Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Pada Pengoperasian Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv Di Provinsi Aceh

Sudrajat, Wahyu (2026) Strategi Adaptasi Dampak Perubahan Iklim Pada Pengoperasian Saluran Tegangan Tinggi (SUTT) 150 Kv Di Provinsi Aceh. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 6014241031-Master_Thesis.pdf] Text
6014241031-Master_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Perubahan iklim global telah menjadi salah satu isu utama yang mempengaruhi berbagai sektor kehidupan, termasuk sektor energi. Perubahan pola curah hujan, suhu, dan kondisi cuaca ekstrem akibat perubahan iklim berpotensi meningkatkan risiko perubahan terhadap intensitas petir. PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Transmisi Banda Aceh bertugas untuk menjaga keandalan operasioal penyaluran tenaga listrik di Provinsi Aceh. Kondisi jaringan penyaluran tenaga Listrik di Provinsi Aceh saat ini masih radial. Kerawanan curah hujan di Provinsi Aceh berada dalam rentang tingkat curah hujan rendah sampai dengan sangat tinggi yang terjadi hampir setiap bulannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi adaptasi dampak perubahan iklim pada pengoperasian Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV, menentukan korelasi antara intensitas hujan dengan intensitas petir di sekitar SUTT 150 kV dan menentukan tingkat kerentanan segmen SUTT 150 kV di Provinsi Aceh. Penentuan korelasi antara faktor perubahan iklim yaitu curah hujan dengan tingkat kerapatan petir pada penelitian ini menggunakan metode overlay melalui pengolahan secara Sistem Informasi Geografis (SIG). Penentuan rangking tingkat kerentanan petir pada segmen SUTT 150 kV dengan melakukan pembobotan parameter ekternal meliputi: riwayat gangguan akibat petir, IKL (Isokreaunik Level) dan Risiko dampak gangguan, serta parameter internal meliputi: kondisi umur asset dan kondisi pentanahan tower. Analytical Hierarchy Process dilakukan untuk menetukan program adaptasi yang tepat dengan langkah meliputi: menentukan tujuan; mengidentifikasi stakeholder; membuat struktur hirarki yang menunjukkan tujuan, kriteria, dan alternatif; memberikan kuisioner kepada para stakeholder untuk melakukan penilaian; dan melakukan analisis konsistensi dan sensitivitas untuk memverifikasi kestabilan hasil menggunakan metode AHP. Hasil penelitian didapatkan bahwa korelasi antara intensitas hujan dan nilai IKL (Isokreaunik Level) yang menunjukkan tingkat kerapatan petir pada masing-masing segmen SUTT 150 kV didapatkan hubungan yang cenderung netral, artinya nilai intensitas hujan cenderung tidak berpengaruh langsung terhadap kerapatan petir pada segmen SUTT 150 kV di Provinsi Aceh. Namun dari data historikal gangguan periode 2020-2024, 76,29% kejadian gangguan pada SUTT 150 kV akibat petir terjadi pada saat kondisi cuaca hujan. Segmen SUTT 150 kV Langsa-Pangkalan Brandan merupakan segmen yang paling rentan terhadap petir dimana nilai IKL pada segmen Langsa-Pangkalan Brandan sebesar 52,22% atau kategori sangat tinggi. Prioritas alternatif adaptasi perubahan iklim akibat petir di SUTT 150 kV berdasarkan analisa AHP diperoleh bahwa alternatif perbaikan pentanahan kaki tower menjadi prioritas utama dengan nilai bobot 0,36 jika dibandingkan dengan alternatif Pemasangan TLA (Transmission Lightning Arrester) bobot 0,25, Perbaikan Nilai BIL (Basic Insulation Level) Isolator) bobot 0,21 dan Pelaksanaan Unbalance Isolator bobot 0,17.
================================================================================================================================
Global climate change has become one of the major issues affecting various sectors of life, including the energy sector. Changes in rainfall patterns, temperature, and extreme weather conditions due to climate change have the potential to increase risks associated with changes in lightning intensity. PT PLN (Persero) Banda Aceh Transmission Implementation Unit is responsible for maintaining the operational reliability of electricity transmission in Aceh Province. Currently, the electricity transmission network in Aceh Province still operates in a radial configuration. Rainfall vulnerability in Aceh Province ranges from low to very high levels and occurs almost every month. This study aims to determine adaptation strategies to the impacts of climate change on the operation of 150 kV High-Voltage Overhead Transmission Lines, to identify the correlation between rainfall intensity and lightning intensity around the 150 kV HVTL, and to assess the vulnerability level of 150 kV HVTL segments in Aceh Province. The correlation between climate change factors, namely rainfall, and lightning density in this study was determined using an overlay method through Geographic Information System (GIS) processing. The ranking of lightning vulnerability levels for the 150 kV SUTT segments was determined by weighting external parameters, including the history of lightning-related disturbances, IKL (Isokeraunic Level), and disturbance impact risk, as well as internal parameters, including asset age condition and tower grounding condition. The Analytical Hierarchy Process (AHP) was applied to determine the appropriate adaptation program through the following steps: defining objectives; identifying stakeholders; developing a hierarchical structure representing objectives, criteria, and alternatives; distributing questionnaires to stakeholders for evaluation; and conducting consistency and sensitivity analyses to verify the stability of the results using the AHP method. The results indicate that the correlation between rainfall intensity and IKL (Isokeraunic Level), which represents lightning density at each 150 kV HVTL segment, tends to be neutral. This implies that rainfall intensity does not directly affect lightning density in the 150 kV SUTT segments in Aceh Province. However, based on historical disturbance data from the 2020–2024 period, 76.29% of disturbances on the 150 kV HVTL caused by lightning occurred during rainy weather conditions. The Langsa–Pangkalan Brandan 150 kV HVTL segment is the most vulnerable to lightning, with an IKL value of 52.22%, classified as very high.Based on the AHP analysis, the priority order of climate change adaptation alternatives related to lightning impacts on the 150 kV SUTT indicates that improving tower footing grounding is the highest priority, with a weight of 0.36, followed by the installation of Transmission Lightning Arresters (TLA) with a weight of 0.25, improvement of the insulator Basic Insulation Level (BIL) with a weight of 0.21, and the implementation of unbalanced insulators with a weight of 0.17.

Item Type: Thesis (Masters)
Uncontrolled Keywords: Climate adaptation, Rainfall intensity, Lightning density, Climate change
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering > TD171.75 Climate change mitigation
Divisions: Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Environmental Engineering > 25101-(S2) Master Thesis
Depositing User: Wahyu Sudrajat
Date Deposited: 28 Jan 2026 05:48
Last Modified: 28 Jan 2026 05:48
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/130557

Actions (login required)

View Item View Item