Eko-Briket dari Komposit Sampah Plastik High Density Polyethlene (HDPE) dan Arang Sampah Organik Kota

Radita, Deqi Rizkivia (2010) Eko-Briket dari Komposit Sampah Plastik High Density Polyethlene (HDPE) dan Arang Sampah Organik Kota. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 3305100025-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
3305100025-Undergraduate_Thesis.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only

Download (13MB) | Request a copy

Abstract

Pertumbuhan konsumsi energi yang semakin meningkat menyebabkan semakin menipisnya ketersediaan energi terutama yang berasal dari bahan bakar fosil. Oleh karena itu dibutuhkan suatu bahan bakar alternatifyang mudah didapat, karakteristiknya tidak jauh berbeda dengan bahan bakar yang telah ada, harganya terjangkau, serta ramah terhadap lingkungan. Sampah organic kota dan sampah plastik HOPE yang jumlahnya berlimpah dapat digunakan sebagai bahan baku eko-briket sebagai bahan bakar alternatif. Tujuan dari penelitian ini adalah : ( 1) untuk menentukan pengaruh komposisi eko-briket terhadap nilai kalor, kadar air, kadar volatile solid, kadar fixed carbon, kadar abu, titik nyala, dan kuat tekan, (2) menentukan pengaruh kadar air, kadar volatile solid, kadar fixed carbon, dan kadar abu eko-briket terhadap nilai kalor, (3) menentukan jenis perekat yang memiliki daya rekat paling baik, serta (4) menentukan apakah eko-briket merupakan altematif bahan bakar yang ekonomis. Dalam penelitian ini dilakukan pengarangan sampah organik kota untuk menaikkan nilai kalornya. Setelah itu dilakukan penumbukan dan pengayakan arang untuk mendapatkan ukuran arang yang homogen. Ukuran arang yang homogen mempermudah pencampuran partikel arang dengan bahan perekat. Bahan perekat yang digunakan adalah perekat kanji dan perekat molase. Perbandingan komposisi antara sampah plastik HDPE dan arang sampah organik kota yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5:95, 10:90, dan 20:80. Dari hasil penelitian diketahui bahwa semakin banyak komposisi sampah plastik HOPE dalam eko-briket maka semakin besar nilai kalor eko-briket. Kadar air dan kadar abu eko-briket berbanding terbalik dengan nilai kalor eko-briket. Sedangkan kadar volatile solid eko-briket sebanding dengan nilai kalor ekobriket. Eko-briket dengan perekat kanji memiliki nilai kalor lebih tinggi daripada eko-briket dengan perekat molase. Eko-briket terbaik yaitu eko-briket dengan komposisi sampah plastic sebanyak 20 % dengan perekat kanji. Nilai kalor eko-briket tersebut sebesar 9300,79 kaVgr telah memenuhi standar biobatubara berdasarkan Permen ESDM No 047 Tahun 2006.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSL 662.6 Rad e 2010
Uncontrolled Keywords: arang sampah organik kota, eko-briket,sampah plastik HDPE
Subjects: T Technology > TD Environmental technology. Sanitary engineering
Divisions: Faculty of Civil Engineering and Planning > Environment Engineering > 25201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Totok Setiawan
Date Deposited: 25 Feb 2026 07:27
Last Modified: 25 Feb 2026 07:27
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/132620

Actions (login required)

View Item View Item