel silinder tunggal yang menggunakan WCO-B I 00 murni dan campuran WCO-B 100 dengan 1 % aditif G57 dalam siklus ketahanan 200 jam Asosiasi Pabrikan Mesin (EMA). Pengaturan eksperimen melibatkan mesin diesel Yanmar TF85-MH yang beroperasi dalam kondisi beban terkontrol, dengan pemantauan berkala terhadap daya mesin, konsurnsi bahan bakar spesifik (SFOC), penumpukan endapan karbon, dan degradasi pelurnas. Hasil menunjukkan bahwa penambahan G57 meningkatkan daya rem sebesar 11 % dan mengurangi BSFC dari 0,45 menjadi 0,375 kg/kWh, menunjukkan efisiensi pembakaran yang lebih baik. Namun, G57 juga meningkatkan total endapan karbon (0,40 menjadi 0, 78 g) dan kandungan besi pelurnas (30 menjadi 82 ppm), menunjukkan percepatan keausan komponen dan degradasi akibat oksidasi. Temuan ini mengungkapkan trade-off yang jelas antara peningkatan kinerja jangka pendek dan ketahanan jangka panjang. Studi ini memberikan dasar praktis untuk mengoptimalkan konsentrasi aditif dan merumuskan strategi stabilisasi untuk biodiesel berbasis WCO dalam aplikasi mesin diesel
====================================================================================================================================
Waste cooking oil (WCO) biodiesel is a promising renewable fuel for compression ignition engines; however, its long-term application is limited by issues of oxidation instability, high viscosity, and deposit formation. This study aims to evaluate the performance and durability of a single-cylinder diesel engine fuelled with neat WCO-B I 00 and WCO-B I 00 blended with I% of the additive 057 under the Engine Manufacturers Association (EMA) 200-hour endurance cycle. The experimental setup involved a Yanmar TF85-MH diesel engine operating under controlled load conditions, with periodic monitoring of engine power, Specific fuel oil consumption (SFOC), carbon deposit accumulation, and lubricant degradation. The results show that the addition of 057 improved brake power by 11 % and reduced BSFC from 0.45 to 0.375 kg/kWh, indicating enhanced combustion efficiency. However, 057 also increased total carbon deposits (0.40 to 0. 78 g) and lubricant iron content (30 to 82 ppm), suggesting accelerated component wear and oxidation-induced degradation. These findings reveal a clear trade-off between short-term performance improvement and long-term durability. The study provides a practical basis for optimising additive concentration and formulating stabilisation strategies for WCO-based biodiesel in diesel engine applications.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Additive G57, degradasi pelumas, ketahanan, mesin diesel, Waste cooking oil (WCO), WCO-BlOO
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering > VM731 Marine Engines
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36101-(S2) Master Theses
Depositing User: Van Radhinal Sasamira
Date Deposited: 21 Jan 2026 03:23
Last Modified: 21 Jan 2026 03:54
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/129911

Actions (login required)

View Item View Item