Pemodelan Penjadwalan Pengiriman Persediaan Pada Battery Swapping Station Menggunakan Pendekatan Discrete Event Simulation

Rizky, Muhammad Daffa (2022) Pemodelan Penjadwalan Pengiriman Persediaan Pada Battery Swapping Station Menggunakan Pendekatan Discrete Event Simulation. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02411840000111-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02411840000111-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Pengguna kendaraan listrik meningkat setiap tahunnya, tidak terkecuali di Indonesia. Perusahaan teknologi transportasi, Gojek, melakukan kerjasama dengan Gogoro untuk menciptakan ekosistem kendaraan listrik roda dua di Indonesia. Saat ini, pertimbangan Utama konsumen untuk membeli kendaraan listrik adalah jarak tempuh yang pendek, infrastruktur yang belum mendukung dan waktu pengisian baterai yang lama. Namun, hal ini dapat diatasi dengan strategi alternatif berupa battery swapping system. Dengan menggunakan strategi ini, pengguna hanya menukar baterai yang sudah habis dengan baterai yang sudah terisi penuh. Untuk memastikan ketersediaan baterai yang tidak membebankan ketersediaan baterai hanya pada pengisian secara lokal di battery swapping station, maka dipertimbangkan pengusulan untuk mengirim baterai dari battery charging station ke battery swapping station dengan armada kendaraan. Battery charging station berperan sebagai pemasok harus mengetahui jumlah persediaan di masing-masing battery swapping station, maka diimplementasikan vendor managed inventory. Penelitian ini menggunakan pendekatan simulasi diskrit untuk mengetahui perancangan penjadwalan pengiriman baterai yang tidak menciptakan lost sales. Model simulasi diskrit digunakan untuk menganalisa inventory level dengan pengaruh seperti tingkat permintaan, lead time perjalanan, dan interdeparture truk. Pada penelitian ini dibuat tiga kondisi yaitu kondisi BSS tanpa pengiriman truk, kondisi BSS dengan pengiriman truk yang rutenya sudah ditentukan terlebih dahulu, dan kondisi BSS dengan pengiriman truk yang rutenya ditentukan oleh inventory level yang dipengaruhi rate permintaan dan lead time perjalanan. Ditemukan bahwa kondisi BSS dengan pengiriman truk yang rutenya ditentukan oleh inventory level yang dipengaruhi rate permintaan dan lead time perjalanan memberikan persentase lost sales terendah dibandingkan kondisi lainnya. Interdeparture truk yang baik untuk diimplementasikan dengan mempertimbangkan biaya adalah interdeparture truk setiap 2 jam untuk setiap skenario permintaan rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi. Skenario ini dipilih karena memberikan dampak yang baik dengan lost sales di setiap tingkat permintaan dengan mengurangi lost sales menjadi 14.990, 150.692, 286.894, dan 418.188. Pada percobaan tambahan, lost sales terendah dengan waktu antar kedatangan pelanggan lebih cepat dibandingkan kondisi lainnya dihasilkan oleh kondisi tiga dengan interdeparture truk 2 jam dan waktu antar kedatangan pelanggan yang bisa diatasi adalah 6 menit atau 240 pelanggan per hari.
========================================================================================================================
Electric vehicle users are increasing every year, and Indonesia is no exception. The transportation technology company, Gojek, is collaborating with Gogoro to create a two- wheeled electric vehicle ecosystem in Indonesia. Currently, the primary considerations for consumers to buy electric vehicles are short distances, unsupported infrastructure, and long battery charging times. However, this can be overcome with an alternative strategy like a battery swapping system. Using this strategy, the user only swaps the exhausted battery for a fully charged one. To ensure battery availability that does not impose battery availability only on local charging at the battery swapping station, it is considered to send the battery from the battery charging station to the battery swapping station with a fleet of vehicles. The battery charging station acts as a supplier and must know the amount of inventory in each Battery Swapping Station; then, vendor-managed inventory is implemented. This study uses a discrete simulation approach to determine the design of a battery delivery schedule that does not create lost sales. The discrete simulation model analyzes inventory levels with influences such as demand level, travel lead time, and truck inter-departure. In this study, three conditions were made, namely BSS conditions without truck delivery, with truck delivery whose route had been determined in advance, and with truck delivery whose route was determined by inventory level, which was influenced by demand rate and travel lead time. It was found that the BSS condition with truck delivery, whose route was determined by inventory level influenced by demand rate and travel lead time, gave the lowest percentage of lost sales compared to other conditions. A good truck inter-departure to be implemented considering costs is a truck inter-departure every 2 hours for each low, medium, high, and very high demand scenario. This scenario was chosen because it has a good impact on lost sales at every level of demand by reducing lost sales to 14,990, 150,692, 286,894, and 418,188. In an additional experiment, the lowest sales loss with customer inter-arrival time is faster than the other conditions generated by condition three with trucks between departures are 2 hours and customer inter-arrival time that can be overcome is 6 minutes or 240 customers per day.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Battery Swapping Station (BSS), Penjadwalan, Simulasi Kejadian Diskrit, Vendor managed inventory (VMI),
Subjects: T Technology > TS Manufactures > TS157.5 Production scheduling
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Industrial Engineering > 26201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 10 Feb 2026 09:30
Last Modified: 10 Feb 2026 09:30
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132327

Actions (login required)

View Item View Item