Fadhilah, Hanif Ibnu (2026) Perancangan Geometrik dan Perkerasan Jalan Tol Gempol-Mojokerto. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5012221153-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (62MB) | Request a copy |
Abstract
Provinsi Jawa Timur menghadapi tantangan transportasi yang kompleks akibat tingginya volume kendaraan, khususnya pada ruas jalan Gempol-Mojokerto yang berfungsi sebagai jalur logistik vital antar kawasan industri. Kondisi eksisting jalan menunjukkan tingkat kejenuhan yang tinggi dan kerusakan struktur akibat beban kendaraan berat, yang berdampak pada kemacetan dan tingginya risiko kecelakaan. Penelitian Tugas Akhir ini bertujuan merancang desain geometrik dan perkerasan Jalan Tol Gempol-Mojokerto sebagai solusi strategis untuk membuat alternatif jalan dan keselamatan lalu lintas. Metode penelitian diawali dengan perencanaan tiga alternatif trase yang memiliki titik awal berbeda namun titik akhir yang sama. Ketiga trase tersebut kemudian dievaluasi menggunakan analisis multi-kriteria yang meninjau aspek panjang rute, topografi, volume galian-timbunan, dan tata guna lahan untuk menentukan satu trase paling optimal. Perancangan geometrik pada trase terpilih dilakukan mengacu pada Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 dengan kecepatan rencana 100 km/jam. Selanjutnya, perencanaan tebal perkerasan, baik kaku maupun lentur, dihitung berdasarkan Manual Desain Perkerasan Jalan (MDP) 2024, diikuti dengan estimasi Rencana Anggaran Biaya (RAB) menggunakan HSPK Jawa Timur. Hasil analisis menetapkan Trase 3 sepanjang 30,75 km sebagai rute terpilih karena memiliki bobot penilaian tertinggi dibandingkan dua alternatif lainnya. Desain geometrik menghasilkan 15 alinemen horizontal dan 21 alinemen vertikal, dan direncanakan rambu dan marka jalan. Perhitungan desain perkerasan kaku (rigid) umur rencana 40 tahun setebal 345 mm didapatkan biaya konstruksi dan perawatan sebesar Rp707.100.051.742,15, serta alternatif perkerasan lentur (flexible) umur rencana 40 tahun yang terdiri dari lapis AC-WC, AC-BC, AC-Base, dan CTB didapatkan biaya konstrusi dan perawatan sebesar Rp768.279.930.467,30. Disimpulkan bahwa Trase 3 dengan perkerasan kaku dengan spesifikasi tersebut merupakan opsi paling optimal secara teknis dan ekonomis untuk mendukung infrastruktur wilayah.
==================================================================================================================================
East Java Province faces complex transportation challenges due to high vehicle volumes, particularly on the Gempol-Mojokerto road segment, which serves as a vital logistics route between industrial areas. The existing road conditions indicate a high level of saturation and structural damage caused by heavy vehicle loads, resulting in congestion and a high risk of accidents. This Final Project aims to design the geometry and pavement of the Gempol-Mojokerto Toll Road as a strategic solution to provide an alternative route and improve traffic safety. The research methodology began with the planning of three route alternatives (trase), each having different starting points but the same endpoint. These three routes were evaluated using a multi-criteria analysis that reviewed aspects of route length, topography, cut-and-fill volumes, and land use to determine the most optimal route. The geometric design of the selected route was conducted in reference to the 2021 Road Geometric Design Guidelines (Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021) with a design speed of 100 km/h. Furthermore, pavement thickness planning—for both rigid and flexible pavements—was calculated based on the 2024 Road Pavement Design Manual (MDP 2024), followed by a cost estimate (RAB) using the East Java Standard Unit Price of Work (HSPK). The analysis results established Route 3, spanning 30.75 km, as the selected route, having achieved the highest assessment score compared to the other two alternatives. The geometric design resulted in 15 horizontal alignments and 21 vertical alignments, along with planned road signs and markings. The design calculation for rigid pavement with a 40-year design life and a thickness of 345 mm resulted in construction and maintenance costs of Rp707,508,012,067.46. Meanwhile, the flexible pavement alternative with a 40-year design life—consisting of AC-WC, AC-BC, AC-Base, and CTB layers—resulted in construction and maintenance costs of Rp768,376,815,226.80. It is concluded that Route 3 using rigid pavement with these specifications is the most technically and economically optimal option to support regional infrastructure.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
