Ayasy, Yahya (2026) Penilaian Kualitas Jalan Sebagai Ruang Terbuka Publik Pada Koridor Jalan Rajawali - Jalan Jembatan Merah Di Zona Eropa Kota Lama Surabaya Dengan Pendekatan Livable Street. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.
|
Text
5015221003-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version Restricted to Repository staff only Download (20MB) | Request a copy |
Abstract
Koridor Jl. Rajawali - Jl. Jembatan Merah merupakan koridor strategis di Zona Eropa yang memiliki nilai historis tinggi dan berfungsi sebagai wajah utama Kota Lama Surabaya. Sejak ditetapkan sebagai fokus revitalisasi kota, koridor ini diarahkan untuk mendukung fungsi pariwisata, ruang publik, serta pengembangan pusat perdagangan, jasa, dan perkantoran di Surabaya Utara. Namun demikian, kondisi eksisting di lapangan menunjukkan adanya ketidaksesuaian antara arah perencanaan dan kualitas ruang jalan yang terbentuk. Dominasi kendaraan bermotor, ketimpangan intensitas aktivitas antarsegmen jalan, serta melemahnya fungsi ekonomi pada beberapa titik strategis seperti penutupan Mall JMP mengindikasikan adanya paradoks revitalisasi, di mana upaya pemerintah untuk menguatkan kawasan sebagai pusat wisata dan ekonomi belum sepenuhnya diiringi oleh penguatan fungsi sosial dan ekonomi ruang jalan yang terbentuk. Konsep livable street menekankan pengembangan jalan yang dirancang untuk memfasilitasi seluruh pengguna jalan agar dapat beraktivitas secara aman dan nyaman, dengan menempatkan manusia sebagai pusat perencanaan. Penelitian ini bertujuan menilai kualitas jalan sebagai ruang terbuka publik melalui pendekatan livable street. Metode penelitian disusun dalam tiga sasaran analisis. Sasaran 1 menggunakan metode Delphi dengan melibatkan 5 stakeholder untuk merumuskan variabel dan kriteria penilaian konsensus. Sasaran 2 menggunakan empirical dan theoretical analysis, dan untuk mengidentifikasi karakteristik eksisting aspek fisik dan aktivitas sosial dengan meninjaunya berdasarkan prinsip livable street dan regulasi yang berlaku. Sasaran 3 menggunakan kuesioner skala Likert kepada 300 pengguna jalan untuk memperoleh skor kualitas berdasarkan persepsi pengguna. Hasil penelitian menunjukkan Jl. Rajawali berada pada kategori kualitas sedang dengan skor 3,19, sedangkan Jl. Jembatan Merah berada pada kategori kualitas rendah dengan skor 2,30. Interpretasi akhir dilakukan melalui triangulasi yang menunjukkan pola hasil konsisten dan selinier antara karakteristik eksisting dan persepsi pengguna, sehingga terlihat bahwa pencapaian indikator livable street pada kedua koridor masih belum merata. Temuan ini menegaskan pentingnya evaluasi kualitas ruang jalan secara komprehensif agar revitalisasi kawasan heritage mampuh menghasilkan ruang publik yang hidup, inklusif dan berkelanjutan.
==================================================================================================================================
The Rajawali Street - Jembatan Merah Street corridor is a strategic corridor in the European Zone that has high historical value and serves as the main face of Old Surabaya. Since being designated as a focus for urban revitalization, this corridor has been directed to support tourism, public spaces, and the development of trade, service, and office centers in North Surabaya. However, existing conditions on the ground show a discrepancy between the direction of planning and the quality of the road space that has been created. The dominance of motor vehicles, the imbalance in activity intensity between road segments, and the weakening of economic functions at several strategic points, such as the closure of the JMP Mall, indicate a revitalization paradox, where the government's efforts to strengthen the area as a tourist and economic center have not been fully accompanied by the strengthening of the social and economic functions of the road space that has been formed. The livable street concept emphasizes the development of roads designed to facilitate all road users to carry out activities safely and comfortably, with people at the center of planning. This study aims to assess the quality of roads as public open spaces through a livable street approach. The research method is structured into three analysis objectives. Objective 1 uses the Delphi method, involving five stakeholders to formulate variables and consensus assessment criteria. Objective 2 uses empirical and theoretical analysis to identify the existing characteristics of physical aspects and social activities by reviewing them based on livable street principles and applicable regulations. Objective 3 uses a Likert scale questionnaire for 300 road users to obtain quality scores based on user perceptions. The results show that Jl. Rajawali is in the moderate quality category with a score of 3.19, while Jl. Jembatan Merah is in the low quality category with a score of 2.30. The final interpretation was conducted through triangulation, which showed consistent and linear patterns between existing characteristics and user perceptions, indicating that the achievement of livable street indicators in both corridors is still uneven. These findings emphasize the importance of comprehensive evaluation of road space quality so that the revitalization of heritage areas can produce public spaces that are livable, inclusive, and sustainable.
Actions (login required)
![]() |
View Item |
