Pra-Desain Pabrik Garam Industri Dari Garam Rakyat Dengan Metode Washing.

Kamandanu, Muhammad Rivaldy and Rochman, Taris Farizan (2022) Pra-Desain Pabrik Garam Industri Dari Garam Rakyat Dengan Metode Washing. Other thesis, Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

[thumbnail of 02211840000122_02211840000133-Undergraduate_Thesis.pdf] Text
02211840000122_02211840000133-Undergraduate_Thesis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Garam merupakan salah satu bahan kimia yang sering dimanfaatkan oleh manusia khususnya dalam bidang konsumsi. Penyusun terbesar garam yaitu senyawa Natrium Klorida (NaCl). Selain NaCl terdapat pula zat-zat pengotor antara lain CaSO4, MgSO4, MgCl2 dan lain-lain. Garam diperoleh dengan tiga cara, yaitu penguapan air laut dengan sinar matahari, penambangan batuan garam (rock salt) dan sumur air garam (brine). Garam rakyat merupakan garam yang diproduksi secara konvensional oleh masyarakat yang memanfaatkan tenaga panas matahari dengan tujuan membuat kandungan NaCl semakin pekat. Berdasarkan pemanfaatannya, garam dibagi menjadi 2 kelompok yaitu garam konsumsi dan garam industri. Berdasarkan Permenprin No. 88/MIND/PER/10/2014, garam konsumsi beryodium memiliki kadar NaCl minimal 94%, sedangkan kadar NaCl pada garam industri dibutuhkan kadar yang lebih tinggi tergantung jenis industrinya. Pada industri perminyakan dibutuhkan kadar NaCl lebih dari 95%, pada industri petrokimia dibutuhkan kadar NaCl lebih dari 96%, dan pada industri farmasi dibutuhkan kadar NaCl lebih dari 99,8%. Pra Desain Pabrik Pembuatan Garam Industri dari Garam Rakyat dengan metode washing ini direncanakan mulai beroperasi tahun 2025 dengan kapasitas produksi sebesar 200.000 ton/tahun. Lokasi pendirian pabrik ini direncanakan di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Kabupaten Sampang dipilih menjadi lokasi pendirian pabrik karena merupakan kabupaten dengan ketersediaan bahan baku yang tinggi di Jawa Timur yaitu sebesar 350.891,307 ton/tahun dengan luas lahan 2.814,51 Ha. Di Jawa Timur juga banyak perusahaan yang yang membutuhkan garam industri sebagai bahan baku. PT. Susanti Megah, PT. Sumatraco Langgeng Makmur, PT. Widatra Bhakti dan PT. Kertas Tjiwi Kimia dapat dijadikan sebagai target pasar pabrik ini. Dalam pemenuhan kapasitas tahunan, pabrik akan beroperasi kontinyu 24 jam per hari selama 330 hari. Dengan bahan baku sebesar 31.473,2 kg/jam dapat dihasilkan produk garam industri sebesar 25.252,5 kg/jam. Proses produksi garam industri dari garam rakyat dapat diuraikan menjadi 4 tahapan proses yaitu pre-treatment, pencucian dan pemisahan, pengeringan dan pengemasan, dan brine preparation. Untuk dapat mendirikan pabrik dengan kapasitas produksi sebesar 200.000 ton/tahun, maka diperlukan total modal investasi sebesar Rp235.041.381.782 dan total biaya produksi sebesar Rp337.048.201.721 dengan estimasi hasil penjualan sebesar Rp416.000.036.442 per tahun. Estimasi umur pabrik ini adalah 10 tahun dengan Internal Rate of Return (IRR) sebesar 20,85%, Pay Out Time (POT) 3,9 tahun, dan Break Even Point (BEP) sebesar 45%.
===================================================================================================================================
Salt is one of the most consumed chemicals by humans. Main composer of salt is Sodium Chloride (NaCl). Other than NaCl, there are also impurities such as CaSO4, MgSO4, MgCl2, and many more. Salts can be obtained using three methods. It can be obtained by evaporating sea water, rock salt mining, and brine well. Sea salt is a salt that is conventionally produced by communities who uses heat from sun to increase NaCl concentration. Based on its use, salts can be categorized into two categories which are consumption salts and industrial salts. Based on Permenprin No. 88/MIND/PER/10/2014, iodinized consumption salts need to contain minimum of 94% NaCl, while for industrial salts, the minimum threshold is varied depending on the industries. Oil industries requires minimum of 95% NaCl while petrochemical industries require more than 96% NaCl. Pharmaceutical industry requires the highest concentration of NaCl at 99.8%. Preliminary design of industrial salt plant from sea salt using washing method was planned to start operating in 2025 with capacity of 200,000 tonne/year. The plant was projected to be located in Kabupaten Sampang, Madura, East Java. Sampang was chosen to be the location of the plant because of its high availability of raw materials with 350,891.307 tonne/year with land area of 2,814.51 Ha. In East Java, there are plenty of companies that uses industrial salt as its raw materials. PT. Susanti Megah, PT. Sumatraco Langgeng Makmur, PT. Widatra Bhakti and PT. Kertas Tjiwi Kimia can be targeted as this plant’s market. In order to fulfill the annual capacity, pabrik will be operating continuously for 24 hours per day for 330 days. With 31,473.2 kg/hour of raw material, 25,252.5 kg/hour of industrial salt as product can be produced. Production processes of industrial salt can be outlined into four stage of processes which are pre-treatment, washing and separation, drying and packaging, and brine preparation. In order to build a plant with total capacity of 200,000 tonne/year, a total investment capital of Rp235,041,381,782 and total production of Rp337,048,201,721 with annual sales estimated at Rp416,000,036,442. The estimated life of this plant is 10 years with internal rate of return of 20.85%, Pay Out Time (POT) at 3.9 years, and Break Even Point at 45%.

Item Type: Thesis (Other)
Additional Information: RSK 664.4 Kam p-1 2022
Uncontrolled Keywords: Garam industri, Washing, Garam rakyat. Industrial salt, Washing, Sea Salt.
Divisions: Faculty of Industrial Technology and Systems Engineering (INDSYS) > Chemical Engineering > 24201-(S1) Undergraduate Thesis
Depositing User: Mr. Marsudiyana -
Date Deposited: 08 May 2026 08:09
Last Modified: 08 May 2026 08:09
URI: http://repository.its.ac.id/id/eprint/133091

Actions (login required)

View Item View Item