Wicaksono, Bagus Satrio (2026) Analisis Spawning Ground Sardinella Lemuru Di Selat Bali Dengan Model Numerik. Masters thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
6016232002-Master_Thesis.pdf Restricted to Repository staff only Download (41MB) | Request a copy |
Abstract
Sardinella lemuru menjadi komoditas utama perikanan pelagis yang menopang ekonomi masyarakat pesisir, khususnya di Perairan Selat Bali. Spesies ini menyumbang sekitar 90% hasil tangkapan di wilayah tersebut. Lokasi ini berperan ganda sebagai spawning dan feeding ground, menjadikannya habitat kunci dalam siklus hidup ikan tersebut. Faktor Oseanografi, Batimetri, dan Nutrien memiliki pengaruh besar terhadap dinamika habitat dan siklus hidup S. lemuru. penelitian ini bertujuan untuk memprediksi pengaruh variabilitas batimetri, oseanografi, dan nutrien terhadap keberhasilan rekrutmen dan penyebaran larva pasif dan aktif Sardinella lemuru di Selat Bali. Pemodelan dilaksanakan dengan mempertimbangkan empat periode musim, yaitu Musim Barat, Musim Peralihan I, Musim Timur, dan Musim Peralihan II. Usia larva disimulasikan dalam rentang 0 hingga 90–92 hari, dengan penyesuaian terhadap durasi masing-masing musim pemodelan. Penelitian memanfaatkan pendekatan kuantitatif eksplanatif dengan menggunakan perangkat lunak Mike3 pada modul hidrodinamika, Ecolab, AMB Lab, dan partikel tracking. Data pasang surut divalidasi menggunakan RMSE dan MAE. Nilai RMSE dan MAE pasang surut berkisar 0,09-0,11, mengindikasikan model memiliki kesesuaian yang baik. Hasil penelitian, perbedaan mencolok pada Musim Peralihan 1 menciptakan kecepatan arus rata-rata yang lebih rendah dan menghasilkan pusaran eddies di tengah lintasan utama airlindo, sehingga menjadi perangkap bagi larva pasif. Proses upwelling yang kuat terjadi di bagian selatan selat Musim Timur, di mana massa air dingin dan kaya nutrien dari lapisan dalam terangkat ke permukaan. Musim Peralihan 2 (September-November) teridentifikasi sebagai peluang optimal rekrutmen yang paling stabil, yang menyeimbangkan antara retensi fisik dan ketersediaan makanan. Kelangsungan populasi S. lemuru di Selat Bali sangat bergantung pada perilaku aktif larvanya untuk menavigasi trade-off antara makan dan bertahan di habitat yang sesuai.
=================================================================================================================================
Sardinella lemuru represents the primary small pelagic fishery commodity sustaining coastal community economies, particularly in the Bali Strait. This species accounts for approximately 90% of total fish landings in the region. The area functions dually as a spawning and feeding ground, rendering it a critical habitat within the species' life cycle. Oceanographic parameters, bathymetry, and nutrient dynamics significantly influence the habitat conditions and life history processes of S. lemuru. This study aims to predict the influence of bathymetric, oceanographic, and nutrient variability on the recruitment success and dispersal patterns both passive and active of S. lemuru larvae in the Bali Strait. The modeling was conducted by considering four seasonal periods, namely the West Monsoon, Transition Season I, East Monsoon, and Transition Season II. Larval age was simulated over a range of 0 to 90–92 days, adjusted to the duration of each seasonal period. A quantitative explanatory approach was employed using the MIKE 3 software suite, incorporating the hydrodynamic module, EcoLab, AMB Lab, and particle tracking. Tidal data were validated using RMSE and MAE, with values ranging from 0.09 to 0.11, indicating a high degree of model accuracy. The results reveal that during the first transitional season, lower mean current velocities and the formation of mesoscale eddies along the main Indonesian Throughflow (ITF) corridor serve as retention zones for passive larvae. Intense upwelling was observed in the southern part of the strait during the eastern monsoon, facilitating the rise of cold, nutrient-rich subsurface waters to the surface. The second transitional season (September-November) was identified as the most favorable window for stable recruitment, balancing physical retention and food availability. The persistence of S. lemuru populations in the Bali Strait is highly dependent on the active behavior of larvae in navigating the trade-off between foraging success and survival within suitable habitats.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
