Potensi Antibakteri Dari Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao) Varietas Forastero.

Putri, Nadhifah Astari (2022) Potensi Antibakteri Dari Ekstrak Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao) Varietas Forastero. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 01311840000077-UNDERGRADUATE_THESIS.pdf] Text
01311840000077-UNDERGRADUATE_THESIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Kulit buah kakao merupakan bagian yang paling banyak ditemukan dari buah kakao, dengan demikian kulit buah kakao merupakan limbah yang paling banyak dari proses preparasi buah kakao. Beberapa senyawa bioaktif seperti tanin, saponin, dan pektin yang terkandung dalam kulit buah kakao menunjukkan efek antibakteri dan dapat menghambat, bahkan membunuh bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero Sulawesi-1 dan Forastero TSH-858 dengan uji zona bening, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis FNCC-0048. Metode penelitian ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu pembuatan etanol kulit buah kakao menggunakan etanol 70%, uji aktivitas antibakteri, uji release cell material, visualisasi isolat bakteri uji menggunakan SEM, serta perhitungan dan analisis statistik terhadap data hasil penelitian. Ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero SUL-1 dengan konsentrasi 500 μg/mL menghasilkan zona bening optimum pada S. aureus, serta 1000 μg/mL pada P. aeruginosa dan S. epidermidis FNCC-0048. Sedangkan ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero TSH-858 dengan konsentrasi 1000 μg/mL menghasilkan zona bening optimum pada S. aureus, serta konsentrasi 500 μg/mL pada P. aeruginosa dan S. epidermidis FNCC-0048. MIC yang ditetapkan pada penelitian ini adalah 250 μg/mL yang merupakan konsentrasi bakteriostatik. Sementara nilai MBC yang ditetapkan adalah 500 μg/mL yang merupakan konsentrasi bakterisidal.
===================================================================================================================================
Kulit buah kakao merupakan bagian yang paling banyak ditemukan dari buah kakao, dengan demikian kulit buah kakao merupakan limbah yang paling banyak dari proses preparasi buah kakao. Beberapa senyawa bioaktif seperti tanin, saponin, dan pektin yang terkandung dalam kulit buah kakao menunjukkan efek antibakteri dan dapat menghambat, bahkan membunuh bakteri Gram positif maupun Gram negatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui potensi antibakteri ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero Sulawesi-1 dan Forastero TSH-858 dengan uji zona bening, Minimum Inhibitory Concentration (MIC), dan Minimum Bactericidal Concentration (MBC). Bakteri yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis FNCC-0048. Metode penelitian ini dibagi menjadi empat tahap, yaitu pembuatan etanol kulit buah kakao menggunakan etanol 70%, uji aktivitas antibakteri, uji release cell material, visualisasi isolat bakteri uji menggunakan SEM, serta perhitungan dan analisis statistik terhadap data hasil penelitian. Ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero SUL-1 dengan konsentrasi 500 μg/mL menghasilkan zona bening optimum pada S. aureus, serta 1000 μg/mL pada P. aeruginosa dan S. epidermidis FNCC-0048. Sedangkan ekstrak kulit buah kakao varietas Forastero TSH-858 dengan konsentrasi 1000 μg/mL menghasilkan zona bening optimum pada S. aureus, serta konsentrasi 500 μg/mL pada P. aeruginosa dan S. epidermidis FNCC-0048. MIC yang ditetapkan pada penelitian ini adalah 250 μg/mL yang merupakan konsentrasi bakteriostatik. Sementara nilai MBC yang ditetapkan adalah 500 μg/mL yang merupakan konsentrasi bakterisidal.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSBi 571.98 Put p-1 2022
Uncontrolled Keywords: Antibakteri, Kulit buah kakao, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, dan Staphylococcus epidermidis. Antimicrobe, Cacao pod husk, Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus, and Staphylococcus epidermidis.
Subjects: Q Science > QK Botany > QK731 Growth (Plants)
Divisions: Faculty of Science and Data Analytics (SCIENTICS) > Biology > 46201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 07 May 2026 07:15
Last Modified: 08 May 2026 01:08
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133051

Actions (login required)

View Item View Item