Surono, Arsyadyta Shidqa (2025) Arahan Pengembangan Kawasan Wisata Mangrove Di Desa Banyuurip Ujungpangkah Kabupaten Gresik Berbasis Community Based Tourism (CBT). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
08211940000104-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (4MB) | Request a copy |
Abstract
Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik, merupakan salah satu kawasan pesisir di Jawa Timur yang memiliki ekosistem mangrove alami dengan potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan ekowisata. Melalui inisiatif lokal yang kemudian dikenal sebagai Banyuurip Mangrove Center (BMC), masyarakat telah menunjukkan kesadaran konservasi yang kuat. Namun, pengelolaan dan pengembangan kawasan ini masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan fasilitas pendukung, aksesibilitas yang kurang memadai, serta belum optimalnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan wisata. Hal ini menunjukkan perlunya pendekatan strategis yang berbasis pemberdayaan masyarakat lokal, agar pengembangan kawasan wisata tidak hanya berorientasi pada konservasi, tetapi juga pada peningkatan kesejahteraan sosial dan ekonomi warga.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merumuskan arahan pengembangan kawasan wisata mangrove Banyuurip dengan pendekatan Community-Based Tourism (CBT). Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan rasionalistik dengan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data mencakup observasi lapangan, wawancara mendalam dengan stakeholder kunci (masyarakat, pemerintah desa, Pokdarwis, dan wisatawan), serta dokumentasi dan studi literatur. Analisis dilakukan melalui sintesis antara karakteristik fisik kawasan, potensi wisata,serta bentuk dan intensitas partisipasi masyarakat dalam dimensi sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kawasan BMC memiliki karakteristik wisata fisik yang potensial berupa keindahan alami, keberagaman hayati, serta nilai edukatif. Namun, aspek amenitas dan infrastruktur seperti akomodasi, transportasi umum, signage, dan fasilitas sanitasi masih terbatas. Partisipasi masyarakat dalam bentuk tenaga, ide, materiil, dan pengelolaan masih terfokus pada kelompok tertentu (seperti karang taruna), dan belum merata secara menyeluruh. Kelembagaan lokal seperti Pokdarwis juga belum memiliki struktur yang kuat dan fungsional. Arahan pengembangan yang disusun mencakup empat aspek utama: (1) peningkatan kualitas daya tarik wisata melalui diversifikasi kegiatan dan peningkatan fasilitas pendukung, (2) penguatan aksesibilitas kawasan dengan perbaikan infrastruktur jalan dan sistem transportasi lokal, (3) pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan, penyuluhan, dan distribusi peran yang merata dalam pengelolaan wisata, serta (4) pembentukan dan penguatan kelembagaan lokal berbasis komunitas yang adaptif, transparan, dan inklusif. Arahan ini disusun berdasarkan prinsip-prinsip CBT dengan mempertimbangkan daya dukung lingkungan dan keberlanjutan sosial.Implikasi dari arahan ini diharapkan tidak hanya mendorong konservasi ekosistem mangrove,tetapi juga membentuk model pengembangan kawasan wisata berbasis masyarakat yang adil,inklusif, dan berkelanjutan. Selain itu, hasil penelitian ini dapat menjadi acuan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan pembangunan pariwisata pesisir berbasis partisipasi masyarakat.
=================================================================================================================================
Banyuurip Village, located in Ujungpangkah Subdistrict, Gresik Regency, East Java, is one of the coastal areas endowed with a naturally preserved mangrove ecosystem and significant potential for ecotourism development. Through local community initiatives, notably the establishment of the Banyuurip Mangrove Center (BMC), conservation awareness has been fostered within the village. However, challenges persist in the form of limited supporting facilities, inadequate accessibility, and suboptimal community participation in tourism management. These issues underscore the need for a strategic development approach that emphasizes local community empowerment, ensuring that tourism development supports both ecological conservation and socioeconomic improvement for local residents. This study aims to formulate development directions for the Banyuurip mangrove tourism area using a Community-Based Tourism (CBT) approach. The research adopts a rationalistic paradigm supported by a descriptive qualitative methodology. Data collection methods include direct field observations, in-depth interviews with key stakeholders (including local communities, village officials, tourism awareness groups, and visitors), documentation, and literature studies. The analysis integrates physical characteristics of the area, tourism potential, and community participation across social , economic, and institutional dimensions. The findings reveal that the BMC area possesses substantial physical and ecological attractions, including natural beauty, biodiversity, and educational value. However, several limitations persist, particularly in terms of amenities and infrastructure such as accommodation, public transportation, signage, and sanitation facilities. Community participation—whether in the form of labor, ideas, material contributions, or management—is concentrated within certain groups (e.g., youth organizations) and lacks broader inclusivity. Moreover, local institutions like the tourism awareness group (Pokdarwis) remain structurally weak and require capacity-building. The proposed development directions focus on four key aspects: (1) enhancing tourism attractiveness through activity diversification and improved supporting facilities, (2) improving accessibility via infrastructure upgrades and local transport integration, (3) empowering communities through training, outreach, and equitable role distribution in tourism management, and (4) strengthening local tourism institutions to be adaptive, accountable, and inclusive. These strategies are grounded in CBT principles and consider environmental carrying capacity and long-term social sustainability. The proposed framework aims not only to preserve the mangrove ecosystem but also to establish a model for inclusive, equitable, and sustainable community-based coastal tourism development. Additionally, this study offers a strategic reference for local governments in formulating participatory and environmentally-conscious tourism policies.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Banyuurip Mangrove Center, Community-Based Tourism (CBT), ekowisata pesisir, pemberdayaan masyarakat, pengembangan pariwisata berkelanjutan, Gresik. Banyuurip Mangrove Center, Community-Based Tourism (CBT), coastal ecotourism, community empowerment, sustainable tourism development, Gresik. |
| Subjects: | Q Science > QK Botany > QK938.M27 Mangrove forests and swamps |
| Divisions: | Faculty of Civil, Planning, and Geo Engineering (CIVPLAN) > Regional & Urban Planning > 35201-(S1) Undergraduate Thesis |
| Depositing User: | Arsyadyta Shidqa |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 02:33 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 02:33 |
| URI: | http://repository.its.ac.id/id/eprint/131376 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
