Analisis Pengaruh Pendekatan Simtomatik Terhadap Mabuk Laut Penumpang Kapal Dengan Aspek Visual Kekaburan Menggunakan Virtual Reality Head Mounted Display (VR-HMD)

Zulfikar, M. (2022) Analisis Pengaruh Pendekatan Simtomatik Terhadap Mabuk Laut Penumpang Kapal Dengan Aspek Visual Kekaburan Menggunakan Virtual Reality Head Mounted Display (VR-HMD). Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 04211840000030-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
04211840000030-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Indonesia memiliki wilayah laut sekitar 70% sehingga penggunaan kapal menjadi pilihan karena lebih ekonomis ketimbang alat transportasi lainnya. Peningkatan jumlah penumpang tentunya akan meningkatkan potensi mabuk perjalanan, tidak terkecuali penumpang yang ikut dalam pelayaran penyeberangan Lombok-Bali dengan durasi waktu penyeberangan 4-5 jam. Penggunaan VR-HMD memungkinkan peluang untuk mengurangi keparahan mabuk laut dengan memperbaiki kesalahan informasi antar-sensor visual dan vestibular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keparahan mabuk perjalanan yang dipengaruhi oleh faktor perlakuan tampilan visual, gender, dan sangga kepala. Eksperimen ini dilakukan di kapal milik PT. Dharma Lautan Utama dengan jumlah intervensi (t = 8) dan minimum subjek perlakuan (n = 3). Terdapat dua jenis perlakuan pada setiap variabel bebas, yaitu: tampilan visual (blur dan non-blur), gender (pria dan wanita), sangga kepala (dengan penyangga dan tanpa penyangga). Analisis menggunakan dua metode yaitu ANOVA Multi-Way dan Regresi Linear Berganda pada aplikasi SPSS. Analisis Anova menunjukkan bahwa baik tampilan visual (p = 0,342), jenis kelamin (p = 0,542), maupun sangga kepala (p = 0,958) tidak memiliki pengaruh terhadap peningkatan keparahan mabuk laut penumpang kapal yang diwakilkan oleh skor SSQ. Pengujian secara simultan memperoleh nilai p = 0,930 dimana total pengaruh R2 = 14,1% dengan masing-masing 5,6% disumbangkan oleh variabel tampilan visual dan sangga kepala dan 2,4% oleh variabel jenis kelamin. Sedangkan analisis Regresi Linear Berganda menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh signifikan antar variabel bebas terhadap keparahan mabuk laut baik secara parsial maupun simultan. Secara parsial (uji t) mengasilkan nilai signifikansi pada tampilan visual (p = 0,292), jenis kelamin (p = 0,499), dan sangga kepala (p = 0,292). Pengujian secara simultan memperoleh nilai p = 0,440 dimana total pengaruh R2 = 12,4%. Gejala mabuk perjalanan ini juga dianalisis menggunakan uji Wilcoxon yang menunjukkan hampir semua gejala mabuk perjalanan tidak menyebabkan peningkatan mabuk laut, hanya gejala tidak nyaman, sulit fokus, kepala berat (tegang), pusing (mata terbuka), dan bersendawa yang mengalami peningkatan secara signifikan (p < 0,05).
==================================================================================================================================
Indonesia has about 70% sea area, so the use of ships is an option because it is more economical than other means of transportation. The increase in the number of passengers will certainly increase the potential for motion sickness, including passengers who take part in the Lombok-Bali crossing with a crossing time of 4-5 hours. The use of VR-HMD provides an opportunity to reduce the severity of seasickness by correcting misinformation between visual and vestibular sensors. This study aims to determine the severity of motion sickness, which is influenced by factors such as visual appearance, gender, and head support. This experiment was carried out on a ship owned by PT. Dharma Lautan Utama with the number of interventions (t = 8) and minimum treatment subjects (n = 3). There are two types of treatment for each independent variable, namely: visual appearance (blur and non-blur), gender (male and female), and head support (with support and without support). The analysis uses two methods, namely Multi-Way ANOVA and Multiple Linear Regression, in the SPSS application. ANOVA analysis showed that neither visual appearance (p = 0.342), gender (p = 0.542), and head support (p = 0.958) had no effect on increasing seasickness severity for ship passengers represented by the SSQ score. Simultaneous testing obtained a value of p = 0.930, where the total effect of R2 = 14.1%, with 5.6% each contributed by the visual display and head support variables and 2.4% by the gender variable. Meanwhile, Multiple Linear Regression analysis shows that there is no significant effect between independent variables on the severity of seasickness either partially or simultaneously. Partially (t-test) resulted in significant values on visual appearance (p = 0.292), gender (p = 0.499), and head support (p = 0.292). Simultaneous testing obtained p-value = 0.440 where the total effect of R2 = 12.4%. Symptoms of motion sickness were also analyzed using the Wilcoxon test, which showed that almost all symptoms of motion sickness did not cause an increase in seasickness, only symptoms of discomfort, difficulty focusing, heavy head (tension), dizziness (open eyes), and belching which experienced a significant increase ( p < 0.05).

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Anova, Motion sickness, Regresi Linear Berganda, VR-HMD,
Subjects: V Naval Science > VM Naval architecture. Shipbuilding. Marine engineering
Divisions: Faculty of Marine Technology (MARTECH) > Marine Engineering > 36202-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 23 Feb 2026 06:30
Last Modified: 23 Feb 2026 06:30
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132580

Actions (login required)

View Item View Item